Menjaga Kesehatan Muslimah Lansia sebenarnya adalah tentang bagaimana kita menghargai fase “lemah yang membawa berkah” ini dengan memberikan nutrisi dan perhatian yang tepat bagi tubuh.
Usia senja bukanlah penghalang untuk tetap produktif dalam menjemput rida Allah. Justru, di masa inilah kita sering kali memiliki waktu lebih banyak untuk bercengkerama dengan Al-Qur’an dan memperlama sujud. Namun, agar jiwa tetap tenang, fisik tentu perlu didukung dengan pola hidup yang selaras dengan sunnah dan medis. Mari kita berbincang santai mengenai langkah-langkah kecil yang bisa Sahabat lakukan agar tetap bugar dan ceria di usia emas.
1. Memahami Fase Hidup Sebagai Anugerah Ilahi
Sahabat Muslim, sebelum kita masuk ke teknis kesehatan, mari kita lapangkan hati. Allah SWT telah menyebutkan fase kehidupan kita dalam Al-Qur’an:
”Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban…” (QS. Ar-Rum: 54).
Menjadi lansia adalah tanda cinta Allah bahwa kita diberi umur panjang untuk bertaubat dan beribadah. Dengan memahami bahwa penurunan fisik adalah fitrah, kita tidak akan merasa stres, melainkan akan lebih bersemangat untuk merawat tubuh agar sisa usia ini menjadi lebih bermakna.
2. Pola Makan Penyangga Sendi dan Tulang
Penyangga utama ibadah fisik adalah tulang yang kuat dan sendi yang lentur. Untuk mendukung Kesehatan Muslimah Lansia, pola makan harus bergeser dari sekadar kenyang menjadi benar-benar memberikan manfaat.
- Asupan Kalsium dan Vitamin D: Susu rendah lemak, kedelai, dan ikan teri adalah teman baik bagi tulang. Jangan lupa berjemur di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 9 selama 15 menit agar vitamin D aktif membantu penyerapan kalsium.
- Protein Berkualitas: Seiring bertambahnya usia, massa otot cenderung berkurang. Konsumsilah protein seperti telur, tempe, atau dada ayam agar otot tetap kuat menopang tubuh saat shalat berdiri.
- Kurangi Gula dan Garam Berlebih: Ini penting untuk mencegah hipertensi dan diabetes yang sering kali menjadi penghambat kelancaran ibadah umrah atau haji.
Mengambil Berkah dari Makanan Sunnah
Sahabat Muslim bisa merutinkan konsumsi madu dan kurma di pagi hari. Kurma mengandung serat dan energi cepat serap yang sangat baik untuk menjaga stamina tanpa membebani pencernaan. Rasulullah SAW bersabda:
”Barangsiapa mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwa di pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.” (HR. Bukhari).
3. Olahraga Ringan yang Menenangkan Jiwa
Jangan bayangkan olahraga berat yang melelahkan. Bagi lansia, kuncinya adalah konsistensi dan kelenturan. Olahraga juga bisa menjadi sarana self-healing untuk melepas penat di pikiran.
- Jalan Santai di Pagi Hari: Lakukan jalan santai di sekitar rumah. Selain menguatkan jantung, udara pagi dan pemandangan hijau sangat baik untuk kesehatan mental.
- Peregangan Statis: Sebelum shalat Subuh atau setelah shalat Ashar, lakukan peregangan leher, bahu, dan pergelangan kaki. Ini sangat membantu agar saat shalat kita tidak mudah kram atau kesemutan.
- Latihan Pernapasan: Sambil berdzikir, cobalah tarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Oksigen yang maksimal ke otak akan membuat Sahabat lebih khusyuk dan tidak mudah merasa pening.
4. Persiapan Fisik Khusus untuk Tawaf dan Sai
Jika Sahabat Muslim sedang berencana untuk berangkat umrah, latihan fisik perlu sedikit ditingkatkan secara bertahap. Ingatlah hadis Rasulullah SAW:
”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah…” (HR. Muslim).
- Latihan Jalan Lebih Lama: Mulailah dengan jalan 10 menit, lalu tambah 5 menit setiap minggunya. Ini untuk membiasakan kaki menempuh jarak tawaf dan sai yang cukup jauh.
- Hidrasi yang Cukup: Lansia terkadang jarang merasa haus, padahal tubuh sangat butuh air. Biasakan minum air putih setidaknya 1,5 hingga 2 liter sehari agar konsentrasi tetap terjaga saat berdoa.
5. Istirahat yang Berkualitas (Qailulah)
Tubuh lansia membutuhkan waktu regenerasi yang lebih lambat. Jangan memaksakan diri untuk terus terjaga. Tidur siang sejenak (Qailulah) sebelum waktu Dzuhur selama 15-20 menit adalah sunnah yang sangat menyegarkan. Istirahat yang cukup akan membuat Kesehatan Muslimah Lansia terjaga, mood lebih stabil, dan ibadah malam menjadi lebih bertenaga.
6. Menjaga Silaturahmi: Obat Pikiran Paling Ampuh
Kesehatan fisik sangat dipengaruhi oleh kesehatan batin. Kesepian sering kali memicu penyakit fisik pada lansia. Tetaplah terhubung dengan komunitas pengajian atau teman sejawat. Mengobrol hal-hal positif, berbagi resep masakan sehat, atau saling mendoakan adalah terapi psikologis yang luar biasa. Hati yang bahagia adalah obat paling mujarab bagi raga yang mulai menua.
Kesimpulan
Menjaga Kesehatan Muslimah Lansia adalah perjalanan cinta kita kepada Sang Pencipta. Dengan pola makan yang seimbang, olahraga ringan yang rutin, dan hati yang selalu terpaut pada Allah, kita bisa menjalankan shalat dengan lebih tenang dan tawaf dengan lebih nyaman. Jangan pernah merasa terlambat untuk memulai hidup sehat, karena setiap ikhtiar Sahabat adalah pahala.
Ingatlah Sahabat Muslim, kecantikan di usia senja bukan lagi tentang kulit yang kencang, melainkan tentang wajah yang teduh karena sering terkena air wudhu dan tubuh yang tegak karena tetap teguh di jalan ibadah.
Ingin mengetahui lebih dalam tentang tips fiqh lansia, manajemen kesehatan saat di Tanah Suci, atau mencari informasi keberangkatan umroh yang aman dan nyaman? Yuk, kunjungi dan perkaya wawasan keislaman Sahabat dengan membaca berbagai artikel inspiratif lainnya di umroh.co. Mari kita terus belajar dan bertumbuh bersama demi masa tua yang berkah dan penuh rida-Nya. Sampai jumpa di artikel berikutnya, Sahabat Muslim!




