3 Kisah Hafsah binti Umar Penjaga Mushaf Pertama

25 Januari 2026

5 Menit baca

Nelly g zk3zsQgKWSY unsplash

Kisah Hafsah binti Umar adalah cerminan tentang betapa tingginya kedudukan wanita dalam Islam, di mana beliau dipercaya menjadi pemegang naskah asli Al-Qur’an (mushaf) pertama yang sangat berharga setelah wafatnya Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Pernahkah Sahabat Muslim merasa kurang percaya diri dengan potensi yang dimiliki, atau merasa bahwa suara wanita tidak terlalu didengar dalam urusan-urusan besar?

Rasa tidak aman itu adalah hal yang manusiawi, namun melalui artikel ini, kita akan melakukan self-healing spiritual dengan menyadari bahwa Allah memberikan kemuliaan luar biasa kepada Hafsah binti Umar wanita yang dijuluki Shawwamah (ahli puasa) dan Qawwamah (ahli shalat malam) untuk menjaga kemurnian wahyu-Nya agar bisa kita baca sampai hari ini.

​Mari kita selami lebih dalam panduan ahli (Expert Guide) ini untuk menemukan inspirasi dari keteguhan dan kecerdasan Ibunda Hafsah RA.

​1. Mengenal Sosok Hafsah: Wanita Literat yang Dicintai Rasulullah

​Sahabat Muslim, tahukah kamu bahwa di zaman saat kemampuan membaca dan menulis adalah hal yang langka, Hafsah binti Umar sudah menguasai ilmu tersebut dengan sangat baik? Beliau adalah wanita yang haus akan ilmu pengetahuan dan memiliki kepribadian yang tegas, mirip dengan ayahnya, Umar bin Khattab.

​Kecerdasan di Balik Keteguhan Hati

​Rasulullah SAW sangat menghargai kecerdasan Hafsah. Beliau bahkan meminta seorang wanita bernama Syifa binti Abdullah untuk mengajarkan Hafsah cara menulis dan beberapa ilmu pengobatan. Hal ini menunjukkan bahwa:

  • ​Islam sangat mendukung wanita untuk berilmu tinggi.
  • ​Pendidikan adalah perhiasan terbaik bagi seorang Muslimah.
  • ​Kecerdasan Hafsah adalah modal utama baginya untuk menerima amanah besar di kemudian hari.

​Dalam sebuah hadits, Malaikat Jibril pernah berkata kepada Rasulullah SAW mengenai Hafsah:

“Dia adalah wanita yang rajin puasa, rajin shalat malam, dan dia adalah istrimu di surga.” (HR. Al-Hakim). Bayangkan, Sahabat, betapa damainya hati ini saat tahu bahwa ketaatan dan kecerdasan bisa membawa kita pada derajat setinggi itu.

​2. Sang Penjaga Rahasia: Mengapa Mushaf Dititipkan Padanya?

​Ini adalah bagian paling mengharukan sekaligus membanggakan dalam Kisah Hafsah binti Umar. Setelah Rasulullah SAW wafat, Al-Qur’an mulai dikumpulkan dalam satu naskah induk pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq atas saran Umar bin Khattab.

​Amanah yang Melampaui Zaman

​Setelah Abu Bakar wafat, naskah asli itu disimpan oleh Umar bin Khattab. Namun, saat Umar berada di akhir hayatnya setelah ditikam, beliau tidak menyerahkan naskah itu kepada calon Khalifah berikutnya secara langsung, melainkan menitipkannya kepada putrinya, Hafsah binti Umar.

​Ada beberapa alasan mengapa amanah ini jatuh ke tangan Hafsah:

  • Integritas Tinggi: Hafsah dikenal sangat jujur dan teliti.
  • Kemampuan Literasi: Beliau bisa membaca dan memastikan setiap huruf dalam mushaf tersebut terjaga.
  • Penghafal Al-Qur’an: Sebagai istri Nabi, beliau hafal Al-Qur’an dan tahu persis konteks turunnya ayat-ayat tersebut.

​Mushaf inilah yang nantinya dipinjam oleh Khalifah Utsman bin Affan untuk digandakan menjadi naskah standar (Mushaf Utsmani) yang kita baca sekarang. Tanpa penjagaan Hafsah, mungkin sejarah pembukuan Al-Qur’an akan menempuh jalan yang berbeda.

​3. Pelajaran Hidup: Menjadi Wanita yang Terpercaya

​Sahabat Muslim, dari Kisah Hafsah binti Umar, kita bisa belajar tentang cara menyembuhkan rasa rendah diri kita. Hafsah membuktikan bahwa wanita adalah penjaga peradaban.

  • Kekuatan dalam Kesendirian: Hafsah pernah mengalami masa-masa sulit, termasuk saat suaminya gugur dalam Perang Badar dan beliau menjadi janda di usia muda. Namun, beliau tetap teguh dan terus belajar hingga Allah menggantikan kesedihannya dengan pernikahan mulia bersama Rasulullah SAW.
  • Penjaga Amanah: Jika Hafsah bisa dipercaya menjaga Al-Qur’an, kita pun harus bisa dipercaya menjaga amanah-amanah kecil dalam hidup kita—baik itu rahasia teman, amanah pekerjaan, maupun amanah dalam mendidik anak.
  • Keseimbangan Dunia Akhirat: Beliau cerdas secara intelektual (bisa menulis), namun tetap luar biasa secara spiritual (ahli puasa dan shalat malam).

​Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…” (QS. An-Nisa: 58). Hafsah binti Umar adalah salah satu bukti nyata pelaksanaan ayat ini dalam sejarah kita.

​Kesimpulan

Kisah Hafsah binti Umar mengajarkan kita bahwa wanita memiliki peran strategis dalam Islam. Beliau bukan sekadar pendamping, melainkan pilar penjaga kemurnian agama. Saat Sahabat Muslim membaca Al-Qur’an hari ini, ingatlah ada peran seorang wanita hebat bernama Hafsah binti Umar yang menjaganya dengan penuh ketelitian di masa lalu. Semoga kisah ini membuat hatimu lebih tenang, lebih bangga menjadi seorang Muslimah, dan lebih bersemangat untuk terus menuntut ilmu setinggi mungkin.

​Jadilah Hafsah-Hafsah modern yang menjaga lisan, menjaga amanah, dan selalu haus akan ilmu Allah.

​Ingin mengetahui lebih banyak tentang kisah para Ummul Mukminin yang menggetarkan hati, doa-doa agar diberikan kecerdasan seperti Ibunda Hafsah, hingga panduan persiapan spiritual umrah yang berkesan?

​Jangan biarkan pencarian ilmumu berhenti di sini, Sahabat Muslim! Mari terus perkaya wawasan keislamanmu agar hidupmu semakin tenang dan penuh makna. Sahabat bisa menemukan ribuan artikel inspiratif lainnya, tips manajemen emosi islami, hingga informasi terbaru seputar persiapan ibadah ke Tanah Suci di website umroh.co. Mari bersama-sama kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak, lebih sabar, dan selalu dalam rida-Nya.

Yuk, kunjungi umroh.co sekarang untuk informasi seputar keislaman dan kehidupan muslim yang lebih lengkap!

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

6 Rahasia Kesehatan Muslimah Lansia: Kuat Ibadah & Tawaf!

​Menjaga Kesehatan Muslimah Lansia sebenarnya adalah tentang bagaimana kita menghargai fase “lemah yang membawa berkah” ini dengan memberikan nutrisi dan perhatian yang tepat bagi ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Boleh Warna Terang? 4 Fakta Hukum Warna Baju Wanita!

​Memahami Hukum Warna Baju Wanita sebenarnya adalah tentang menemukan titik keseimbangan antara mengekspresikan rasa syukur atas keindahan dan menjaga kemuliaan diri sebagai seorang Muslimah. ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

5 Fakta Unik Kisah Rayhanah binti Zaid yang Jarang Diketahui

​Kisah Rayhanah binti Zaid adalah sebuah potret nyata tentang bagaimana hidayah bekerja dengan cara yang sangat personal dan penuh ketenangan di dalam lingkaran terdekat ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Belum Punya Anak? Ini 2 Kisah Ajaib yang Menyejukkan Hati

​Melatih diri untuk Sabar Belum Punya Anak memang bukan perkara mudah, apalagi saat melihat orang-orang di sekitar kita dengan mudahnya menimang buah hati, sementara ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Bolehkah Pakai Kacamata Hitam Saat Ihram? Cek 3 Aturannya!

​Memahami hukum mengenakan Kacamata Hitam Saat Ihram menjadi hal penting agar kita bisa menjalankan rukun demi rukun dengan nyaman tanpa rasa was-was di dalam ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

7 Rahasia Sabar dalam Poligami: Kunci Surga & Hati Tenang

​Melatih rasa Sabar dalam Poligami bukanlah tentang menekan rasa sakit, melainkan sebuah proses transformasi jiwa untuk menemukan ketenangan hakiki yang hanya bersandar pada rida ... Read more