5 Hikmah Hijrah ke Habasyah: Kisah Diplomasi Penuh Kedamaian

5 Februari 2026

5 Menit baca

Ryan cheng EnvfrlmAxfg unsplash

​Peristiwa Hijrah ke Habasyah adalah pelukan pertama sejarah bagi umat Islam yang sedang terluka, mengajarkan kita bahwa bumi Allah itu luas dan ketenangan seringkali datang dari arah yang tidak terduga.

​Bagi kita yang sedang mencari makna “ruang aman” (safe space) dalam hidup, kisah ini bukan sekadar narasi sejarah biasa. Ini adalah perjalanan batin tentang bagaimana keadilan dan kejujuran bisa meruntuhkan tembok permusuhan. Mari kita duduk sejenak, siapkan hati yang tenang, dan selami kisah diplomasi paling mengharukan antara Ja’far bin Abi Thalib dan Raja Najasyi.

​Mengapa Harus Habasyah? Mencari Keadilan yang Tak Terbagi

​Saat penindasan di Mekkah semakin tak tertahankan, Rasulullah SAW memberikan sebuah arahan yang sangat visioner. Beliau bersabda:

“Jika kalian pergi ke negeri Habasyah (Ethiopia), di sana ada seorang raja yang tidak boleh ada seorang pun yang dizalimi di sisinya…” (Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam).

​Sahabat Muslim, pelajaran pertama bagi jiwa kita adalah tentang “Harapan”. Rasulullah mengajarkan bahwa ketika pintu satu tertutup, Allah pasti membuka pintu lain. Habasyah dipilih bukan karena kekayaannya, tapi karena keadilan rajanya. Ini adalah pengingat bahwa dalam hidup, carilah lingkungan yang menghargai martabatmu, bukan sekadar statusmu.

​Dialog Ja’far bin Abi Thalib: Diplomasi dari Hati ke Hati

​Momen paling ikonik dalam peristiwa Hijrah ke Habasyah adalah saat kaum Quraisy mengirim utusan untuk menjemput kembali para sahabat. Di hadapan Raja Najasyi, Ja’far bin Abi Thalib berdiri mewakili kaum muslimin. Beliau tidak berbicara dengan nada marah, melainkan dengan kejujuran yang menyejukkan.

​Penjelasan Ja’far tentang “Siapa Kami Dulu”

​Ja’far menjelaskan kondisi masyarakat sebelum Islam (Jahiliyah) yang saling memangsa dan tidak berakhlak. Lalu beliau menceritakan bagaimana Islam datang membawa cahaya:

  • ​Mengajarkan kejujuran dan amanah.
  • ​Melarang pertumpahan darah.
  • ​Memuliakan tetangga dan kaum wanita.

​Ayat Suci yang Menggetarkan Singgasana

​Ketika Raja Najasyi meminta bukti ajaran tersebut, Ja’far membacakan permulaan Surah Maryam. Sahabat Muslim, bayangkan keheningan di aula kerajaan itu saat ayat-ayat tentang kemuliaan Nabi Isa dan Maryam berkumandang. Raja Najasyi menangis hingga janggutnya basah, seraya berkata:

“Sesungguhnya perkataan ini (Al-Qur’an) dan apa yang dibawa oleh Isa, berasal dari sumber cahaya yang sama.”

​3 Pelajaran “Self Healing” dari Peristiwa Habasyah

​Meresapi kisah ini bisa menjadi obat bagi kita yang sedang merasa lelah atau terasing:

  1. Keberanian untuk “Melepaskan”: Para sahabat meninggalkan tanah kelahiran demi menjaga iman. Kadang, kita perlu melepaskan hal-hal yang menyakitkan untuk mendapatkan ketenangan yang lebih besar.
  2. Kekuatan Kata-Kata yang Baik: Ja’far tidak menyerang balik utusan Quraisy. Beliau fokus menceritakan kebaikan Islam. Dalam konflik pribadi, gunakanlah kata-kata yang membasuh, bukan membakar.
  3. Keadilan Tidak Mengenal Agama: Raja Najasyi saat itu belum muslim, namun beliau sangat adil. Ini mengajarkan kita untuk tetap berbuat baik dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan kepada siapa pun.

​Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an mengenai mereka yang berhijrah:

“Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia…” (QS. An-Nahl: 41).

​Meneladani Karakter Raja Najasyi yang Bijaksana

​Sahabat Muslim, karakter Raja Najasyi adalah contoh nyata dari pemimpin yang memiliki emotional intelligence tinggi. Beliau tidak langsung percaya pada hasutan utusan Quraisy. Beliau memilih untuk mendengar dari kedua belah pihak.

  • Tabayyun (Klarifikasi): Penting bagi kita untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita miring tentang orang lain.
  • Perlindungan bagi yang Lemah: Memberikan rasa aman adalah bentuk ibadah sosial yang luar biasa.

​Kesimpulan

​Kisah Hijrah ke Habasyah mengajarkan kita bahwa pertolongan Allah bisa datang dari tempat yang asing sekalipun. Kesabaran para sahabat di tengah keterasingan dan diplomasi santun Ja’far bin Abi Thalib adalah bukti bahwa Islam disebarkan dengan rasa aman, bukan rasa takut.

​Jika hari ini Sahabat Muslim sedang merasa berat menghadapi sebuah masalah, ingatlah bahwa ada “Habasyah” dalam hidupmu—sebuah solusi atau tempat tenang yang sudah Allah siapkan, asalkan kita tetap memegang teguh kejujuran dan iman.

Ingin tahu lebih banyak tentang rahasia tempat-tempat bersejarah umat Islam atau tips kehidupan harian muslim yang menenangkan jiwa lainnya?

​Sahabat Muslim bisa menemukan berbagai panduan spiritual dan informasi keislaman yang mendalam di umroh.co. Mari terus perkaya pengetahuan kita agar setiap langkah ibadah kita semakin bermakna dan menenangkan hati.

Klik di sini untuk baca artikel inspiratif lainnya di website umroh.co dan temukan kedamaian dalam setiap literasi islami yang kami sajikan!

Artikel Terkait

Baluran

14 Februari 2026

3 Rahasia Kesultanan Demak: Jejak Raden Patah & Masjid Agung

Kesultanan Demak hadir sebagai pelabuhan sejarah yang membuktikan bahwa impian yang dibangun di atas ketulusan iman akan menjadi tempat berteduh bagi jutaan jiwa di ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

7 Kunci Sejarah Baitul Maal: Harta Berkah Rakyat Sejahtera

Sejarah Baitul Maal adalah sebuah catatan emas tentang bagaimana keadilan ekonomi Islam mampu menghapus air mata kemiskinan dan membangun peradaban yang begitu kokoh melalui ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

5 Hikmah Kecerdasan Ibnu Abbas: Sembuhkan Jiwa Lewat Ilmu

Ibnu Abbas adalah sosok yang membuktikan bahwa kecerdasan sejati bermula dari keberkahan doa dan ketulusan dalam mencari rida Allah SWT, menjadikannya rujukan utama seluruh ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

2 Rahasia Kesultanan Islam di Filipina: Penjaga Iman Pasifik

Islam di Filipina menyimpan kisah keteguhan yang luar biasa dari dua pilar utama peradabannya Kesultanan Sulu dan Maguindanao yang membuktikan bahwa identitas Muslim bukan ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

7 Rahasia Imam Al-Ghazali: Sembuhkan Jiwa Lewat Ihya!

Imam Al-Ghazali adalah sosok mutiara dalam sejarah Islam yang membuktikan bahwa puncak kecerdasan akal tidak akan pernah memberikan kebahagiaan sejati jika tidak dibarengi dengan ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

7 Rahasia Ekonomi Islam Sejarah: Dinar & Perbankan Syariah

Ekonomi Islam Sejarah bukanlah sekadar deretan angka dan transaksi masa lalu, melainkan sebuah sistem yang dibangun di atas fondasi kejujuran dan kasih sayang yang ... Read more