Adab Terhadap Mertua merupakan jembatan emas bagi Sahabat Muslim untuk meraih rida Allah SWT sekaligus membangun surga kecil di dalam rumah tangga yang penuh ketenangan.
Pernahkah Sahabat merasa sesak napas atau jantung berdebar hanya karena harus berkunjung ke rumah mertua, takut jika kata-kata kita menyinggung perasaan mereka? Rasa cemas ini sebenarnya adalah sinyal bahwa dirimu adalah jiwa yang peduli, namun jangan biarkan ketakutan itu menghalangi langkahmu untuk memuliakan mereka.
Menjadikan mertua sebagai orang tua kedua bukan hanya soal etika sosial, melainkan sebuah bentuk self-healing spiritual yang akan membebaskan hatimu dari prasangka dan menggantinya dengan kasih sayang yang tulus karena-Nya.
Mertua adalah sosok yang telah melahirkan, menyusui, dan membesarkan pasangan hidupmu dengan penuh perjuangan. Maka, memperlakukan mereka dengan indah adalah cara terbaik untuk mencintai pasanganmu sepenuhnya. Mari kita pelajari langkah-langkah praktis dan santun dalam merajut harmoni ini.
Mertua adalah Orang Tua: Landasan Iman Kita
Sahabat Muslim, dalam Islam, kedudukan orang tua sangatlah agung. Meskipun secara nasab mertua berbeda, namun secara syariat mereka telah menjadi bagian dari keluarga inti setelah akad nikah terucap. Allah SWT berfirman:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak…” (QS. Al-Isra: 23).
Nilai kebaikan dalam ayat ini mencakup luas, termasuk kepada mereka yang telah memberikan buah hatinya untuk menjadi pendamping hidupmu. Saat Sahabat memuliakan mertua, Sahabat sebenarnya sedang memuliakan Allah yang telah mengatur pertemuan tersebut.
5 Langkah Mengambil Hati Mertua dengan Cinta
Agar hubungan tidak lagi terasa kaku dan penuh tekanan, yuk coba terapkan strategi “Menantu Idaman” berikut ini:
1. Menjadi Pendengar yang Tulus
Mertua biasanya sangat senang berbagi cerita masa lalu atau memberikan nasihat. Terkadang, mereka hanya ingin didengarkan.
- Berikan perhatian penuh (kontak mata) saat mereka bicara.
- Hindari memotong pembicaraan meskipun Sahabat sudah tahu ceritanya.
- Anggaplah cerita mereka sebagai ilmu kehidupan yang berharga.
2. Kekuatan Hadiah: Pembuka Pintu Kasih Sayang
Rasulullah SAW memberikan resep yang sangat ampuh untuk melembutkan hati yang kaku. Beliau bersabda:
“Saling memberilah hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).
Tidak perlu hadiah mewah. Makanan kesukaan mereka yang Sahabat bawakan saat berkunjung sudah cukup untuk menunjukkan bahwa Sahabat mengingat mereka.
3. Komunikasi dengan “Qaulan Karima”
Gunakan kata-kata yang mulia. Hindari nada tinggi atau kalimat yang seolah menggurui. Jika ada perbedaan pendapat, pilihlah untuk diam atau menyampaikan dengan penuh kelembutan di waktu yang tepat. Ingat, memenangkan argumen atas mertua sering kali berarti kehilangan hati mereka.
4. Jangan Pernah Membandingkan
Hindari membandingkan perlakuan orang tua kandung dengan mertua di depan pasangan maupun di depan mertua itu sendiri. Setiap keluarga memiliki budaya dan cara menunjukkan kasih sayang yang berbeda. Terimalah mereka apa adanya sebagai bentuk syukur.
5. Libatkan Mereka dalam Doa-doamu
Inilah rahasia batin yang paling kuat. Saat Sahabat mendoakan mertua di setiap sujud, Allah akan melembutkan hatimu untuk mereka, dan sebaliknya. Doa adalah ikatan ruh yang tidak terlihat namun dampaknya sangat nyata bagi keharmonisan hubungan.
Menghadapi Mertua yang “Sulit”: Sebuah Terapi Sabar
Saya tahu, kenyataan terkadang tidak seindah teori. Mungkin ada Sahabat Muslim yang sedang berjuang menghadapi mertua yang kritis atau terlalu ikut campur. Di sinilah self-healing yang sesungguhnya diuji.
- Fokus pada Rida Allah: Ingatlah bahwa Sahabat berbuat baik bukan karena mereka baik, tapi karena Sahabat adalah orang baik yang ingin rida Allah.
- Batasan yang Santun: Jika ada hal yang benar-benar mengganggu privasi, bicarakan dengan pasangan agar pasangan yang menyampaikannya kepada orang tuanya. Ini menjaga agar Sahabat tidak menjadi “orang jahat” di mata mereka.
- Sabar adalah Cahaya: Rasulullah SAW bersabda bahwa kesabaran adalah cahaya. Cahaya ini akan menerangi jalan buntu dalam komunikasimu.
Etika Komunikasi Saat Bertamu ke Rumah Mertua
Nah, saat Sahabat Muslim berkunjung, ada beberapa adab kecil yang berdampak besar:
- Membantu Pekerjaan Rumah: Jangan hanya duduk manis. Ringankan tangan untuk membantu di dapur atau membereskan meja makan. Ini menunjukkan Sahabat adalah bagian dari keluarga, bukan sekadar tamu.
- Menjaga Rahasia Rumah Tangga: Jangan pernah mengeluhkan kekurangan suami atau istri di depan mertua. Jaga kehormatan pasanganmu di depan orang tuanya.
- Pujian yang Tulus: Pujilah masakan ibu mertua atau cara ayah mertua merawat tanaman. Pujian yang tulus adalah nutrisi bagi hubungan yang hangat.
Kesimpulan
Menerapkan Adab Terhadap Mertua bukan berarti Sahabat kalah atau mengalah secara buta. Ini adalah tentang memenangkan kedamaian batin. Saat Sahabat mampu bersikap santun dan memuliakan mereka, Sahabat sedang membersihkan hati dari ego yang berlebihan. Mertua adalah pintu surga yang Allah bukakan lewat pernikahan. Sayangi mereka, maka Allah akan menyayangimu dan memudahkan segala urusan rumah tanggamu.
Semoga Allah senantiasa melembutkan hati kita dan menjadikan keluarga kita keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Ingin mengetahui lebih banyak tentang tips keluarga sakinah, adab harian muslimah, hingga panduan persiapan spiritual umrah yang menenangkan jiwa?
Jangan biarkan perjalanan belajarmu berhenti di sini, Sahabat Muslim! Mari terus perkaya ilmu dan iman agar setiap interaksi dalam hidupmu, termasuk dengan keluarga besar, menjadi ladang pahala yang tak terputus. Temukan ribuan artikel inspiratif lainnya, panduan manajemen konflik rumah tangga secara islami, hingga info terbaru seputar dunia islam di website umroh.co. Mari bersama-sama kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak, lebih sabar, dan lebih dekat dengan rida-Nya.
Yuk, kunjungi umroh.co sekarang untuk informasi seputar keislaman dan kehidupan muslim yang lebih lengkap!





