7 Tips Oleh-Oleh Umrah Berkah: Anti Boros & Hati Tenang!

20 Januari 2026

5 Menit baca

Istockphoto 2153583735 612x612

​Tips Oleh-Oleh Umrah yang bijak bukan sekadar soal mencari harga termurah, melainkan tentang bagaimana kita menjaga keseimbangan antara rasa syukur, kemurahan hati, dan ketaatan agar tidak jatuh ke dalam perilaku tabzir (boros) yang bisa mengeruhkan ketenangan batin kita setelah kembali ke tanah air.

​Perjalanan Umrah adalah momen self-healing terbaik untuk jiwa kita. Di sana, kita belajar melepaskan keterikatan pada dunia. Namun, memberikan hadiah adalah sunnah yang indah untuk mempererat silaturahmi.

​Belanja sebagai Ibadah Muamalah

​Sahabat Muslim, sebelum melangkahkan kaki ke pasar di sekitar hotel atau pusat perbelanjaan di Mekkah dan Madinah, mari kita tarik napas dalam-dalam dan luruskan niat. Mengapa kita membeli oleh-oleh? Jika niatnya adalah untuk mengikuti sunnah Nabi dalam memberi hadiah (tahadu tahabbu), maka setiap riyal yang keluar akan bernilai pahala.

​Rasulullah SAW bersabda:

​”Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).

​Dengan niat yang benar, aktivitas belanja tidak lagi terasa seperti beban duniawi, melainkan bagian dari rangkaian ibadah sosial yang menyejukkan jiwa.

​7 Tips Cerdas Memilih Oleh-Oleh Umrah Tanpa Terjebak Tabzir

​Agar Sahabat tetap fokus pada tawaf dan dzikir, namun tetap bisa membawa buah tangan yang bermakna, berikut adalah panduan praktis yang bisa diterapkan:

​1. Buat Daftar Penerima dengan Skala Prioritas

​Banyak dari kita merasa cemas karena ingin memberi ke semua orang. Tenangkan hati Sahabat; rezeki dan kemampuan kita ada batasnya. Utamakan keluarga inti dan orang-orang terdekat yang banyak membantu keberangkatan Sahabat. Membatasi daftar ini adalah cara pertama untuk menghindari belanja impulsif.

​2. Pilih Barang yang Bersifat “Nafi'” (Bermanfaat)

​Islam sangat menganjurkan kita untuk menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Alih-alih membeli gantungan kunci plastik yang mungkin hanya akan berakhir di laci, pilihlah barang yang memiliki nilai guna tinggi atau nilai spiritual, seperti:

  • Air Zamzam: Hadiah paling mulia dan penuh berkah.
  • Kurma Ajwa: Selain enak, memiliki nilai kesehatan dan sejarah sesuai anjuran Nabi.
  • Sajadah atau Mushaf: Barang yang pahalanya terus mengalir saat digunakan penerimanya.

​3. Tetapkan Anggaran (Budgeting) Sejak dari Tanah Air

​Ketenangan finansial adalah bagian dari ketenangan batin. Dengan menetapkan batasan dana, Sahabat terlindungi dari rasa menyesal di kemudian hari. Ingatlah bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.

​4. Beli dalam Jumlah Secukupnya (Proporsional)

​Salah satu ciri tabzir adalah membeli sesuatu melebihi kebutuhan. Jika Sahabat tahu satu kotak kurma sudah cukup untuk satu keluarga, jangan membeli tiga kotak hanya karena “mumpung murah”. Kelebihan barang di koper juga bisa menambah beban pikiran saat di bandara.

​5. Hindari Perilaku Pamer (Riya) dalam Memilih Merk

​Terkadang kita tergoda membeli oleh-oleh bermerk mahal hanya agar dianggap “umrahnya sukses” oleh orang lain. Pilihlah barang karena kualitas dan manfaatnya, bukan karena gengsinya. Hal ini akan membuat hati Sahabat jauh lebih tenang dan rendah hati.

​6. Manfaatkan Waktu Luang, Bukan Waktu Utama Ibadah

​Jangan sampai waktu di antara adzan dan iqamah digunakan untuk menawar harga sajadah. Tips paling ampuh adalah belanja di waktu-waktu luang, misalnya setelah sarapan pagi atau saat menunggu waktu keberangkatan pulang, sehingga waktu utama Sahabat tetap untuk Allah.

​7. Berdayakan Pedagang Lokal yang Jujur

​Muamalah yang baik adalah yang saling menguntungkan. Jika Sahabat menemukan pedagang lokal yang jujur dan santun, berbelanjalah di sana. Sedikit kelebihan harga yang Sahabat bayarkan dengan niat menolong ekonomi sesama Muslim akan membawa keberkahan tersendiri.

​Memahami Bahaya Tabzir: Mengapa Allah Melarangnya?

​Sahabat Muslim yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, mari kita renungkan mengapa Islam sangat tegas soal pemborosan. Dalam Al-Quran, Allah SWT memberikan peringatan yang sangat kuat:

​”Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra: 26-27).

​Kata “saudara setan” dalam ayat ini menunjukkan betapa perilaku tabzir bisa merusak integritas spiritual kita. Dengan mengikuti Tips Oleh-Oleh Umrah yang hemat dan tepat sasaran, Sahabat sebenarnya sedang menjaga diri dari godaan setan yang ingin merusak pahala Umrah Sahabat dengan sifat sombong dan boros.

​Menjemput Keberkahan Setelah Kepulangan

​Saat nanti Sahabat membagikan oleh-oleh tersebut, lakukanlah dengan wajah yang berseri-seri. Ceritakan kebaikan-kebaikan di tanah suci tanpa harus menyombongkan diri. Oleh-oleh yang dibeli dengan penuh kesadaran dan kehati-hatian akan memancarkan energi positif kepada si penerima.

​Batin Sahabat akan merasa damai karena tahu bahwa setiap riyal yang dikeluarkan telah melalui pertimbangan iman. Inilah yang disebut dengan keberkahan rezeki; jumlahnya mungkin tidak fantastis, namun manfaat dan ketenangan yang dihasilkan sangat luar biasa.

​Kesimpulan

​Membawa pulang oleh-oleh adalah tradisi yang baik, namun jangan biarkan ia menggeser tujuan utama Sahabat ke Baitullah. Dengan merencanakan daftar penerima, menetapkan anggaran, dan memilih barang yang benar-benar bermanfaat, Sahabat telah mempraktikkan muamalah yang syar’i dan manusiawi. Keberkahan perjalanan Umrah tidak diukur dari berapa banyak koper yang Sahabat bawa pulang, melainkan dari seberapa banyak perubahan hati yang Sahabat rasakan.

​Semoga perjalanan Umrah Sahabat menjadi Umrah yang mabrur dan penuh kenangan indah yang menguatkan iman.

​Ingin mendapatkan informasi lebih lengkap tentang panduan fikih harian, inspirasi kisah-kisah Islami yang menyejukkan, atau tips persiapan Umrah lainnya?

​Yuk, temukan berbagai artikel menarik dan edukatif lainnya untuk menunjang kehidupan Muslim Sahabat hanya di umroh.co. Mari perkaya wawasan keislaman kita agar setiap langkah hidup selalu dalam lindungan cahaya-Nya.

Menurut Sahabat Muslim, barang apa yang paling berkesan saat diterima sebagai oleh-oleh Umrah? Yuk, berbagi cerita hangatmu di kolom komentar!

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

Hukum Jual Beli Hewan: 4 Hal Ini Bikin Ibadah Makin Berkah!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

21 Januari 2026

4 Hukum Jual Beli Hewan: Rahasia Hobi Jadi Berkah & Tenang!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

5 Doa Keberkahan Rezeki Agar Lelahmu Berbuah Surga, Cek!

​Doa Keberkahan Rezeki adalah kunci utama yang akan mengubah setiap lelah Sahabat Muslim menjadi lillah, sehingga apa pun yang kita dapatkan hari ini terasa ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

3 Rahasia Bisnis Tiket Pesawat Islam: Jujur & Pasti Berkah!

​Bisnis Tiket Pesawat Islam adalah peluang usaha yang sangat mulia jika dijalankan dengan landasan kejujuran dan transparansi, terutama bagi Sahabat Muslim yang ingin membantu ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

2 Jenis Akad Mudharabah Ini Bikin Investasi Kamu Lebih Tenang!

​Jenis Akad Mudharabah adalah fondasi utama bagi siapa saja yang ingin menjalankan investasi syariah dengan prinsip bagi hasil yang adil dan transparan. Mudharabah sendiri ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

Nikah Pakai Hafalan Surat? Cek 3 Syarat Mahar Jasa Ini!

​Mahar Jasa dalam Islam merupakan salah satu bentuk kemudahan yang Allah berikan agar ikatan suci pernikahan tidak terhalang oleh beratnya beban materi semata. Pernahkah ... Read more