Kriteria Hijab Syar’i adalah kunci utama bagi Sahabat Muslim yang ingin merasakah ketenangan batin sekaligus menjaga kehormatan diri sesuai tuntunan Allah SWT. Pernahkah Sahabat Muslim berdiri di depan cermin, merasa pakaian sudah cukup tertutup, namun hati masih bertanya-tanya, “Apakah penampilanku ini sudah benar-benar diridhai-Nya?” Kegelisahan ini sebenarnya adalah tanda cinta Allah yang sedang memanggil Sahabat untuk melangkah lebih dekat menuju fitrah yang sejati.
Memilih pakaian bukan sekadar urusan memadupadankan warna, tapi tentang bagaimana kita membawa diri sebagai representasi keindahan Islam. Mari kita bedah bersama, dengan hati yang lapang, bagaimana sebenarnya batasan hijab yang membawa keteduhan ini.
Mengapa Hijab Syar’i Menjadi Penyejuk Hati?
Sebelum masuk ke teknis, mari kita peluk niat kita terlebih dahulu. Hijab bukan hanya selembar kain, ia adalah “pelukan” Allah untuk menjaga hamba-Nya yang berharga. Ketika kita memahami batasan yang benar, ada rasa aman dan damai (self-healing) yang tidak bisa dibeli dengan pengakuan manusia.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 59:
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ayat ini adalah bukti bahwa hijab hadir untuk melindungi, bukan membebani.
7 Kriteria Hijab Syar’i Menurut Al-Qur’an dan Sunnah
Agar Sahabat Muslim tidak lagi ragu, berikut adalah batasan-batasan yang telah ditetapkan secara jelas namun tetap memberikan ruang bagi kita untuk tampil rapi:
1. Menutup Seluruh Tubuh (Kecuali Wajah dan Telapak Tangan)
Inilah fondasi utamanya. Batasan ini mencakup seluruh anggota badan. Sahabat bisa tetap terlihat elegan dengan tunik panjang atau gamis yang menutup hingga ke kaki. Pastikan tidak ada helai rambut yang mengintip dari balik khimar, ya.
2. Bukan Berfungsi Sebagai Perhiasan (Zinah)
Tujuan hijab adalah untuk menyembunyikan keindahan (perhiasan) dari pandangan yang bukan mahram. Maka, pilihlah warna-warna yang menenangkan, bukan warna yang sangat mencolok (fosfor) atau hiasan yang berlebihan hingga mengundang perhatian orang secara tidak wajar.
3. Kain yang Tebal dan Tidak Transparan
Pernah mendengar istilah “berpakaian tapi telanjang”? Rasulullah SAW memperingatkan hal ini dalam sebuah hadits:
“Akan ada pada akhir umatku nanti, wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang… mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya.” (HR. Muslim).
Pilihlah bahan kain yang memiliki serat rapat, sehingga warna kulit atau lekuk bayangan tubuh tidak terlihat saat Sahabat Muslim berada di bawah cahaya matahari.
4. Longgar dan Tidak Membentuk Lekuk Tubuh
Inilah seni dalam berpakaian syar’i. Syariat meminta kita menggunakan pakaian yang fadh-fadh (longgar). Hindari pakaian yang terlalu ketat (press body) karena hal itu justru menonjolkan apa yang seharusnya kita jaga. Gamis dengan potongan A-line atau oversized outer bisa menjadi pilihan modis yang sangat aman.
5. Tidak Diberi Wangi-wangian yang Menyengat
Wangi itu sunnah, tapi ada batasannya bagi Muslimah saat keluar rumah. Gunakanlah wewangian yang cukup untuk menghilangkan bau badan, namun tidak sampai aromanya tercium oleh lelaki yang berpapasan di jalan. Biarlah keharuman kita menjadi rahasia indah di rumah bersama keluarga.
6. Tidak Menyerupai Pakaian Laki-laki
Islam menjaga identitas fitrah kita sebagai wanita yang lembut. Hindari potongan pakaian yang sengaja dibuat menyerupai gaya berpakaian lelaki. Sahabat tetap bisa aktif bergerak dengan kulot lebar atau rok celana yang tetap memancarkan sisi feminin seorang Muslimah.
7. Bukan Pakaian Syuhrah (Mencari Popularitas)
Pakaian syuhrah adalah pakaian yang dipakai dengan maksud agar menjadi pusat perhatian karena kemewahannya yang sangat berlebihan atau justru karena kesengajaan tampil sangat lusuh demi dianggap zuhud. Kriteria hijab syar’i yang benar adalah yang wajar, bersih, rapi, dan rendah hati.
Tips Tetap Modis Tanpa Keluar Jalur Syariat
Sahabat Muslim, menjadi syar’i bukan berarti kita tidak boleh tampil cantik. Cantiklah di hadapan Allah dengan cara yang benar. Berikut tips sederhananya:
- Bermain di Tekstur dan Layering: Gunakan kain dengan tekstur yang menarik atau teknik tumpuk (layering) yang elegan.
- Pilih Warna Earth Tone: Warna seperti cokelat susu, hijau olive, atau abu-abu memberikan kesan teduh dan modern.
- Aksesoris Minimalis: Gunakan bros kecil atau tas yang senada untuk mempermanis penampilan tanpa harus berlebihan.
Kesimpulan
Memahami kriteria hijab syar’i adalah perjalanan panjang untuk mencintai diri sendiri dengan cara yang Allah sukai. Saat Sahabat Muslim memutuskan untuk berpakaian sesuai syariat, Sahabat sebenarnya sedang memberikan pesan kepada dunia bahwa kehormatan Sahabat sangatlah mahal. Tak perlu terburu-buru, mulailah selangkah demi selangkah. Allah melihat setiap usaha kecilmu untuk taat.
Semoga artikel ini bisa menjadi pelipur lara dan penguat langkah Sahabat Muslim semua. Ingatlah, pakaian yang paling indah adalah ketakwaan.
Ingin tahu lebih banyak tentang tips kehidupan Muslim dan panduan ibadah lainnya? Jangan berhenti di sini! Temukan beragam inspirasi seputar dunia Islam, tips rumah tangga muslimah, hingga informasi terbaru mengenai perjalanan ibadah di website umroh.co. Mari bersama-sama memperkaya ilmu agar setiap langkah kita selalu dalam rida-Nya.
Yuk, baca artikel menarik lainnya di umroh.co sekarang juga!





