5 Keajaiban Kisah Juwayriyah binti Al-Harith yang Menggetarkan!

25 Januari 2026

5 Menit baca

Nelly g zk3zsQgKWSY unsplash

​Kisah Juwayriyah binti Al-Harith adalah bukti nyata bagaimana keteguhan hati seorang wanita bisa mengubah nasib sebuah bangsa dalam sekejap mata melalui jalan yang sama sekali tak terduga.

​Dalam sejarah Islam, ada banyak sosok wanita hebat, namun Juwayriyah memiliki tempat yang sangat istimewa. Beliau adalah sosok yang membuktikan bahwa kecantikan paras yang dibarengi dengan kemuliaan akhlak dan kecerdasan batin mampu meluluhkan kekerasan hati manusia. Mari kita duduk sejenak, tenangkan pikiran, dan selami hikmah dari perjalanan hidup beliau yang sangat inspiratif ini.

​1. Dari Putri Bangsawan Menjadi Tawanan Perang

​Juwayriyah binti Al-Harith lahir sebagai seorang putri dari pemimpin Bani Mustaliq, sebuah suku yang cukup berpengaruh di masanya. Bayangkan Sahabat Muslim, hidup dalam kemewahan dan kehormatan, lalu tiba-tiba segalanya berubah saat peperangan pecah. Ayahnya kalah, dan Juwayriyah jatuh ke tangan kaum Muslimin sebagai tawanan.

​Kondisi ini tentu menjadi pukulan berat. Namun, di sinilah kehebatan mental beliau diuji. Alih-alih meratapi nasib atau menyerah pada keadaan, beliau tetap menjaga martabatnya. Beliau mengajarkan kita bahwa:

  • ​Kekuatan sejati wanita ada pada kemampuannya untuk tetap tenang di tengah badai.
  • ​Harga diri tidak hilang hanya karena situasi duniawi kita sedang di bawah.

​2. Keberanian Menemui Rasulullah SAW

​Dalam pembagian tawanan, Juwayriyah menjadi bagian dari milik Tsabit bin Qais. Beliau kemudian mengajukan perjanjian mukatabah (menebus diri sendiri dengan sejumlah uang). Karena tidak memiliki harta, beliau memberanikan diri menemui Rasulullah SAW untuk meminta bantuan.

​Pertemuan ini terekam indah dalam sejarah. Juwayriyah berkata dengan penuh adab, “Wahai Rasulullah, aku adalah Juwayriyah binti Al-Harith, putri pemimpin kaumnya. Engkau telah mengetahui musibah yang menimpaku. Aku datang meminta bantuanmu untuk menebus diriku.”

​Rasulullah SAW, dengan kemuliaan hatinya, menawarkan sesuatu yang jauh lebih baik: “Maukah engkau mendapatkan yang lebih baik dari itu? Aku yang akan membayarkan tebusanmu, lalu aku menikahimu.” Penawaran ini bukan sekadar soal asmara, melainkan strategi dakwah yang sangat agung.

​3. Pernikahan yang Membebaskan 100 Keluarga

​Sahabat Muslim, inilah bagian yang paling menakjubkan. Begitu berita pernikahan Rasulullah SAW dengan Juwayriyah tersebar ke seluruh penjuru Madinah, para sahabat Nabi serentak berkata: “Maukah kita menawan kerabat dekat Rasulullah?”

​Seketika itu juga, para sahabat membebaskan semua tawanan dari Bani Mustaliq yang ada di tangan mereka. Kurang lebih 100 keluarga dibebaskan tanpa syarat hanya karena satu pernikahan ini. Inilah alasan mengapa Ibunda Aisyah RA memberikan kesaksian yang sangat masyhur:

​”Aku tidak pernah mengenal seorang wanita yang lebih besar berkahnya bagi kaumnya daripada Juwayriyah binti Al-Harith.” (HR. Abu Dawud No. 3931).

​Kisah ini memberikan self-healing bagi kita bahwa satu niat baik yang kita ambil, jika diridhai Allah, dampaknya bisa meluas jauh melampaui apa yang kita bayangkan.

​4. Tekun Beribadah: Rahasia Ketenangan Batin Juwayriyah

​Setelah menjadi istri Nabi, Juwayriyah tidak lantas berleha-leha dengan status barunya. Beliau justru menjadi pribadi yang sangat tekun beribadah. Ada sebuah hadis populer yang sering kita baca saat dzikir pagi, yang akarnya berasal dari aktivitas ibadah beliau.

​Suatu pagi, Rasulullah SAW keluar rumah sementara Juwayriyah sedang berdzikir di tempat shalatnya. Saat matahari sudah tinggi (waktu Dhuha), Nabi kembali dan melihat beliau masih di posisi yang sama. Nabi pun mengajarkan kalimat dzikir yang singkat namun pahalanya setara dengan dzikir berjam-jam:

“Subhanallahi wa bihamdihi, ‘adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata ‘arshihi, wa midada kalimatihi.” (Maha Suci Allah dengan memuji-Nya, sebanyak jumlah makhluk-Nya, sejauh keridhaan diri-Nya, seberat timbangan Arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Nya). (HR. Muslim No. 2726).

​Hadis ini menunjukkan bahwa Juwayriyah adalah wanita yang hatinya selalu berpaut pada Allah. Kedekatan inilah yang membuatnya tetap tenang meski hidupnya pernah mengalami guncangan hebat.

​5. Pelajaran Cinta dan Pengabdian yang Murni

​Juwayriyah binti Al-Harith wafat pada masa kekhalifahan Mu’awiyah bin Abu Sufyan di usia sekitar 65 tahun. Sepanjang hidupnya, beliau menjadi jembatan hidayah. Melalui dirinya, seluruh kaumnya memeluk Islam dengan sukarela. Beliau mengajarkan kita bahwa:

  • ​Dakwah terbaik adalah melalui akhlak dan kehadiran yang bermanfaat.
  • ​Cinta sejati adalah yang membawa orang-orang di sekitar kita menuju cahaya Ilahi.
  • ​Menjadi wanita muslimah yang berdaya berarti menjadi pribadi yang mampu memberikan solusi bagi lingkungannya.

​Hikmah untuk Sahabat Muslim Hari Ini

​Dari Kisah Juwayriyah binti Al-Harith, kita belajar bahwa Allah bisa mengubah kehinaan menjadi kemuliaan dalam sekejap. Jika hari ini Sahabat merasa sedang di titik terendah, ingatlah Juwayriyah. Tetaplah berbaik sangka kepada Allah, jaga adab, dan beranikan diri untuk melangkah menuju kebaikan. Siapa tahu, langkah kecilmu adalah pembuka pintu rahmat bagi banyak orang di sekitarmu.

​Kesimpulan

Kisah Juwayriyah binti Al-Harith adalah oase bagi jiwa yang sedang mencari makna pengabdian. Beliau bukan sekadar bagian dari sejarah, melainkan simbol keberkahan dan kecerdasan spiritual seorang wanita. Melalui pernikahannya, ia menyelamatkan kaumnya dari perbudakan fisik maupun spiritual.

​Sahabat Muslim, setiap episode kehidupan kita pahit maupun manis selalu memiliki tujuan yang indah jika kita serahkan segalanya kepada Sang Pemilik Takdir. Mari kita jadikan keteladanan beliau sebagai penyemangat untuk terus menjadi pribadi yang membawa manfaat.

​Ingin mendalami lebih banyak kisah inspiratif para Sahabat Nabi, tips parenting Islami, atau informasi terpercaya seputar perjalanan Umroh dan Haji? Pastikan Sahabat terus memperbarui wawasan keislaman dengan membaca artikel-artikel menyejukkan lainnya di umroh.co. Mari bersama-sama membangun kehidupan yang lebih bermakna di bawah naungan rida Allah SWT. Sampai jumpa di artikel selanjutnya, Sahabat Muslim!

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

6 Rahasia Kesehatan Muslimah Lansia: Kuat Ibadah & Tawaf!

​Menjaga Kesehatan Muslimah Lansia sebenarnya adalah tentang bagaimana kita menghargai fase “lemah yang membawa berkah” ini dengan memberikan nutrisi dan perhatian yang tepat bagi ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Boleh Warna Terang? 4 Fakta Hukum Warna Baju Wanita!

​Memahami Hukum Warna Baju Wanita sebenarnya adalah tentang menemukan titik keseimbangan antara mengekspresikan rasa syukur atas keindahan dan menjaga kemuliaan diri sebagai seorang Muslimah. ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

5 Fakta Unik Kisah Rayhanah binti Zaid yang Jarang Diketahui

​Kisah Rayhanah binti Zaid adalah sebuah potret nyata tentang bagaimana hidayah bekerja dengan cara yang sangat personal dan penuh ketenangan di dalam lingkaran terdekat ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Belum Punya Anak? Ini 2 Kisah Ajaib yang Menyejukkan Hati

​Melatih diri untuk Sabar Belum Punya Anak memang bukan perkara mudah, apalagi saat melihat orang-orang di sekitar kita dengan mudahnya menimang buah hati, sementara ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Bolehkah Pakai Kacamata Hitam Saat Ihram? Cek 3 Aturannya!

​Memahami hukum mengenakan Kacamata Hitam Saat Ihram menjadi hal penting agar kita bisa menjalankan rukun demi rukun dengan nyaman tanpa rasa was-was di dalam ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

7 Rahasia Sabar dalam Poligami: Kunci Surga & Hati Tenang

​Melatih rasa Sabar dalam Poligami bukanlah tentang menekan rasa sakit, melainkan sebuah proses transformasi jiwa untuk menemukan ketenangan hakiki yang hanya bersandar pada rida ... Read more