Hukum Mencabut Alis dan menyambung rambut menjadi topik yang sangat penting untuk dipahami oleh Sahabat Muslim yang ingin tetap tampil menawan tanpa kehilangan keberkahan dari Sang Pencipta.
Pernahkah Sahabat Muslim berdiri di depan cermin, merasa ada yang kurang dengan bentuk alis atau ketebalan rambut, lalu terbersit keinginan untuk mengubahnya demi mengikuti tren kecantikan masa kini? Kegelisahan ini sebenarnya adalah bentuk rasa sayang Allah kepada Sahabat, sebuah pengingat agar kita kembali memeluk fitrah dan mensyukuri mahakarya-Nya yang paling sempurna, yaitu diri kita sendiri.
Menerima diri apa adanya adalah bentuk self-healing yang paling jujur. Saat kita berhenti mengejar standar kecantikan manusia yang terus berubah, hati akan menemukan ketenangan yang tak ternilai.
Mengapa Kita Sering Tergoda Mengubah Ciptaan-Nya?
Sahabat Muslim, mari kita bicara dari hati ke hati. Kita hidup di era di mana “kesempurnaan fisik” dipuja sedemikian rupa melalui layar ponsel. Melihat alis yang simetris atau rambut yang panjang menjuntai di media sosial sering kali memicu rasa insecure. Namun, perlu kita renungkan, apakah kecantikan yang didapat dengan mengubah ciptaan-Nya akan benar-benar memberikan kebahagiaan yang abadi?
Islam mengajarkan bahwa setiap helai rambut dan setiap lekuk wajah kita adalah amanah. Allah SWT berfirman tentang godaan setan yang ingin menyesatkan manusia dengan cara mengubah ciptaan-Nya:
“…dan akan aku (setan) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya.” (QS. An-Nisa: 119).
Ayat ini menjadi pengingat bagi kita agar tidak terjebak dalam tipu daya yang membuat kita tidak puas dengan pemberian Allah yang sudah sangat baik.
Memahami Larangan Namash (Mencabut Alis)
Dalam literatur fikih, tindakan mencabut atau mencukur alis untuk tujuan kecantikan disebut dengan Namash. Ini adalah salah satu hal yang dilarang secara tegas dalam syariat.
Mengapa Dilarang?
Larangan ini bukan untuk membatasi ruang gerak wanita, melainkan untuk menjaga orisinalitas wajah manusia. Rasulullah SAW memberikan peringatan yang cukup keras mengenai hal ini agar kita benar-benar waspada.
Dalam hadits shahih, Abdullah bin Mas’ud RA berkata:
“Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan yang minta disambung rambutnya, wanita yang mencabut alis (al-namishah) dan yang minta dicabut alisnya (al-mutanammishah), serta wanita yang merenggangkan gigi untuk kecantikan, yang mereka itu mengubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari no. 5931 dan Muslim no. 2125).
Batasan yang Perlu Sahabat Muslim Tahu
Para ulama memberikan sedikit pengecualian dalam kondisi tertentu yang bersifat medis atau darurat. Misalnya, jika ada rambut yang tumbuh di luar area alis yang sangat mengganggu penglihatan atau menyebabkan sakit, maka membersihkannya diperbolehkan. Namun, jika tujuannya hanya untuk mengikuti tren “alis tipis” atau “alis melengkung sempurna”, di situlah letak larangannya.
Larangan Washl (Menyambung Rambut)
Selain alis, menyambung rambut atau Washl juga menjadi hal yang sering dilakukan demi penampilan. Baik itu menggunakan rambut manusia asli, rambut hewan, maupun bahan sintetis yang menyerupai rambut.
Mengapa Menyambung Rambut Dilarang?
Larangan ini berkaitan dengan unsur penipuan (tadlis). Menyambung rambut memberikan kesan bahwa seseorang memiliki rambut yang indah dan panjang, padahal itu bukan miliknya. Islam sangat menjunjung tinggi kejujuran, bahkan dalam penampilan fisik.
Sebuah kisah dalam hadits menceritakan:
Seorang wanita datang kepada Nabi SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya anak perempuanku terkena penyakit campak hingga rambutnya rontok, dan aku ingin menikahkannya. Bolehkah aku menyambung rambutnya?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan yang minta disambung rambutnya.'” (HR. Bukhari no. 5934).
Bayangkan Sahabat, bahkan dalam kondisi hendak menikah sekalipun, Rasulullah tetap melarangnya demi menjaga kemurnian syariat.
3 Rahasia Cantik yang Justru Mendatangkan Rida Allah
Sahabat Muslim, jangan berkecil hati. Islam tidak melarang kita tampil cantik. Justru, ada cara cantik yang jauh lebih elegan dan berpahala:
- Cantik dengan Kebersihan: Pastikan kulit dan rambut Sahabat selalu bersih dan terawat. Menggunakan minyak rambut atau skincare yang halal untuk menjaga kesehatan kulit adalah hal yang dianjurkan.
- Cantik dengan Akhlak (Inner Beauty): Alis yang dicabut mungkin akan hilang seiring waktu, tapi senyum yang tulus dan tutur kata yang lembut akan menetap di hati orang lain selamanya.
- Cantik dengan Kerapian: Sahabat tetap boleh merapikan rambut atau wajah dengan cara yang tidak mengubah bentuk dasar. Misalnya, menyisir rambut dengan rapi atau menggunakan pelembap agar tidak kusam.
Menemukan Kedamaian dalam Kesederhanaan
Menerima bentuk wajah yang Allah berikan adalah langkah awal menuju kebahagiaan mental. Saat Sahabat berhenti membandingkan diri dengan orang lain, Sahabat akan menyadari bahwa Allah menciptakan Sahabat dengan penuh cinta dan tujuan.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4).
Setiap kali Sahabat merasa ingin mencabut alis atau menyambung rambut, cobalah untuk berbisik pada diri sendiri: “Aku berharga karena aku adalah hamba-Nya, bukan karena bentuk alisku.” Kalimat sederhana ini bisa menjadi obat penenang saat godaan lingkungan mulai terasa berat.
Kesimpulan
Memahami Hukum Mencabut Alis dan menyambung rambut adalah bukti cinta kita kepada syariat. Kecantikan fisik akan memudar dimakan usia, namun kecantikan iman akan terus bersinar hingga ke surga. Mari kita jadikan wajah kita sebagai cerminan ketaatan kepada Allah SWT. Tetaplah tampil rapi dan bersih, namun jangan pernah mengorbankan rida-Nya demi pujian manusia yang fana.
Semoga penjelasan ini memberikan keteduhan bagi hati Sahabat Muslim yang sedang berusaha untuk istiqomah. Percayalah, Sahabat jauh lebih cantik saat Sahabat taat.
Ingin mendalami lebih banyak tentang fikih wanita, tips kecantikan sesuai sunnah, hingga panduan ibadah yang menenangkan jiwa?
Jangan biarkan rasa ingin tahumu berhenti di sini! Temukan berbagai artikel inspiratif lainnya, jawaban atas problematika muslimah masa kini, hingga informasi lengkap seputar kehidupan beragama di website umroh.co. Mari bersama-sama memperkaya ilmu agar setiap jengkal aktivitas kita selalu bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Yuk, jelajahi artikel menarik lainnya di umroh.co sekarang juga!





