5 Aturan Hukum Memakai Softlens: Tetap Cantik & Tenang!

22 Januari 2026

5 Menit baca

Oliver olah sBTHZ7nbe38 unsplash (1)

​Hukum Memakai Softlens pada dasarnya diperbolehkan dalam Islam selama tujuannya adalah untuk kesehatan atau mempercantik diri (berhias) dalam batasan yang wajar dan tidak melanggar syariat.

Pernahkah Sahabat Muslim merasa lelah memakai kacamata yang berat atau merasa ingin memberikan sentuhan warna berbeda pada mata agar terlihat lebih cerah saat bercermin? Rasa ingin tampil lebih baik itu sangat manusiawi, karena Allah SWT menyukai keindahan, asalkan kita tahu di mana batasannya agar hati tetap merasa damai dan tidak terjebak dalam rasa tidak syukur (insecure).

​Memahami aturan fikih tentang penggunaan lensa kontak ini bukan hanya soal “boleh atau tidak”, tapi tentang bagaimana kita merawat titipan Allah dengan cara yang paling Dia ridhai. Mari kita pelajari panduan mendalam ini sebagai bentuk self-healing agar Sahabat bisa tampil percaya diri tanpa rasa was-was.

​Mata: Amanah Indah dari Sang Pencipta

​Sebelum masuk ke poin hukum, mari kita tarik napas dalam-dalam dan syukuri kedua mata yang kita miliki. Mata adalah jendela dunia yang memungkinkan kita membaca Al-Qur’an dan melihat kebesaran Allah. Merawatnya, baik dengan bantuan medis maupun menjaga estetikanya, adalah bagian dari menjaga amanah tersebut.

​Allah SWT berfirman:

“Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,” (QS. Al-Balad: 8).

​Karena ini adalah titipan, maka cara kita memperlakukannya—termasuk memasang lensa kontak—harus selaras dengan keinginan Sang Pemiliknya.

​Mengenal 2 Sisi Hukum Memakai Softlens

​Para ulama membagi penggunaan softlens ini ke dalam dua kategori besar. Yuk, kita lihat Sahabat ada di kategori yang mana:

​1. Untuk Tujuan Medis (Bantuan Penglihatan)

​Jika Sahabat memiliki mata minus, plus, atau silinder, maka menggunakan softlens hukumnya sangat dibolehkan. Ini termasuk dalam kategori hajat (kebutuhan) untuk membantu aktivitas ibadah dan keseharian. Bahkan, jika kacamata dirasa mengganggu pekerjaan, beralih ke softlens adalah solusi yang bijak.

​2. Untuk Tujuan Kecantikan (Berhias)

​Nah, kalau tujuannya murni untuk gaya atau mengubah warna mata, para ulama (seperti Syaikh Bin Baz dan ulama lainnya) memperbolehkannya dengan syarat yang ketat. Kuncinya adalah tidak berlebihan dan tidak bermaksud menipu atau mengubah ciptaan Allah secara permanen.

​5 Syarat Agar Penggunaan Softlens Bernilai Ibadah

​Agar Sahabat Muslim tetap tenang dan tidak melanggar aturan, perhatikan 5 poin penting berikut ini:

​1. Tidak Menimbulkan Bahaya (Dharar)

​Ini adalah aturan terpenting. Jika mata Sahabat sensitif dan sering iritasi atau luka karena pemakaian softlens, maka hukumnya bisa menjadi makruh atau haram. Islam sangat melarang kita menyakiti diri sendiri.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.” (HR. Ibnu Majah).

​2. Bukan untuk Menipu (Tadlis)

​Softlens warna tidak boleh digunakan untuk menipu calon suami atau orang lain mengenai warna asli mata kita. Misalnya, saat ta’aruf, ada baiknya Sahabat tampil natural atau jujur jika menggunakan lensa kontak warna agar tidak ada rasa kecewa di kemudian hari.

​3. Tidak Berlebihan (Israf)

​Membeli softlens dengan harga yang sangat mahal hanya karena merek atau tren koleksi warna-warni yang tidak perlu bisa jatuh ke dalam perilaku boros. Allah tidak menyukai hamba-Nya yang berlebihan dalam membelanjakan harta untuk hal yang kurang bermanfaat.

​4. Tidak Menyerupai Mata Hewan (Tasyabbuh)

​Pilihlah warna yang natural atau masih dalam batas kewajaran mata manusia (seperti cokelat, hitam, atau abu-abu gelap). Hindari menggunakan softlens yang motifnya aneh atau menyerupai mata hewan atau karakter fiksi, karena hal ini menghilangkan martabat kemuliaan manusia sebagai ciptaan terbaik.

​5. Digunakan di Hadapan Mahram

​Bagi Sahabat Muslimah, jika menggunakan softlens warna yang sangat mencolok hingga menambah kecantikan secara drastis, sebaiknya digunakan di rumah atau di hadapan mahram saja agar tidak menjadi fitnah (tabarruj) di khalayak umum.

​Softlens dan Sahnya Wudhu: Perlu Copot Nggak Ya?

​Ini pertanyaan yang sering banget ditanyakan Sahabat Muslim. Secara fikih, wudhu itu mewajibkan air sampai ke anggota wudhu yang nampak, yaitu wajah. Karena softlens berada di dalam kelopak mata (area basah di bola mata), maka wudhu tetap sah meskipun Sahabat memakainya. Air tidak wajib membasahi bola mata bagian dalam.

​Namun, demi kesehatan mata, ada baiknya Sahabat melepasnya saat tidur atau jika mata terasa kering setelah wudhu, agar mata tetap mendapatkan hidrasi alami yang Allah ciptakan.

​Mengatasi Rasa Insecure Melalui Rasa Syukur

​Sahabat Muslim, terkadang keinginan mengganti warna mata muncul karena kita merasa “kurang cantik”. Mari kita lakukan self-healing sejenak. Warna mata asli Sahabat adalah pilihan terbaik yang Allah desain khusus untuk Sahabat. Pakailah softlens sebagai alat bantu atau sesekali sebagai penghias, tapi jangan biarkan benda kecil itu menentukan harga diri Sahabat.

​Kecantikan sejati tetap terpancar dari hati yang tenang dan lisan yang basah dengan dzikir. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim).

​Maksud “indah” di sini adalah keindahan yang dibalut dengan ketakwaan dan kesederhanaan.

​Kesimpulan

​Memahami Hukum Memakai Softlens membantu kita untuk tetap tampil rapi dan segar tanpa harus merasa bersalah. Selama tujuannya adalah untuk membantu penglihatan atau berhias secara wajar, tidak membahayakan mata, dan tidak berlebihan, maka silakan gunakan dengan hati yang lapang. Jadikan perawatan mata ini sebagai bentuk syukur Sahabat atas nikmat penglihatan yang Allah berikan.

​Semoga penjelasan ini membuat Sahabat makin mantap dan tenang dalam berpenampilan ya!

​Ingin tahu lebih banyak tentang fikih kecantikan, tips gaya hidup muslimah modern, hingga panduan perjalanan spiritual yang menyejukkan jiwa?

​Jangan biarkan rasa ingin tahumu berhenti di sini, Sahabat Muslim. Mari terus perkaya ilmu agar setiap aktivitas kita bernilai ibadah. Sahabat bisa menemukan ribuan informasi inspiratif lainnya, panduan doa untuk ketenangan jiwa, hingga informasi lengkap seputar kehidupan muslim di website umroh.co. Mari bersama-sama kita jemput kebahagiaan dunia dan akhirat dengan literasi yang menuntun.

Yuk, kunjungi umroh.co sekarang dan temukan kedamaian dalam setiap bacaannya!

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

6 Rahasia Kesehatan Muslimah Lansia: Kuat Ibadah & Tawaf!

​Menjaga Kesehatan Muslimah Lansia sebenarnya adalah tentang bagaimana kita menghargai fase “lemah yang membawa berkah” ini dengan memberikan nutrisi dan perhatian yang tepat bagi ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Boleh Warna Terang? 4 Fakta Hukum Warna Baju Wanita!

​Memahami Hukum Warna Baju Wanita sebenarnya adalah tentang menemukan titik keseimbangan antara mengekspresikan rasa syukur atas keindahan dan menjaga kemuliaan diri sebagai seorang Muslimah. ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

5 Fakta Unik Kisah Rayhanah binti Zaid yang Jarang Diketahui

​Kisah Rayhanah binti Zaid adalah sebuah potret nyata tentang bagaimana hidayah bekerja dengan cara yang sangat personal dan penuh ketenangan di dalam lingkaran terdekat ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Belum Punya Anak? Ini 2 Kisah Ajaib yang Menyejukkan Hati

​Melatih diri untuk Sabar Belum Punya Anak memang bukan perkara mudah, apalagi saat melihat orang-orang di sekitar kita dengan mudahnya menimang buah hati, sementara ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Bolehkah Pakai Kacamata Hitam Saat Ihram? Cek 3 Aturannya!

​Memahami hukum mengenakan Kacamata Hitam Saat Ihram menjadi hal penting agar kita bisa menjalankan rukun demi rukun dengan nyaman tanpa rasa was-was di dalam ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

7 Rahasia Sabar dalam Poligami: Kunci Surga & Hati Tenang

​Melatih rasa Sabar dalam Poligami bukanlah tentang menekan rasa sakit, melainkan sebuah proses transformasi jiwa untuk menemukan ketenangan hakiki yang hanya bersandar pada rida ... Read more