3 Aturan Hukum Perhiasan Wanita: Cantik Tanpa Takut Boros!

22 Januari 2026

5 Menit baca

Kate ibragimova kvrPuf6n2C8 unsplash

​Hukum Perhiasan Wanita dalam Islam pada dasarnya adalah mubah atau diperbolehkan, bahkan merupakan bentuk ekspresi syukur atas keindahan yang Allah ciptakan, asalkan kita memahami batasan agar tidak terjebak dalam perilaku tabzir (boros) maupun kesombongan.

Pernahkah Sahabat Muslim merasa bimbang saat ingin mengoleksi perhiasan emas, namun takut niat di hati bergeser menjadi ajang pamer atau sekadar pemuasan nafsu belanja? Memahami rambu-rambu syariat dalam berhias bukan bertujuan untuk membelenggu kreativitasmu dalam berpenampilan, melainkan sebagai bentuk self-healing agar batinmu tetap ringan, merdeka dari ketergantungan pada materi, dan selalu merasa cukup dengan rida-Nya.

​Sebagai wanita muslimah, kita adalah perhiasan dunia yang paling berharga. Maka, cara kita mengenakan emas pun harus mencerminkan kemuliaan akhlak kita. Mari kita telusuri panduan bijak agar perhiasanmu menjadi saksi ketaatan, bukan beban di akhirat kelak.

​Islam Memuliakan Keinginan Wanita untuk Berhias

​Sahabat Muslim, perlu kita syukuri bahwa Islam sangat memuliakan wanita. Jika bagi laki-laki emas diharamkan secara mutlak, bagi kita para wanita, Allah memberikan pengecualian yang indah. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memahami fitrah kewanitaan yang menyukai estetika.

​Rasulullah SAW pernah bersabda sambil memegang sutra di tangan kanan dan emas di tangan kiri:

“Sesungguhnya dua benda ini haram bagi laki-laki dari umatku dan halal bagi wanita-wanita mereka.” (HR. Abu Daud dan An-Nasa’i).

​Landasan ini memberikan ketenangan bagi kita bahwa berhias dengan emas bukanlah sebuah dosa. Namun, ibarat mengemudi, kita butuh “sabuk pengaman” agar tidak tergelincir pada sifat-sifat yang dibenci Allah.

​3 Batasan Utama dalam Hukum Perhiasan Wanita

​Agar kilauan emas di tubuhmu tidak meredupkan cahaya iman di hati, yuk perhatikan tiga batasan penting berikut:

​1. Menghindari Perilaku Tabzir dan Israf (Berlebihan)

​Dalam Islam, tabzir adalah menghamburkan harta untuk hal yang tidak bermanfaat, sementara israf adalah menggunakan sesuatu melampaui batas kewajaran. Jika Sahabat membeli emas dalam jumlah yang sangat banyak hingga menumpuk tak terpakai, atau membeli hanya karena mengikuti ego tanpa mempertimbangkan kondisi finansial keluarga, di situlah kita perlu waspada.

​Allah SWT mengingatkan kita dalam Surah Al-Isra’ ayat 27:

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Tips Bijak: Belilah perhiasan secukupnya yang memang akan Sahabat kenakan untuk menyenangkan hati sendiri atau suami. Jadikan emas sebagai simpanan (investasi) jangka panjang yang bisa bermanfaat bagi umat, bukan sekadar gaya hidup.

​2. Membentengi Hati dari Sifat Fakhr (Kesombongan)

​Terkadang, tanpa sadar, saat kita mengenakan perhiasan mewah, ada rasa ingin “dilihat” atau ingin dianggap lebih unggul dari orang lain. Inilah yang disebut dengan kesombongan. Ingatlah Sahabat, bahwa semua yang melekat di tubuh kita hanyalah titipan sementara.

​Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” (HR. Muslim).

​Gunakanlah perhiasan dengan niat bersyukur atas nikmat Allah (Tahadduts bin Ni’mah), bukan untuk merendahkan orang lain yang belum mampu memilikinya.

​3. Tidak Menimbulkan Tabarruj yang Berlebihan

Tabarruj adalah menampakkan perhiasan secara berlebihan di hadapan orang yang bukan mahram dengan tujuan menarik perhatian. Sahabat tetap bisa tampil cantik dan elegan dengan perhiasan yang minimalis namun berkelas. Kecantikan sejati seorang Muslimah justru terpancar dari kesederhanaan dan rasa malunya.

​Mengubah Emas Menjadi Pahala: Zakat dan Sedekah

​Tahukah Sahabat Muslim bahwa perhiasan emas yang kita miliki bisa menjadi pintu surga? Ada dua hal yang harus kita perhatikan agar harta ini tidak menjadi “bara api”:

  • Zakat Perhiasan: Jika perhiasan emas yang Sahabat simpan (bukan yang dipakai rutin) telah mencapai nishab (sekitar 85 gram) dan telah tersimpan selama satu tahun (haul), maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5%. Ini adalah cara menyucikan harta kita.
  • Wasilah Kebaikan: Saat melihat ada saudara kita yang kesulitan atau masjid yang sedang dibangun, jangan ragu untuk menyisihkan sebagian harta perhiasan kita untuk membantu. Itulah investasi sesungguhnya yang tidak akan pernah luntur nilainya.

​Self-Healing: Menemukan Bahagia dalam Kesahajaan

​Sahabat Muslim, mari kita lakukan self-healing finansial dan spiritual. Kebahagiaan kita tidak ditentukan oleh berapa gram emas yang melingkar di pergelangan tangan. Kedamaian sesungguhnya muncul saat kita bisa tidur nyenyak tanpa hutang, dan hati kita merasa tenang karena tidak ada perasaan iri dengki kepada sesama.

​Gunakan emasmu untuk menambah rasa percaya dirimu sebagai hamba Allah, tapi jangan biarkan ia menguasai hatimu. Sebagaimana kata pepatah Arab, “Kecantikan itu bukan pada pakaian yang menghiasi kita, tapi kecantikan itu adalah kecantikan ilmu dan adab.”

​Kesimpulan

​Memahami Hukum Perhiasan Wanita membawa kita pada satu kesimpulan indah: Islam membolehkan kita tampil cantik, namun tetap meminta kita menjaga hati agar tidak sombong dan tidak boros. Emas hanyalah penghias raga, sementara iman adalah penghias jiwa. Dengan bersikap bijak, tidak berlebihan, dan selalu ingat untuk berzakat, perhiasan yang Sahabat miliki akan menjadi saksi ketaatanmu di hadapan-Nya.

​Tetaplah tampil anggun, tetaplah rendah hati, karena perhiasan terindahmu adalah akhlak mulia yang menyejukkan siapa pun yang memandangmu.

​Ingin mengetahui lebih banyak tentang panduan finansial syariah, tips manajemen rumah tangga islami, hingga informasi terbaru seputar persiapan perjalanan spiritual yang menenangkan jiwa?

​Jangan biarkan semangat belajarmu berhenti di sini, Sahabat Muslim! Mari terus perkaya ilmu agar setiap langkah hidup kita selalu bernilai ibadah. Sahabat bisa menemukan ribuan artikel inspiratif lainnya, panduan doa untuk ketenangan jiwa, hingga informasi lengkap seputar kehidupan muslim dan tips umrah di website umroh.co. Mari bersama-sama kita jemput kebahagiaan dunia dan akhirat dengan literasi yang menuntun pada rida-Nya.

Yuk, kunjungi umroh.co sekarang dan temukan kedamaian dalam setiap bacaannya!

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

6 Rahasia Kesehatan Muslimah Lansia: Kuat Ibadah & Tawaf!

​Menjaga Kesehatan Muslimah Lansia sebenarnya adalah tentang bagaimana kita menghargai fase “lemah yang membawa berkah” ini dengan memberikan nutrisi dan perhatian yang tepat bagi ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Boleh Warna Terang? 4 Fakta Hukum Warna Baju Wanita!

​Memahami Hukum Warna Baju Wanita sebenarnya adalah tentang menemukan titik keseimbangan antara mengekspresikan rasa syukur atas keindahan dan menjaga kemuliaan diri sebagai seorang Muslimah. ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

5 Fakta Unik Kisah Rayhanah binti Zaid yang Jarang Diketahui

​Kisah Rayhanah binti Zaid adalah sebuah potret nyata tentang bagaimana hidayah bekerja dengan cara yang sangat personal dan penuh ketenangan di dalam lingkaran terdekat ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Belum Punya Anak? Ini 2 Kisah Ajaib yang Menyejukkan Hati

​Melatih diri untuk Sabar Belum Punya Anak memang bukan perkara mudah, apalagi saat melihat orang-orang di sekitar kita dengan mudahnya menimang buah hati, sementara ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Bolehkah Pakai Kacamata Hitam Saat Ihram? Cek 3 Aturannya!

​Memahami hukum mengenakan Kacamata Hitam Saat Ihram menjadi hal penting agar kita bisa menjalankan rukun demi rukun dengan nyaman tanpa rasa was-was di dalam ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

7 Rahasia Sabar dalam Poligami: Kunci Surga & Hati Tenang

​Melatih rasa Sabar dalam Poligami bukanlah tentang menekan rasa sakit, melainkan sebuah proses transformasi jiwa untuk menemukan ketenangan hakiki yang hanya bersandar pada rida ... Read more