7 Hikmah 2 Wanita dalam Sejarah Islam yang Mengubah Dunia

8 Februari 2026

5 Menit baca

Abolfazl eslami cQRNDDRXHlc unsplash

Wanita dalam Sejarah Islam bukanlah sekadar pelengkap dalam narasi peradaban, melainkan pilar-pilar tangguh yang sejak zaman kenabian telah mengukir sejarah tinta emas, mulai dari pelopor keperawatan di medan perang hingga pendiri universitas pertama di dunia.

Bagi kita yang saat ini mungkin sedang merasa lelah dengan ekspektasi dunia atau merasa bimbang akan potensi diri, menyelami kisah Rufaidah Al-Aslamiyah dan Fatimah Al-Fihri bisa menjadi oase self-healing yang luar biasa. Kita akan belajar bahwa kelembutan hati perempuan, jika dipadukan dengan iman dan kecerdasan, mampu menciptakan perubahan yang abadi bagi umat manusia. Mari kita hirup napas dalam-dalam, tenangkan pikiran, dan mari kita mulai perjalanan inspiratif ini.

Mengenal Sosok Rufaidah Al-Aslamiyah: Perawat Pertama di Dunia Islam

Sahabat Muslim, mari kita bayangkan suasana di Madinah pada masa Rasulullah ﷺ. Di tengah berkecamuknya pertempuran demi membela kebenaran, ada seorang wanita yang hatinya dipenuhi dengan kasih sayang namun jiwanya sekuat baja. Beliau adalah Rufaidah Al-Aslamiyah, sosok yang jauh sebelum Florence Nightingale lahir, sudah mendedikasikan hidupnya untuk menyembuhkan luka manusia.

Rufaidah bukan hanya sekadar membantu, beliau adalah seorang profesional di masanya. Beliau mendirikan “Khaimah Rufaidah” atau Tenda Rufaidah yang ditempatkan tepat di samping Masjid Nabawi. Tenda ini bukan sekadar tempat berteduh, melainkan unit gawat darurat pertama dalam sejarah Islam.

Seni Menyembuhkan dengan Kasih Sayang

Pelajaran berharga dari Rufaidah adalah tentang empati. Beliau tidak hanya membalut luka fisik para sahabat yang terluka dalam Perang Khandaq atau Perang Khaibar, tetapi juga memberikan ketenangan batin kepada mereka. Rasulullah ﷺ sangat memercayai kapasitas medis Rufaidah, hingga saat Sa’ad bin Mu’adh RA terluka parah, Nabi memerintahkan: “Letakkanlah dia di tenda Rufaidah agar aku bisa menjenguknya dari dekat.”

Di sini kita belajar bahwa menjadi bermanfaat tidak selalu harus berada di garis depan dengan pedang. Menjadi penyembuh, pendengar yang baik, dan pemberi kenyamanan adalah bentuk kepahlawanan yang sangat dicintai Allah.

Fatimah Al-Fihri: Sang Ibu Universitas dari Fez

Sekarang, mari kita berpindah ke Maroko pada abad ke-9. Sahabat Muslim, pernahkah kamu membayangkan bahwa universitas tertua di dunia yang masih beroperasi hingga saat ini didirikan oleh seorang wanita Muslimah yang visioner? Namanya adalah Fatimah Al-Fihri, atau yang dikenal dengan julukan Umm al-Banin.

Setelah ditinggal wafat oleh ayah dan suaminya, Fatimah menerima warisan yang sangat besar. Namun, alih-alih menghabiskannya untuk kemewahan pribadi, beliau memilih untuk menginvestasikannya dalam “saham akhirat”. Beliau membeli sebidang tanah dan membangun Masjid Al-Qarawiyyin yang kemudian berkembang menjadi universitas pertama di dunia.

Visi Melampaui Zaman dan Puasa Pembangunan

Ada fakta yang akan membuat hati kita bergetar, Sahabat Muslim. Selama masa pembangunan masjid dan pusat pendidikan tersebut, Fatimah Al-Fihri memutuskan untuk berpuasa setiap hari hingga proyek tersebut selesai. Ini adalah bentuk ketaatan dan kesungguhan yang luar biasa—bahwa membangun peradaban harus dimulai dengan menyucikan diri dan memohon restu Sang Pencipta.

Al-Qarawiyyin bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga sains, kedokteran, dan astronomi. Bahkan ilmuwan-ilmuwan dari Eropa datang ke sana untuk belajar. Fatimah membuktikan bahwa Wanita dalam Sejarah Islam memiliki peran vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga nyala api ilmu pengetahuan.

Mengapa Peran Wanita Begitu Vital dalam Islam? (Expert Guide)

Sebagai umat Muslim, kita perlu memahami bahwa Islam datang untuk mengangkat martabat wanita setinggi-tingginya. Sejarah mencatat bahwa keterlibatan wanita dalam ruang publik, pendidikan, dan kesehatan adalah hal yang sangat didukung sejak awal.

  1. Kesetaraan Intelektual: Islam tidak membedakan hak laki-laki dan perempuan dalam menuntut ilmu. Kisah Fatimah Al-Fihri adalah bukti nyata bahwa intelektualitas Muslimah adalah bagian dari DNA peradaban kita.
  2. Kemandirian Finansial: Fatimah Al-Fihri memiliki kendali penuh atas hartanya dan menggunakannya untuk kebaikan umum. Ini menunjukkan bahwa Islam memberikan hak kepemilikan yang kuat bagi wanita.
  3. Spesialisasi Profesi: Rufaidah Al-Aslamiyah adalah pakar di bidangnya. Beliau melatih wanita-wanita lain untuk menjadi perawat, menciptakan sistem pelatihan medis yang sistematis.

Pelajaran self-healing di sini adalah: jangan pernah merasa bakatmu tidak berguna. Apapun keahlian yang Sahabat miliki—baik itu merawat, mengajar, menulis, atau memimpin—semuanya memiliki tempat yang mulia dalam skenario Allah.

Relevansi dalam Al-Qur’an dan Hadist tentang Kemuliaan Wanita

Kisah para wanita hebat ini bukanlah kebetulan. Mereka adalah manifestasi dari nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam wahyu Allah.

  • Surah Al-Ahzab Ayat 35: “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya… Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” Ayat ini menegaskan bahwa dalam hal ketaatan dan amal shalih, tidak ada perbedaan derajat di mata Allah.
  • Surah At-Taubah Ayat 71: “Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain…” Rufaidah dan Fatimah adalah penolong bagi umat, membuktikan bahwa kolaborasi antara laki-laki dan perempuan adalah kunci kemajuan peradaban.
  • Hadist Tentang Menuntut Ilmu: Rasulullah ﷺ bersabda: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah). Kata “Muslim” di sini mencakup laki-laki dan perempuan tanpa pengecualian.

Menemukan Kekuatan Diri Melalui Jejak Sejarah

Sahabat Muslim, di saat dunia mungkin membuatmu merasa lelah atau merasa tidak cukup baik, ingatlah Rufaidah dan Fatimah.

  • Jika kamu merasa tidak memiliki peran penting, ingatlah Rufaidah yang mengawali profesi mulia dari sebuah tenda sederhana.
  • Jika kamu merasa hartamu tidak seberapa, ingatlah Fatimah yang memulai segalanya dari niat yang murni dan pengorbanan batin (puasa).

Kesehatan mental dan ketenangan batin seringkali ditemukan saat kita berhenti fokus pada kekurangan diri dan mulai fokus pada bagaimana kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Wanita dalam Sejarah Islam mengajari kita bahwa setiap kita adalah pemimpin bagi niat kita masing-masing.

7 Hikmah yang Bisa Kita Petik Hari Ini

Agar kita bisa mengaplikasikan semangat mereka dalam kehidupan modern, berikut adalah poin-poin renungan untuk Sahabat Muslim:

  1. Niat Sebagai Jangkar: Mulailah setiap pekerjaan dengan niat ibadah agar lelahmu menjadi lillah.
  2. Berani Menjadi Pionir: Jangan takut melakukan hal baik meskipun belum ada orang lain yang melakukannya di lingkunganmu.
  3. Pentingnya Profesionalisme: Belajarlah dengan sungguh-sungguh hingga kamu menjadi ahli di bidangmu, seperti Rufaidah di bidang medis.
  4. Investasi Jangka Panjang: Pikirkanlah warisan apa yang ingin kamu tinggalkan untuk umat, bukan sekadar kesenangan sesaat.
  5. Kekuatan Spiritual: Jangan lupakan puasa dan doa sebagai bensin bagi setiap ikhtiar duniamu.
  6. Empati Adalah Kunci: Kesuksesan sejati adalah saat keberadaanmu memberikan rasa aman dan sembuh bagi orang di sekitarmu.
  7. Percaya pada Ketetapan Allah: Allah tidak pernah menyia-nyiakan amal hamba-Nya, sekecil apapun itu.

Kesimpulan

Kisah Rufaidah Al-Aslamiyah dan Fatimah Al-Fihri adalah bukti bahwa Wanita dalam Sejarah Islam memiliki tempat yang sangat istimewa. Mereka bukan sekadar masa lalu, melainkan inspirasi hidup yang membuktikan bahwa keterbatasan zaman tidak bisa menghalangi jiwa yang merdeka dan penuh iman untuk berkarya.

Semoga renungan tentang dua tokoh agung ini memberikan ketenangan bagi batin Sahabat yang mungkin sedang gundah, dan memberikan energi baru untuk terus melangkah menjadi versi terbaik dari diri Sahabat sendiri.

Apakah Sahabat ingin tahu lebih banyak tentang rahasia ketangguhan istri-istri Nabi atau ingin tips praktis bagaimana menyeimbangkan peran antara karier dan ibadah yang menenangkan hati? Jangan biarkan perjalanan ilmu Sahabat berhenti di sini.

Yuk, terus perdalam wawasan keislaman Sahabat, temukan tips kehidupan muslim yang praktis, hingga informasi terlengkap seputar dunia Islam hanya di umroh.co. Mari kita perkaya hati dan pikiran kita agar setiap langkah hidup kita selalu dalam naungan cahaya ilmu dan rahmat-Nya.

Dapatkan inspirasi keislaman dan informasi kehidupan muslim selengkapnya di umroh.co sekarang!

Artikel Terkait

Baluran

14 Februari 2026

3 Rahasia Kesultanan Demak: Jejak Raden Patah & Masjid Agung

Kesultanan Demak hadir sebagai pelabuhan sejarah yang membuktikan bahwa impian yang dibangun di atas ketulusan iman akan menjadi tempat berteduh bagi jutaan jiwa di ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

7 Kunci Sejarah Baitul Maal: Harta Berkah Rakyat Sejahtera

Sejarah Baitul Maal adalah sebuah catatan emas tentang bagaimana keadilan ekonomi Islam mampu menghapus air mata kemiskinan dan membangun peradaban yang begitu kokoh melalui ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

5 Hikmah Kecerdasan Ibnu Abbas: Sembuhkan Jiwa Lewat Ilmu

Ibnu Abbas adalah sosok yang membuktikan bahwa kecerdasan sejati bermula dari keberkahan doa dan ketulusan dalam mencari rida Allah SWT, menjadikannya rujukan utama seluruh ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

2 Rahasia Kesultanan Islam di Filipina: Penjaga Iman Pasifik

Islam di Filipina menyimpan kisah keteguhan yang luar biasa dari dua pilar utama peradabannya Kesultanan Sulu dan Maguindanao yang membuktikan bahwa identitas Muslim bukan ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

7 Rahasia Imam Al-Ghazali: Sembuhkan Jiwa Lewat Ihya!

Imam Al-Ghazali adalah sosok mutiara dalam sejarah Islam yang membuktikan bahwa puncak kecerdasan akal tidak akan pernah memberikan kebahagiaan sejati jika tidak dibarengi dengan ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

7 Rahasia Ekonomi Islam Sejarah: Dinar & Perbankan Syariah

Ekonomi Islam Sejarah bukanlah sekadar deretan angka dan transaksi masa lalu, melainkan sebuah sistem yang dibangun di atas fondasi kejujuran dan kasih sayang yang ... Read more