7 Jejak Nabi di Sejarah Masjidil Aqsa: Rahasia Kedamaian

8 Februari 2026

5 Menit baca

Tim mossholder hmwS8OUfxIE unsplash

Sejarah Masjidil Aqsa bukan sekadar catatan tentang sebuah bangunan di tanah Palestina, melainkan tentang jejak cinta para nabi yang telah tertanam selama ribuan tahun di Yerusalem, kota yang menjadi jembatan antara bumi dan langit.

Bagi kita yang hidup di tengah zaman yang penuh ujian ini, menyelami kedalaman sejarah tempat tersuci ketiga bagi umat Islam ini bisa menjadi momen self-healing yang sangat kuat. Kita akan belajar bahwa keteguhan hati dan keberkahan itu nyata adanya, sejauh kita mau menoleh kembali pada akar sejarah yang ditinggalkan oleh para kekasih Allah. Mari kita ambil napas dalam-dalam, tenangkan pikiran, dan mari kita mulai perjalanan spiritual menyusuri tanah yang diberkahi Allah SWT ini.

Kedudukan Al-Aqsa: Mengapa Yerusalem Begitu Berarti bagi Kita?

Sahabat Muslim, sebelum kita masuk ke mesin waktu sejarah, kita perlu bertanya pada hati kita: mengapa Al-Aqsa begitu istimewa? Jawabannya bukan hanya karena keindahan arsitekturnya, melainkan karena nilai spiritual yang tidak bisa digantikan oleh apa pun.

Masjidil Aqsa adalah simbol persatuan para nabi. Di tanah inilah, Rasulullah ﷺ menjadi imam bagi seluruh nabi dan rasul dalam peristiwa Isra Mi’raj. Ini adalah pengakuan dari langit bahwa risalah Islam adalah penyempurna dari seluruh risalah sebelumnya. Al-Aqsa bukan hanya milik penduduk Palestina, tapi ia adalah amanah bagi setiap jiwa yang mengucapkan dua kalimat syahadat.

Al-Aqsa Sebagai Kiblat Pertama

Tahukah Sahabat Muslim bahwa selama sekitar 16 hingga 17 bulan pertama setelah hijrah, Rasulullah ﷺ dan para sahabat berkiblat ke Masjidil Aqsa saat shalat? Yerusalem adalah arah pertama di mana dahi-dahi kaum Muslimin bersujud. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan batin kita dengan tanah suci ini. Mengingat hal ini membantu kita menyadari bahwa identitas kita sebagai Muslim memiliki akar yang sangat kuat di Baitul Maqdis.

Akar Sejarah Masjidil Aqsa: Siapa yang Pertama Kali Membangunnya?

Banyak dari kita yang bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang meletakkan batu pertama di Masjidil Aqsa? Sejarah Masjidil Aqsa membawa kita kembali ke masa yang sangat kuno, bahkan hampir setua penciptaan manusia di bumi.

Dalam sebuah hadits yang sangat populer, Abu Dharr Al-Ghifari RA bertanya kepada Rasulullah ﷺ: “Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali dibangun di muka bumi?” Beliau menjawab, “Masjidil Haram.” Aku bertanya lagi, “Kemudian mana?” Beliau menjawab, “Masjidil Aqsa.” Aku bertanya lagi, “Berapa jarak antara pembangunan keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Beberapa ulama berpendapat bahwa yang pertama kali membangunnya adalah Nabi Adam AS, sementara yang lain menyebutkan Malaikat atas perintah Allah. Namun, yang pasti, pondasi ketaqwaan di tanah ini sudah ada sejak fajar kemanusiaan menyingsing. Ini mengajarkan kita bahwa kebaikan yang bertahan lama adalah kebaikan yang dibangun di atas pondasi yang kokoh sejak awal.

Era Nabi Ibrahim hingga Nabi Sulaiman: Zaman Keemasan Baitul Maqdis

Sahabat Muslim, setelah masa Nabi Adam, pembangunan dan renovasi Al-Aqsa terus berlanjut di tangan para nabi pilihan. Nabi Ibrahim AS, saat bermigrasi ke tanah Syam, menghidupkan kembali tempat suci ini sebagai pusat dakwah tauhid.

Kemegahan di Masa Nabi Sulaiman AS

Salah satu babak paling fenomenal dalam Sejarah Masjidil Aqsa adalah saat Nabi Sulaiman AS membangun kembali masjid ini dengan kemegahan yang luar biasa. Dengan bantuan jin dan manusia atas izin Allah, beliau membangun tempat suci yang begitu indah. Doa beliau setelah membangun masjid ini sangat menyentuh hati: “Barangsiapa yang datang ke masjid ini (Al-Aqsa) dengan niat hanya untuk shalat di dalamnya, maka keluarlah ia dari dosa-dosanya sebagaimana hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Membayangkan doa Nabi Sulaiman ini bisa menjadi obat bagi kita yang merasa penuh dosa. Ada harapan besar bahwa sujud kita di tanah yang diberkahi tersebut mampu menghapus noda-noda di hati kita.

Isra Mi’raj: Momen Al-Aqsa Menjadi Gerbang Langit

Inilah momen yang paling menggetarkan dalam sejarah Islam. Ketika Rasulullah ﷺ sedang berada dalam titik terendah hidupnya setelah wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib (Tahun Kesedihan), Allah menghibur beliau dengan perjalanan Isra Mi’raj.

Dari Masjidil Haram, beliau diperjalankan ke Masjidil Aqsa. Di sana, beliau mengikat Buraq di tembok yang kini kita kenal sebagai Tembok Buraq, lalu naik ke Sidratul Muntaha. Al-Aqsa dipilih sebagai “stasiun transit” menuju langit. Ini memberikan pesan kepada kita: ketika bumi terasa sempit dan masalah terasa menghimpit, kembalilah pada spiritualitas, kembalilah pada Al-Aqsa. Keberkahan tempat ini adalah pelipur lara bagi jiwa yang sedang berduka.

Pembebasan oleh Umar bin Khattab: Keadilan di Tanah Yerusalem

Setelah berabad-abad di bawah kekuasaan Romawi yang terkadang menindas, Sejarah Masjidil Aqsa memasuki era baru di masa Khalifah Umar bin Khattab. Pembebasan Yerusalem oleh Umar adalah contoh toleransi terbaik di dunia.

Beliau tidak datang dengan pedang yang haus darah, melainkan dengan surat perjanjian damai (Amanat Umariyah). Beliau menjamin keamanan penduduk Kristen, gereja-gereja mereka, dan salib-salib mereka. Saat Umar masuk ke kompleks Al-Aqsa, beliau menemukannya dalam keadaan terbengkalai dan penuh sampah (karena penghinaan Romawi terhadap Yahudi saat itu). Dengan tangannya sendiri, sang Khalifah ikut membersihkan kotoran tersebut. Inilah karakter Muslim sejati: kita datang untuk memperbaiki, bukan untuk menghancurkan.

Pelajaran Self-Healing dari Keteguhan Masjidil Aqsa

Sahabat Muslim, jika Al-Aqsa bisa bicara, ia mungkin akan menceritakan betapa banyak badai yang telah ia lewati. Ia pernah dihancurkan, pernah diubah fungsinya, dan hingga kini masih dalam ujian. Namun, ia tetap tegak.

Apa pelajaran untuk kesehatan mental kita?

  • Ketabahan Adalah Kunci: Al-Aqsa mengajarkan kita bahwa luka mungkin membekas, tapi kehormatan dan eksistensi tidak akan hilang selama kita tetap berdiri di atas kebenaran.
  • Keberkahan dalam Kesabaran: Allah menyebut Al-Aqsa sebagai tanah yang “diberkahi sekelilingnya”. Berkah itu lahir dari ribuan tahun kesabaran para nabi dan syuhada. Jika Sahabat sedang diuji, bersabarlah, karena di balik sabar itu ada keberkahan yang menanti.
  • Koneksi Spiritual yang Luas: Merasakan ikatan dengan Al-Aqsa membuat kita merasa tidak sendirian. Kita adalah bagian dari umat yang besar, umat yang mencintai tanah suci yang sama.

Referensi Dalil dan Hadits Shahih tentang Al-Aqsa

Agar keyakinan kita semakin kuat, mari kita resapi kata-kata Allah dan Rasul-Nya:

  1. Surah Al-Isra Ayat 1: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami…”
  2. Hadits Tentang Perjalanan Ibadah: “Tidak boleh melakukan perjalanan (untuk ibadah) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  3. Pahala Shalat di Al-Aqsa: Beberapa riwayat menyebutkan shalat di Al-Aqsa setara dengan 250 hingga 500 kali lipat dibanding shalat di masjid lainnya (selain Masjidil Haram dan Nabawi). Ini adalah kemurahan Allah bagi kita.

Kesimpulan

Sejarah Masjidil Aqsa adalah sejarah tentang cinta, perjuangan, dan janji Allah yang tidak pernah ingkar. Sejak zaman Nabi Adam, Ibrahim, Sulaiman, hingga Rasulullah ﷺ, tanah Yerusalem telah menjadi saksi bisu betapa tingginya kedudukan tauhid di muka bumi. Memahami sejarahnya bukan hanya menambah wawasan, tapi juga membasuh jiwa kita dengan rasa bangga dan harapan.

Semoga renungan ini memberikan ketenangan bagi batin Sahabat Muslim. Bahwa meskipun raga kita jauh dari Al-Aqsa, doa-doa kita selalu sampai ke sana, dan kerinduan kita adalah bagian dari iman.

Apakah Sahabat ingin tahu lebih banyak tentang rahasia bangunan-bangunan lain di dalam kompleks Al-Aqsa, atau ingin tips praktis bagaimana menumbuhkan kecintaan terhadap Baitul Maqdis pada buah hati di rumah? Jangan biarkan perjalanan ilmu Sahabat berhenti di sini.

Yuk, terus perdalam wawasan keislaman Sahabat, temukan inspirasi sejarah yang menyejukkan batin, hingga informasi terlengkap seputar dunia Islam hanya di umroh.co. Mari kita perkaya hati dan pikiran kita agar setiap langkah hidup kita selalu dalam naungan rahmat, keberkahan, dan ridha-Nya.

Dapatkan inspirasi keislaman dan informasi sejarah Al-Aqsa selengkapnya di umroh.co sekarang!

Artikel Terkait

Baluran

14 Februari 2026

3 Rahasia Kesultanan Demak: Jejak Raden Patah & Masjid Agung

Kesultanan Demak hadir sebagai pelabuhan sejarah yang membuktikan bahwa impian yang dibangun di atas ketulusan iman akan menjadi tempat berteduh bagi jutaan jiwa di ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

7 Kunci Sejarah Baitul Maal: Harta Berkah Rakyat Sejahtera

Sejarah Baitul Maal adalah sebuah catatan emas tentang bagaimana keadilan ekonomi Islam mampu menghapus air mata kemiskinan dan membangun peradaban yang begitu kokoh melalui ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

5 Hikmah Kecerdasan Ibnu Abbas: Sembuhkan Jiwa Lewat Ilmu

Ibnu Abbas adalah sosok yang membuktikan bahwa kecerdasan sejati bermula dari keberkahan doa dan ketulusan dalam mencari rida Allah SWT, menjadikannya rujukan utama seluruh ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

2 Rahasia Kesultanan Islam di Filipina: Penjaga Iman Pasifik

Islam di Filipina menyimpan kisah keteguhan yang luar biasa dari dua pilar utama peradabannya Kesultanan Sulu dan Maguindanao yang membuktikan bahwa identitas Muslim bukan ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

7 Rahasia Imam Al-Ghazali: Sembuhkan Jiwa Lewat Ihya!

Imam Al-Ghazali adalah sosok mutiara dalam sejarah Islam yang membuktikan bahwa puncak kecerdasan akal tidak akan pernah memberikan kebahagiaan sejati jika tidak dibarengi dengan ... Read more

Baluran

14 Februari 2026

7 Rahasia Ekonomi Islam Sejarah: Dinar & Perbankan Syariah

Ekonomi Islam Sejarah bukanlah sekadar deretan angka dan transaksi masa lalu, melainkan sebuah sistem yang dibangun di atas fondasi kejujuran dan kasih sayang yang ... Read more