1 Wanita Lawan Musuh: Kisah Berani Safiyyah binti Mutthalib!

24 Januari 2026

5 Menit baca

Nelly g zk3zsQgKWSY unsplash

​Kisah Safiyyah binti Abdul Mutthalib adalah potret nyata tentang bagaimana iman yang kokoh mampu melahirkan keberanian yang melampaui logika, terutama saat seorang wanita harus berdiri paling depan untuk melindungi kaumnya di saat-saat genting.

Pernahkah Sahabat Muslim merasa cemas saat memikirkan keselamatan orang-orang tersayang, atau merasa tidak memiliki “taring” untuk membela diri di dunia yang keras ini?

Rasa khawatir itu sangat manusiawi, namun melalui perjalanan hidup bibi Rasulullah SAW ini, kita akan menemukan sebuah proses self-healing spiritual; bahwa kekuatan sejati seorang wanita muncul saat ia meletakkan rasa takutnya hanya kepada Allah SWT, bukan kepada makhluk.

​Safiyyah binti Abdul Mutthalib bukan sekadar wanita biasa. Beliau adalah saudari kandung dari “Singa Allah” Hamzah bin Abdul Mutthalib, dan ibu dari sang penolong Nabi, Az-Zubayr bin Al-Awwam. Mari kita selami lebih dalam bagaimana beliau menjadi pahlawan di balik benteng kaum wanita.

​Mengenal Sosok Safiyyah: Sang Mutiara Bani Hasyim

​Sahabat Muslim, sebelum kita masuk ke momen heroiknya, kita perlu tahu dari mana akar ketangguhan Safiyyah berasal. Beliau tumbuh di lingkungan Quraisy yang terpandang, namun hatinya justru terpikat pada kebenaran Islam sejak dini.

​Beliau dikenal memiliki:

  • Kecerdasan Bahasa: Beliau adalah seorang penyair yang kata-katanya mampu menyentuh hati.
  • Ketegasan Prinsip: Beliau tidak ragu meninggalkan kemewahan demi memeluk agama Allah.
  • Mentalitas Juara: Beliau mendidik putranya, Az-Zubayr, dengan didikan yang sangat keras agar kelak menjadi pembela agama yang tangguh.

​Dalam Islam, wanita memiliki kedudukan yang sangat terhormat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga…” (QS. An-Nisa: 124). Ayat ini menjadi landasan bahwa dalam urusan keberanian membela kebenaran, wanita pun memiliki porsi pahala yang sama besarnya.

​Momen Genting di Benteng Fari’: Satu Lawan Banyak

​Momen yang paling melegenda dalam Kisah Safiyyah binti Abdul Mutthalib terjadi saat Perang Khandaq (Ahzab). Saat itu, kaum laki-laki muslim sedang sibuk berada di garis depan parit untuk menghadapi pasukan koalisi kafir. Kaum wanita, anak-anak, dan orang tua ditempatkan di sebuah benteng bernama Fari’ milik Hassan bin Thabit.

​Di tengah situasi tersebut, kaum Yahudi Banu Qurayzah berkhianat. Mereka mengirim seorang mata-mata untuk memeriksa kondisi benteng tersebut. Jika mata-mata itu melihat bahwa benteng tersebut hanya berisi wanita dan anak-anak tanpa penjagaan laki-laki, maka mereka akan menyerang habis-habisan dari belakang.

​Tindakan Heroik yang Menyelamatkan Umat

​Sahabat Muslim, bayangkan suasananya. Di dalam benteng hanya ada wanita yang ketakutan. Hassan bin Thabit saat itu dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk berperang. Safiyyah melihat seorang Yahudi mulai memanjat benteng. Apa yang beliau lakukan? Beliau tidak berteriak histeris. Beliau melakukan langkah-langkah yang sangat taktis:

  1. Mengambil Inisiatif: Beliau menyadari bahwa jika orang ini kembali ke kaumnya, rahasia benteng akan terbongkar.
  2. Kekuatan Seadanya: Beliau mengambil sebuah tiang tenda (kayu besar).
  3. Keberanian Mandiri: Beliau keluar sendiri, mendekati musuh tersebut dengan senyap, lalu menghantamnya hingga tewas.

​Setelah itu, beliau melemparkan kepala mata-mata tersebut ke arah pasukan musuh yang menunggu di bawah. Melihat hal itu, pasukan Yahudi ketakutan. Mereka berpikir, “Ternyata benteng ini dijaga oleh pasukan laki-laki yang tangguh, buktinya rekan kita tewas seketika.” Akhirnya, mereka mundur dan kaum wanita pun selamat.

​Pelajaran Self-Healing dari Keberanian Safiyyah

​Membaca Kisah Safiyyah binti Abdul Mutthalib seharusnya membuat hati kita merasa tenang. Kenapa? Karena kisah ini mengajarkan kita beberapa poin penting untuk kesehatan mental dan spiritual kita:

  • Berhenti Merasa Kecil: Sahabat Muslim, jangan pernah meremehkan dirimu sendiri. Allah menciptakanmu dengan potensi yang besar. Saat situasi mendesak, mintalah kekuatan kepada-Nya.
  • Fokus pada Solusi, Bukan Ketakutan: Safiyyah tidak fokus pada betapa besarnya musuh, tapi fokus pada bagaimana cara melindungi orang di sekitarnya.
  • Iman sebagai Perisai: Ketakutan seringkali muncul karena kita terlalu memikirkan makhluk. Saat kita yakin Allah bersama kita, rasa takut itu akan meluruh.

​Rasulullah SAW sangat mencintai dan menghormati bibinya ini. Dalam sebuah hadits, disebutkan betapa beliau sangat menjaga perasaan Safiyyah, terutama saat kehilangan saudaranya, Hamzah, di Perang Uhud. Kelembutan Nabi dan ketangguhan Safiyyah adalah kombinasi indah yang bisa kita jadikan teladan.

​Tips Menjadi Muslimah Tangguh di Zaman Modern

​Sahabat Muslim, kita mungkin tidak perlu lagi membawa tiang tenda untuk melawan musuh fisik, namun “benteng” yang kita jaga sekarang adalah keluarga, kehormatan, dan iman. Berikut langkah praktis mengikuti jejak Safiyyah:

  • Bekali Diri dengan Ilmu: Pengetahuan adalah senjata pertama wanita.
  • Jaga Kesehatan Fisik: Tubuh yang kuat mendukung jiwa yang berani.
  • Berdoa dengan Yakin: Selalu baca doa perlindungan setiap pagi dan petang.
  • Jadilah Pelindung bagi Sesama: Bantu wanita lain yang sedang kesulitan atau terintimidasi.

​Kesimpulan

Kisah Safiyyah binti Abdul Mutthalib memberikan kita pesan kuat bahwa menjadi wanita muslimah bukan berarti menjadi lemah. Beliau adalah teladan tentang bagaimana kasih sayang terhadap sesama wanita diubah menjadi keberanian yang luar biasa saat situasi menuntut tindakan. Melalui kisah ini, mari kita sembuhkan rasa minder atau rasa takut kita. Ingatlah bahwa setiap wanita memiliki “singa” di dalam hatinya yang siap bangun demi membela kebenaran.

​Semoga keberanian Safiyyah binti Abdul Mutthalib senantiasa menginspirasi kita untuk menjadi hamba Allah yang tidak hanya shalihah secara ibadah, tapi juga tangguh secara mental.

​Ingin mengetahui lebih banyak kisah heroik para shahabiyah lainnya, tips manajemen emosi islami agar tetap tenang, hingga panduan persiapan spiritual umrah yang menyejukkan jiwa?

​Jangan biarkan semangat belajarmu berhenti di sini, Sahabat Muslim! Mari terus perkaya ilmu dan iman agar setiap langkah hidup kita selalu dalam rida-Nya. Sahabat bisa menemukan ribuan artikel inspiratif lainnya, panduan adab harian, hingga informasi terlengkap mengenai dunia Islam di website umroh.co. Mari bersama-sama kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih berani menghadapi dinamika kehidupan.

Yuk, kunjungi umroh.co sekarang untuk informasi seputar keislaman dan kehidupan muslim yang lebih lengkap!

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

6 Rahasia Kesehatan Muslimah Lansia: Kuat Ibadah & Tawaf!

​Menjaga Kesehatan Muslimah Lansia sebenarnya adalah tentang bagaimana kita menghargai fase “lemah yang membawa berkah” ini dengan memberikan nutrisi dan perhatian yang tepat bagi ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Boleh Warna Terang? 4 Fakta Hukum Warna Baju Wanita!

​Memahami Hukum Warna Baju Wanita sebenarnya adalah tentang menemukan titik keseimbangan antara mengekspresikan rasa syukur atas keindahan dan menjaga kemuliaan diri sebagai seorang Muslimah. ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

5 Fakta Unik Kisah Rayhanah binti Zaid yang Jarang Diketahui

​Kisah Rayhanah binti Zaid adalah sebuah potret nyata tentang bagaimana hidayah bekerja dengan cara yang sangat personal dan penuh ketenangan di dalam lingkaran terdekat ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Belum Punya Anak? Ini 2 Kisah Ajaib yang Menyejukkan Hati

​Melatih diri untuk Sabar Belum Punya Anak memang bukan perkara mudah, apalagi saat melihat orang-orang di sekitar kita dengan mudahnya menimang buah hati, sementara ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Bolehkah Pakai Kacamata Hitam Saat Ihram? Cek 3 Aturannya!

​Memahami hukum mengenakan Kacamata Hitam Saat Ihram menjadi hal penting agar kita bisa menjalankan rukun demi rukun dengan nyaman tanpa rasa was-was di dalam ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

7 Rahasia Sabar dalam Poligami: Kunci Surga & Hati Tenang

​Melatih rasa Sabar dalam Poligami bukanlah tentang menekan rasa sakit, melainkan sebuah proses transformasi jiwa untuk menemukan ketenangan hakiki yang hanya bersandar pada rida ... Read more