Hukum Menghilangkan Bulu dalam Islam sebenarnya sangat indah dan mendetail, dirancang agar setiap hamba-Nya senantiasa bersih, sehat, dan merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Pernahkah Sahabat Muslim merasa risih dengan bulu-bulu tertentu di tubuh, namun ragu untuk menghilangkannya karena takut melanggar syariat? Rasa tidak nyaman ini seringkali menjadi beban pikiran, padahal Islam adalah agama yang sangat mencintai kebersihan dan kerapian. Memahami batasan mana yang disunnahkan, dibolehkan, dan dilarang adalah bentuk self-healing yang akan membuat Sahabat lebih tenang saat melakukan perawatan tubuh harian.
Merawat kebersihan fisik bukan sekadar soal estetika, melainkan bagian dari menjaga fitrah yang telah Allah titipkan. Mari kita bedah satu per satu aturan ini agar penampilan Sahabat tetap syar’i namun tetap segar dan wangi.
Menjaga Fitrah: Mengapa Kebersihan Itu Begitu Menenangkan?
Sahabat Muslim, tahukah bahwa Allah menciptakan kita dalam bentuk yang paling sempurna? Namun, Allah juga memberikan panduan agar kita “memelihara” kesempurnaan itu melalui aktivitas yang disebut Fitrah. Saat kita membersihkan diri, ada rasa tenang dan ringan yang mengalir dalam jiwa.
Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda:
“Ada lima perkara yang termasuk fitrah: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menjadi “lampu hijau” bagi kita bahwa ada bagian-bagian tubuh yang memang sudah seharusnya kita bersihkan secara rutin agar kuman dan bau tidak sedap tidak hinggap, sehingga ibadah kita pun terasa lebih khusyuk.
1. Bulu yang Sunnah Dihilangkan (Sangat Dianjurkan)
Ada bagian tubuh yang jika kita hilangkan bulunya, kita justru mendapatkan pahala karena mengikuti anjuran Nabi. Ini bukan sekadar bersih, tapi juga tanda cinta kita kepada Sunnah.
- Bulu Ketiak: Disunnahkan untuk dicabut (atau dicukur jika terasa sakit). Menghilangkan bulu ketiak sangat membantu mengurangi bau badan dan menjaga kebersihan saat kita berkeringat.
- Bulu Kemaluan: Mencukur bagian ini adalah bagian dari kebersihan pribadi yang sangat ditekankan.
- Kumis (Bagi Pria): Disunnahkan untuk dipendekkan agar tidak menutupi bibir saat makan atau minum.
Tips Sejuk: Rasulullah SAW memberikan batas waktu maksimal 40 malam untuk tidak membiarkan bulu-bulu ini tumbuh terlalu panjang. Jadi, rutinlah membersihkannya agar Sahabat selalu merasa segar!
2. Bulu yang Haram Dihilangkan (Dilarang Tegas)
Di sinilah kita harus berhati-hati, Sahabat Muslim. Ada bagian yang menjadi “pagar” yang tidak boleh kita lompati. Larangan ini ada untuk menjaga identitas dan kehormatan kita sebagai ciptaan Allah.
- Mencabut Alis Mata (Namash): Inilah yang paling sering menjadi ujian bagi wanita. Islam melarang keras mencabut, mencukur, atau menipiskan alis demi tujuan kecantikan semata. Rasulullah SAW bersabda: “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya… dan wanita yang mencabut alisnya (al-namishah)…” (HR. Bukhari).
- Jenggot (Bagi Pria): Mayoritas ulama berpendapat bahwa membiarkan jenggot tumbuh adalah bagian dari identitas pria Muslim dan dilarang untuk dicukur habis.
Pesan Hati: Alis Sahabat adalah bingkai wajah yang sudah didesain Allah dengan sangat pas. Fokuslah pada inner beauty dan kebersihan wajah secara umum, maka aura kecantikan alami akan tetap terpancar tanpa perlu mengubah bentuk ciptaan-Nya.
3. Bulu yang Mubah (Boleh Dihilangkan Jika Mengganggu)
Bagaimana dengan bulu kaki, tangan, atau bulu di wajah selain alis? Bagian ini masuk dalam kategori yang “didiamkan” oleh syariat. Artinya, tidak ada perintah untuk menghilangkannya, tapi tidak ada juga larangan.
- Bulu Kaki dan Tangan: Jika Sahabat merasa risih karena bulu kaki atau tangan terlalu lebat, Sahabat diperbolehkan untuk menghilangkannya. Ini bersifat pilihan (mubah).
- Bulu di Atas Bibir (Kumis Tipis Wanita): Jika seorang wanita tumbuh bulu halus di atas bibir atau di dagu yang menyerupai pria, para ulama memperbolehkan untuk menghilangkannya agar tetap menjaga sisi femininitasnya.
Merawat Diri Sebagai Bentuk Syukur
Sahabat Muslim, mari kita ubah pandangan kita. Mencukur atau membersihkan bulu bukan sekadar urusan salon atau estetika. Anggaplah ini sebagai momen “kencan” dengan diri sendiri dan Tuhanmu. Saat Sahabat mencuci rambut, memotong kuku, atau mencukur bulu yang disunnahkan, bisikkan dalam hati: “Ya Allah, aku bersihkan titipan-Mu ini agar aku lebih bersih saat menghadap-Mu.”
Dengan niat seperti ini, rutinitas yang tadinya biasa saja akan berubah menjadi self-healing yang sangat spiritual. Kamu akan merasa lebih dihargai oleh dirimu sendiri.
Kesimpulan: Kebersihan adalah Kunci Ketenangan
Memahami Hukum Menghilangkan Bulu membantu kita untuk tidak berlebihan dalam berhias namun tetap menjaga standar kebersihan yang tinggi. Utamakan yang sunnah, jauhi yang haram, dan bijaklah pada yang mubah. Ingatlah, kecantikan yang paling abadi adalah saat hati merasa tenang karena tahu bahwa setiap jengkal tubuh kita telah dirawat sesuai dengan rida Sang Pencipta.
Tetaplah percaya diri dengan apa yang Allah berikan, karena Sahabat sudah diciptakan dalam bentuk yang paling istimewa.
Ingin mengetahui lebih banyak tentang tips kecantikan sesuai sunnah, panduan keluarga sakinah, hingga informasi terbaru seputar perjalanan umrah yang menyejukkan jiwa?
Jangan biarkan rasa ingin tahumu berhenti di sini! Mari terus perkaya ilmu dan iman agar setiap langkah hidup kita selalu bernilai ibadah. Sahabat bisa menemukan ribuan artikel bermanfaat lainnya, tips hijab yang nyaman, hingga panduan lengkap persiapan perjalanan suci ke Tanah Suci di website umroh.co. Mari bersama-sama kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih dekat dengan-Nya.
Yuk, kunjungi umroh.co sekarang dan temukan kedamaian dalam setiap bacaannya!





