Pake Paylater? Cek 5 Hukum Paylater Islam Ini Biar Berkah!

16 Januari 2026

5 Menit baca

Daniel thomas WmsFE6YhYIM unsplash

​Pernahkah Sahabat Muslim merasa sedikit gelisah atau muncul rasa tidak tenang di hati sesaat setelah menekan tombol “konfirmasi” pada fitur beli sekarang bayar nanti di aplikasi belanja kesayangan?

Hukum Paylater Islam menjadi topik yang sangat penting untuk kita selami bersama, bukan sekadar untuk mencari tahu boleh atau tidaknya, melainkan sebagai bentuk self-healing finansial agar setiap transaksi yang kita lakukan membawa kedamaian jiwa dan bukan beban pikiran di kemudian hari.

​Kita hidup di zaman yang serba cepat, di mana keinginan sering kali mendahului kemampuan. Namun, Islam adalah agama yang sangat menyayangi hamba-Nya. Aturan-aturan dalam muamalah hadir sebagai pagar pelindung agar kita tidak terperosok ke dalam lubang kecemasan akibat jeratan utang yang tidak sehat. Mari kita berbincang santai dari hati ke hati mengenai bagaimana perspektif syariah memandang fitur yang satu ini.

​Memahami Esensi Paylater: Utang atau Jual Beli?

​Sahabat Muslim, secara teknis, fitur paylater adalah bentuk talangan dana. Pihak penyedia jasa membayar terlebih dahulu belanjaan kita kepada penjual, lalu kita berkewajiban membayarnya kembali kepada penyedia jasa tersebut di kemudian hari. Dalam literatur fikih, ini bisa masuk ke dalam akad Qardh (pinjaman) atau Bai’ Bithaman Ajil (jual beli dengan cicilan).

​Namun, yang membuat hukumnya menjadi dinamis adalah rincian kesepakatan di dalamnya. Allah SWT telah memberikan panduan yang begitu indah dalam Al-Qur’an:

“…Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS. Al-Baqarah: 275)

​Ayat ini adalah pengingat bahwa tidak semua tambahan nilai dalam transaksi itu diperbolehkan. Kita perlu lebih teliti melihat apakah ada unsur “kelebihan” yang dipersyaratkan yang menjurus pada riba.

​Kapan Paylater Menjadi Masalah dalam Islam?

​Sebagai seorang Muslim yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, kita perlu memahami bahwa ada beberapa “lampu merah” yang harus kita perhatikan saat menggunakan fitur ini. Ketenangan batin kita seringkali terganggu saat kita masuk ke area yang abu-abu (syubhat).

​1. Unsur Bunga (Interest)

​Jika dalam fitur paylater tersebut terdapat persentase bunga yang ditambahkan dari harga asli barang hanya karena kita menunda pembayaran, maka ini adalah bentuk riba yang jelas. Riba bukan hanya soal angka, tapi soal hilangnya keberkahan yang bisa membuat hati kita merasa selalu kekurangan.

​2. Denda Keterlambatan yang Menggulung

​Banyak fitur paylater mengenakan denda jika kita telat membayar. Dalam perspektif syariah, denda keterlambatan yang bersifat profit bagi penyedia jasa seringkali dianggap sebagai riba jahiliyah. Hal inilah yang paling sering menjadi sumber stres dan merusak proses self-healing ekonomi kita.

​3. Biaya Administrasi yang Tidak Wajar

​Biaya admin diperbolehkan selama jumlahnya tetap (fixed) dan benar-benar mencerminkan biaya operasional riil, bukan persentase dari nilai pinjaman yang terselubung sebagai keuntungan bunga.

​Bagaimana Cara Menggunakan Paylater Agar Tetap Berkah?

​Sahabat Muslim, ada beberapa skema paylater yang saat ini berusaha menyesuaikan dengan prinsip syariah. Berikut adalah syarat-syarat agar hati kita bisa lebih tenang saat menggunakannya:

  • Tanpa Bunga (0% Interest): Pastikan tidak ada tambahan biaya selain harga asli barang.
  • Akad yang Jelas: Menggunakan akad Murabahah (jual beli dengan margin keuntungan yang disepakati di awal) di mana penyedia jasa membeli barang tersebut terlebih dahulu lalu menjualnya kepada kita dengan harga cicilan yang tetap.
  • Tujuan yang Mendesak: Gunakan hanya untuk kebutuhan yang benar-benar penting, bukan sekadar mengikuti tren atau gaya hidup konsumtif.

​Rasulullah SAW memberikan pengingat yang menyentuh hati tentang utang:

“Jiwa seorang mukmin itu tergantung karena hutangnya sampai hutang itu dilunasi.” (HR. Tirmidzi)

​Hadis ini mengajarkan kita untuk selalu waspada. Kemerdekaan jiwa kita di akhirat nanti sangat bergantung pada bagaimana kita menyelesaikan urusan harta di dunia.

​5 Tips Menjaga Ketenangan Hati dari Jeratan Paylater

​Agar Sahabat Muslim bisa tetap merasa tenang dan tidak terbebani secara spiritual maupun finansial, cobalah terapkan langkah-langkah self-healing finansial berikut ini:

  1. Evaluasi Niat: Sebelum “Checkout”, tanyakan pada hati terdalam: “Apakah saya benar-benar butuh, atau hanya ingin pengakuan?”
  2. Ukur Kemampuan: Pastikan cicilan tidak lebih dari 10% dari penghasilan agar tidak mengganggu kedamaian rumah tangga.
  3. Baca Syarat dan Ketentuan: Jangan malas membaca fine print. Ketelitian adalah bentuk penjagaan diri dari hal yang haram.
  4. Segerakan Pelunasan: Jangan menunggu jatuh tempo. Membayar lebih awal memberikan rasa lega dan plong di dada.
  5. Perbanyak Istighfar dan Sedekah: Jika pernah terjerumus, segeralah bertaubat dan bersihkan harta dengan sedekah. Sedekah adalah “deterjen” bagi kotoran rezeki kita.

​Menjaga Keberkahan di Era Digital

​Mengetahui Hukum Paylater Islam membantu kita untuk lebih bijak. Kita tidak perlu anti-teknologi, tapi kita harus memiliki “filter” iman. Hidup yang tenang bukan didapat dari seberapa banyak barang yang bisa kita cicil, tapi dari seberapa bersih harta yang kita bawa pulang untuk keluarga.

​Ingatlah, Sahabat Muslim, rezeki kita sudah tertulis rapi di langit. Menjemputnya dengan cara yang benar akan mendatangkan ketenangan yang tidak bisa dibeli dengan fasilitas paylater mana pun. Kepasrahan total kepada Allah (Tawakkal) setelah ikhtiar yang halal adalah puncak dari kesehatan mental seorang mukmin.

​Kesimpulan

​Memahami aturan syariat dalam transaksi modern seperti paylater adalah langkah nyata untuk menjaga kesucian hati. Dengan menghindari riba dan denda yang menjebak, kita sedang membebaskan diri dari belenggu kecemasan finansial. Mari kita jadikan setiap aktivitas ekonomi kita sebagai jalan untuk lebih dekat kepada-Nya, bukan justru menjauh.

​Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap keputusan finansial kita agar selalu penuh berkah dan membawa ketenangan batin yang hakiki. Amin.

​Ingin mendapatkan lebih banyak wawasan seputar gaya hidup muslim, panduan muamalah harian yang menyejukkan hati, atau tips persiapan ibadah umroh agar semakin bermakna? Yuk, perkaya pengetahuan keislaman Sahabat dengan membaca berbagai artikel inspiratif lainnya di umroh.co. Temukan segala bimbingan spiritual yang akan membimbing langkah Sahabat Muslim menuju kehidupan yang lebih berkah, tenang, dan penuh cahaya!

Semoga artikel ini bermanfaat dan membawa kedamaian bagi Sahabat Muslim sekalian.

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

Hukum Jual Beli Hewan: 4 Hal Ini Bikin Ibadah Makin Berkah!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

21 Januari 2026

4 Hukum Jual Beli Hewan: Rahasia Hobi Jadi Berkah & Tenang!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

5 Doa Keberkahan Rezeki Agar Lelahmu Berbuah Surga, Cek!

​Doa Keberkahan Rezeki adalah kunci utama yang akan mengubah setiap lelah Sahabat Muslim menjadi lillah, sehingga apa pun yang kita dapatkan hari ini terasa ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

3 Rahasia Bisnis Tiket Pesawat Islam: Jujur & Pasti Berkah!

​Bisnis Tiket Pesawat Islam adalah peluang usaha yang sangat mulia jika dijalankan dengan landasan kejujuran dan transparansi, terutama bagi Sahabat Muslim yang ingin membantu ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

2 Jenis Akad Mudharabah Ini Bikin Investasi Kamu Lebih Tenang!

​Jenis Akad Mudharabah adalah fondasi utama bagi siapa saja yang ingin menjalankan investasi syariah dengan prinsip bagi hasil yang adil dan transparan. Mudharabah sendiri ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

Nikah Pakai Hafalan Surat? Cek 3 Syarat Mahar Jasa Ini!

​Mahar Jasa dalam Islam merupakan salah satu bentuk kemudahan yang Allah berikan agar ikatan suci pernikahan tidak terhalang oleh beratnya beban materi semata. Pernahkah ... Read more