Tafsir Surat At-Tariq: Bintang yang Menembus Kegelapan merupakan salah satu renungan paling menakjubkan dalam Al-Qur’an yang mengajak kita melihat ke langit malam sekaligus menengok ke dalam rahim penciptaan manusia. Sahabat Muslim, pernahkah kita menatap langit malam yang kelam dan bertanya-tanya tentang rahasia di balik bintang yang bersinar begitu tajam?
Surah ke-86 dalam Al-Qur’an ini bukan sekadar berita tentang astronomi, melainkan sebuah sumpah agung dari Sang Khalik untuk menegaskan bahwa setiap jiwa memiliki penjaga dan setiap amal memiliki catatan yang takkan hilang.
Surah yang terdiri dari 17 ayat ini termasuk dalam golongan surah Makkiyah. Ia turun di periode Mekkah untuk memperkuat akidah umat Islam yang saat itu tengah menghadapi badai ujian. Mari kita tadabburi bersama makna mendalam di balik ayat-ayat suci ini.
1. Misteri At-Tariq dan Bintang yang Menembus
Sahabat Muslim, surah ini dibuka dengan sumpah yang sangat puitis namun penuh wibawa. Allah SWT berfirman:
“Demi langit dan yang datang pada malam hari (At-Tariq). Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang bersinar tajam (menembus kegelapan).” (QS. At-Tariq: 1-3).
Makna Secara Bahasa
Secara etimologi, kata At-Tariq berasal dari kata tharaqa yang berarti “mengetuk” atau “memukul dengan keras”. Dalam tradisi Arab, tamu yang datang di malam hari disebut Tariq karena ia harus mengetuk pintu untuk masuk.
Penjelasan Sang Mufassir
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan At-Tariq di sini adalah bintang. Disebut demikian karena bintang hanya muncul (mengetuk pandangan kita) pada malam hari dan menghilang pada siang hari. Allah kemudian menyebutnya sebagai An-Najm At-Thaqib, yaitu bintang yang cahayanya menembus kegelapan malam yang pekat. Beberapa ulama kontemporer bahkan mengaitkan ini dengan fenomena pulsar yang mengeluarkan suara seperti ketukan di luar angkasa, namun secara klasik, ini adalah simbol cahaya kebenaran yang menembus kebodohan.
2. Jaminan Adanya Penjaga bagi Setiap Jiwa
Setelah bersumpah demi langit dan bintang, Allah menyampaikan poin inti (Jawab al-Qasam) pada ayat ke-4:
“Tidak ada satu jiwa pun melainkan ada penjaganya.”
Sahabat Muslim, ayat ini memberikan ketenangan luar biasa. Tidak ada satu pun dari kita yang dibiarkan sendirian di dunia ini. Para ulama menyebutkan dua bentuk penjagaan:
- Penjagaan dari Marabahaya: Malaikat yang menjaga fisik manusia atas perintah Allah selama ajalnya belum tiba.
- Penjagaan Amal: Malaikat Hafazhah (Raqub dan Atid) yang mencatat setiap detail perbuatan, ucapan, hingga lintasan hati kita.
Rasulullah SAW bersabda: “Malaikat menyertai kalian pada malam hari dan malaikat pada siang hari…” (HR. Bukhari dan Muslim). Kesadaran akan adanya “penjaga” ini seharusnya membuat kita lebih mawas diri dalam bertindak.
3. Tadabbur Penciptaan: Dari Air yang Memancar
Allah mengajak kita untuk berhenti sejenak dari kesombongan dengan melihat asal-muasal diri kita. Penjelasan Surat At-Tariq pada ayat 5 hingga 7 menyebutkan:
“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang memancar, yang keluar dari antara tulang sulbi (punggung) dan tulang dada.”
Hikmah di Balik Penciptaan
Sahabat Muslim, ayat ini adalah pengingat tentang kerendahan hati. Kita diciptakan dari sesuatu yang dianggap “hina” secara fisik (air mani), namun Allah memuliakannya menjadi manusia yang sempurna.
- Pesan Tauhid: Jika Allah mampu menciptakan manusia dari setetes air yang memancar, maka membangkitkan manusia yang sudah menjadi tulang belulang adalah perkara yang sangat mudah bagi-Nya.
- Sisi Medis Tradisional: Para ulama klasik menjelaskan bahwa pusat energi dan nutrisi yang membentuk sel reproduksi berawal dari area tulang punggung dan dada. Ini menunjukkan ketelitian Al-Qur’an dalam menggambarkan proses biologis jauh sebelum sains modern berkembang.
4. Hari Rahasia yang Dibongkar (Yauma Tublas Sara’ir)
Salah satu ayat yang paling menggetarkan hati dalam surah ini adalah ayat ke-9:
“Pada hari ditampakkan segala rahasia.”
Menghadapi Pengadilan Ilahi
Sahabat Muslim, di dunia kita bisa menyembunyikan niat buruk di balik senyuman. Kita bisa menyembunyikan maksiat di balik pintu yang terkunci. Namun, At-Tariq memperingatkan bahwa akan datang suatu hari di mana:
- Semua niat yang tersembunyi akan menjadi nyata.
- Segala amalan yang dilakukan secara diam-diam akan dipaparkan.
- Manusia tidak lagi memiliki kekuatan (fisik) dan tidak pula memiliki penolong (jabatan atau harta) untuk membela dirinya.
Ini adalah peringatan agar kita senantiasa menjaga keikhlasan hati, karena hanya hati yang bersih (Qalbun Salim) yang akan selamat pada hari itu.
5. Sumpah Langit yang Mengembalikan dan Bumi yang Membelah
Allah kembali bersumpah pada ayat 11-12 dengan fenomena alam yang sangat akrab bagi kita:
“Demi langit yang mengandung hujan (yang kembali), dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan (yang membelah).”
Analogi Kebangkitan
- Langit yang Mengembalikan: Merujuk pada siklus air di mana uap kembali menjadi hujan.
- Bumi yang Membelah: Merujuk pada tanah yang kering kerontang, lalu membelah ketika tunas tumbuh setelah disiram hujan.
Sahabat Muslim, Allah memberikan perumpamaan ini untuk membuktikan hari kebangkitan. Sebagaimana tanah yang mati bisa hidup kembali dengan air hujan, demikian pula jasad manusia akan dibangkitkan kembali dengan kuasa Allah. Inilah logika iman yang sangat rasional yang disajikan Al-Qur’an.
6. Al-Qur’an sebagai Pemisah antara Hak dan Batil
Allah menegaskan kedudukan Al-Qur’an pada ayat 13 dan 14:
“Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan (antara yang hak dan yang batil), dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau.”
Karakteristik Firman Allah
Al-Qur’an disebut sebagai Qaulun Fasl (perkataan yang memutus). Artinya, setiap aturan, hukum, dan janji di dalamnya adalah mutlak. Ia bukan novel fiksi, bukan kumpulan mitos, dan bukan bahan candaan. Sahabat Muslim, ketika Al-Qur’an berbicara tentang kiamat, itu adalah kepastian. Ketika Al-Qur’an berbicara tentang syariat, itu adalah keadilan.
7. Tipu Daya Manusia vs Rencana Allah
Surah ini ditutup dengan pemandangan yang memberikan harapan bagi kaum mukmin yang tertindas. Allah menggambarkan bagaimana orang-orang kafir sibuk menyusun strategi untuk memadamkan cahaya Islam.
“Sesungguhnya orang-orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.” (QS. At-Tariq: 15-16).
Menanti Kemenangan Islam
Sahabat Muslim, kita tidak perlu merasa gentar dengan makar-makar orang yang membenci agama ini. Allah meminta kita untuk bersabar:
“Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir itu. Berilah penangguhan kepada mereka sedikit waktu.” (Ayat 17).
Ini adalah pesan bahwa kezaliman tidak akan berlangsung selamanya. Allah memberikan waktu kepada mereka untuk bertaubat, atau justru untuk semakin memperberat hukuman mereka kelak jika mereka terus melampaui batas.
Kesimpulan
Sahabat Muslim, mentadabburi Tafsir Surat At-Tariq: Bintang yang Menembus Kegelapan menyadarkan kita bahwa hidup ini sangatlah singkat dan terpantau dengan sangat teliti. Bintang At-Tariq di langit adalah pengingat bahwa kegelapan dunia sedahsyat apa pun pasti akan ditembus oleh cahaya keadilan Allah.
Berikut adalah beberapa poin praktis yang bisa kita terapkan:
- Meningkatkan Muraqabah: Merasa selalu diawasi oleh penjaga (malaikat) yang telah Allah tugaskan.
- Menjaga Niat: Karena “Hari Rahasia” akan tiba, pastikan setiap amal kita didasari oleh keikhlasan, bukan pencitraan.
- Optimisme dalam Ujian: Sebagaimana bumi yang membelah untuk menumbuhkan tanaman, kesulitan kita mungkin adalah jalan bagi tumbuhnya keberkahan baru.
- Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Standar: Gunakan Al-Qur’an sebagai pemisah (Fasl) dalam menentukan mana yang baik dan buruk dalam keseharian kita.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapatkan “pemeriksaan yang mudah” dan menerima catatan amal dengan tangan kanan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Dapatkan Informasi Keislaman Terpercaya Lainnya di Umroh.co
Sahabat Muslim ingin memperdalam pemahaman tentang tafsir Al-Qur’an, mencari doa-doa mustajab, atau merencanakan perjalanan ibadah yang penuh berkah? Jangan biarkan langkah hijrah Sahabat terhenti di sini.
Website Umroh.co adalah portal informasi muslim terlengkap yang menyajikan artikel-artikel berkualitas seputar kehidupan islami, tips umroh dan haji, hingga kajian mendalam tentang ayat-ayat suci Al-Qur’an.
👉 Baca Artikel Menarik Lainnya Seputar Keislaman di Umroh.co
Ayo, terus perkaya ilmu dan iman kita agar hidup menjadi lebih bermakna. Bagikan juga artikel ini kepada saudara sesama muslim agar menjadi amal jariyah bagi kita semua. Sampai jumpa di artikel penuh hikmah selanjutnya!




