Thrifting Halal? Simak 5 Aturan Hukum Thrifting Islam Terbaru!

16 Januari 2026

5 Menit baca

Xinying lin fB9S Mh7CX0 unsplash

​Hukum Thrifting Islam sebenarnya adalah sebuah oase bagi kita yang ingin tampil bersahaja namun tetap modis, karena Islam sangat menjunjung tinggi prinsip kesederhanaan dan pencegahan terhadap sifat boros. Mengetahui bahwa setiap rupiah yang kita keluarkan untuk barang bekas tetap berada di jalur rida-Nya adalah bentuk self-healing finansial, karena hati yang tenang adalah kunci utama dari kebahagiaan saat menggunakan apa yang kita miliki.

​Di tengah gempuran konsumerisme modern, memilih barang bekas bukan sekadar soal gaya hidup, melainkan sebuah pernyataan bahwa kita menghargai apa yang sudah ada dan tidak terjebak dalam perlombaan pamer kemewahan. Mari kita tarik napas dalam-dalam, tenangkan pikiran, dan bahas bersama bagaimana Islam memandang praktik thrifting ini dengan cara yang humanistis dan mencerahkan batin.

​Mengapa Thrifting Selaras dengan Nilai Islam?

​Sahabat Muslim, dalam kacamata iman, segala sesuatu yang kita gunakan akan dimintai pertanggungjawabannya. Islam sangat membenci sifat tabdzir (boros) dan israf (berlebih-lebihan). Dengan membeli barang bekas yang masih layak pakai, kita sebenarnya sedang mempraktikkan gaya hidup berkelanjutan yang sangat dianjurkan.

​Allah SWT berfirman mengenai larangan berlebih-lebihan:

“…Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

​Membeli barang bekas yang berkualitas daripada terus-menerus membeli barang baru yang belum tentu dibutuhkan adalah langkah cerdas untuk menjaga keseimbangan alam dan dompet kita. Ini adalah bentuk syukur atas nikmat yang masih bisa dimanfaatkan kembali.

​5 Aturan Utama Hukum Thrifting Islam Agar Batin Tenang

​Agar aktivitas belanja Sahabat Muslim menjadi ibadah yang menenangkan, mari kita perhatikan beberapa poin krusial yang dirumuskan oleh para ulama muamalah:

​1. Kejelasan Asal-Usul Barang (Bebas dari Ghashab)

​Poin paling mendasar adalah memastikan barang tersebut bukan hasil curian atau diambil secara zalim. Meskipun kita sulit melacak sejarah setiap potong baju, pilihlah penjual (thrifting shop) yang memiliki kredibilitas dan jujur. Jika ada kecurigaan kuat bahwa barang tersebut didapat dengan cara yang tidak benar, sebaiknya hindari demi menjaga kesucian harta kita.

​2. Transparansi Mengenai Cacat Barang

​Dalam Islam, kejujuran penjual adalah syarat mutlak keberkahan. Sebagai pembeli, Sahabat berhak tahu jika ada noda, lubang kecil, atau kancing yang hilang. Rasulullah SAW bersabda:

“Dua orang yang melakukan jual beli memiliki hak khiyar (memilih) selama mereka belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menjelaskan (cacat barang), maka jual beli mereka diberkahi…” (HR. Bukhari dan Muslim)

​3. Menjaga Kebersihan dan Taharah

​Membeli baju bekas orang lain tentu membuat kita berpikir tentang aspek najis. Namun, jangan biarkan ini menjadi beban pikiran yang berlebihan. Cukup cuci barang tersebut sesuai kaidah pencucian yang benar (tiga kali bilasan atau hingga hilang warna, bau, dan rasanya jika ada indikasi najis). Setelah bersih, barang tersebut suci kembali dan Sahabat bisa memakainya untuk shalat dengan tenang.

​4. Menghindari Fanatisme Terhadap Merek (Kekosongan Makna)

​Thrifting menjadi tidak sehat bagi jiwa jika tujuannya hanya untuk pamer merek terkenal agar dipuji manusia (riya’). Gunakanlah pakaian bekas karena fungsinya dan karena niat ingin berhemat. Hati yang tenang tidak bergantung pada label di kerah baju, melainkan pada ketulusan niat di dalam dada.

​5. Mematuhi Aturan Ulil Amri (Pemerintah)

​Di beberapa negara, ada aturan khusus mengenai impor pakaian bekas untuk melindungi industri lokal atau kesehatan masyarakat. Sebagai Muslim, menaati aturan pemerintah yang membawa maslahat adalah bagian dari ketaatan. Pastikan Sahabat mendukung ekosistem thrifting yang legal dan tidak merugikan orang banyak.

​Thrifting sebagai Sarana Self-Healing dan Zuhud

​Mungkin Sahabat Muslim bertanya, bagaimana belanja barang bekas bisa menjadi penyembuhan diri? Sebenarnya, thrifting mengajarkan kita sifat Zuhud—tidak terlalu terikat dengan dunia.

  • Melepaskan Gengsi: Saat kita nyaman memakai barang bekas, kita sedang membebaskan diri dari tekanan sosial untuk selalu terlihat sempurna dengan barang mahal.
  • Menemukan Kegembiraan dalam Hal Sederhana: Ada sensasi “berburu harta karun” yang menyenangkan saat menemukan barang bagus di tumpukan baju bekas, yang bisa memberikan kegembiraan tulus tanpa harus menguras tabungan.
  • Empati Lingkungan: Mengetahui bahwa kita menyelamatkan sepotong pakaian dari tempat pembuangan sampah memberikan rasa damai karena kita telah berbuat baik bagi bumi ciptaan Allah.

​Tips Bijak Berbelanja Thrifting ala Sahabat Muslim

​Agar tetap konsisten di jalur keberkahan, berikut tips praktis untuk Sahabat:

  • Niatkan untuk Berhemat: Simpan selisih uang yang Sahabat hemat untuk sedekah atau menabung biaya Umrah.
  • Teliti Sebelum Membeli: Jangan sampai karena harga murah, Sahabat membeli barang yang akhirnya tidak terpakai (menjadi mubazir).
  • Cuci Segera: Jadikan ritual mencuci barang thrifting sebagai simbol membersihkan energi lama dan memulai lembaran baru yang suci.

​Kesimpulan

​Memahami Hukum Thrifting Islam menyadarkan kita bahwa agama ini sangat fleksibel dan mencintai kemudahan. Menggunakan barang bekas yang didapat dengan cara yang halal, jujur, dan tetap menjaga kebersihan adalah pilihan mulia. Keberkahan sebuah pakaian bukan terletak pada baru atau lamanya, melainkan pada apakah pakaian tersebut digunakan untuk menutup aurat dan beribadah kepada Allah dengan hati yang rida.

​Mari kita hargai setiap rezeki yang sampai ke tangan kita, meski itu melalui tangan orang lain sebelumnya. Karena pada akhirnya, yang paling berharga di sisi Allah adalah ketakwaan kita, bukan kain yang melekat di badan.

​Ingin mendapatkan lebih banyak wawasan tentang fiqh harian yang menyejukkan hati, panduan gaya hidup Muslim yang berkah, atau informasi persiapan umroh agar perjalanan spiritual Sahabat semakin tenang dan bermakna? Yuk, perkaya wawasan keislaman Sahabat dengan membaca berbagai artikel inspiratif lainnya di umroh.co. Temukan segala bimbingan spiritual yang akan menuntun langkah Sahabat Muslim menuju kehidupan yang lebih tenang, kaffah, dan penuh cahaya rida-Nya!

Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi setiap langkah dan apa yang kita kenakan. Amin.

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

Hukum Jual Beli Hewan: 4 Hal Ini Bikin Ibadah Makin Berkah!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

21 Januari 2026

4 Hukum Jual Beli Hewan: Rahasia Hobi Jadi Berkah & Tenang!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

5 Doa Keberkahan Rezeki Agar Lelahmu Berbuah Surga, Cek!

​Doa Keberkahan Rezeki adalah kunci utama yang akan mengubah setiap lelah Sahabat Muslim menjadi lillah, sehingga apa pun yang kita dapatkan hari ini terasa ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

3 Rahasia Bisnis Tiket Pesawat Islam: Jujur & Pasti Berkah!

​Bisnis Tiket Pesawat Islam adalah peluang usaha yang sangat mulia jika dijalankan dengan landasan kejujuran dan transparansi, terutama bagi Sahabat Muslim yang ingin membantu ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

2 Jenis Akad Mudharabah Ini Bikin Investasi Kamu Lebih Tenang!

​Jenis Akad Mudharabah adalah fondasi utama bagi siapa saja yang ingin menjalankan investasi syariah dengan prinsip bagi hasil yang adil dan transparan. Mudharabah sendiri ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

Nikah Pakai Hafalan Surat? Cek 3 Syarat Mahar Jasa Ini!

​Mahar Jasa dalam Islam merupakan salah satu bentuk kemudahan yang Allah berikan agar ikatan suci pernikahan tidak terhalang oleh beratnya beban materi semata. Pernahkah ... Read more