Sejarah Pemakaman Baqi bermula ketika Rasulullah SAW diperintahkan oleh Allah SWT untuk mencari lokasi pemakaman khusus bagi para sahabatnya tak lama setelah beliau menetap di Madinah Al-Munawwarah. Tanah yang kini dikenal sebagai Jannatul Baqi ini bukan sekadar area pemakaman biasa, melainkan tanah yang telah didoakan langsung oleh lisan mulia Nabi Muhammad SAW sebagai tempat beristirahatnya para penghuni surga.
Sahabat Muslim, setiap kali kita melangkah masuk ke gerbang Masjid Nabawi dan menoleh ke arah timur, kita akan melihat hamparan tanah luas yang dikelilingi pagar tinggi. Di sanalah, ribuan pahlawan Islam, keluarga Nabi, dan para mujahid dimakamkan dalam kesederhanaan yang penuh kemuliaan. Mari kita telusuri jejak sejarah dan keistimewaan tempat yang sangat dirindukan ini.
Apa Itu Al-Baqi’? Mengenal Etimologi dan Lokasi
Secara bahasa, Al-Baqi’ berarti tempat yang di dalamnya terdapat sisa-sisa akar pohon dari berbagai jenis. Pada zaman dahulu, area ini dipenuhi oleh semak berduri yang disebut pohon Gharqad, sehingga sering disebut sebagai Baqi’ al-Gharqad.
Terletak di sebelah tenggara Masjid Nabawi, luas area ini awalnya tidak seluas sekarang. Namun, seiring perluasan kota Madinah dan bertambahnya jumlah umat Islam, area pemakaman ini pun diperluas berkali-kali oleh pemerintahan Islam dari zaman ke zaman untuk menampung jenazah umat Muslim yang wafat di tanah suci.
Sejarah Pemakaman Baqi: Titik Awal Penggunaan
Menurut berbagai riwayat shahih dalam Sirah Nabawiyah, orang pertama dari kaum Muhajirin yang dimakamkan di Baqi adalah Uthman bin Mazh’un RA. Beliau wafat pada tahun ke-2 Hijriah. Rasulullah SAW sendiri yang menaruh batu di atas makamnya sebagai penanda dan bersabda:
“Ini adalah penanda bagi makam saudaraku, dan aku akan memakamkan di sini anggota keluargaku yang menyusul kemudian.”
Sedangkan dari kalangan Anshar, As’ad bin Zurarah RA disebut-sebut sebagai salah satu yang pertama dimakamkan di sana. Sejak saat itulah, Baqi resmi menjadi pemakaman utama bagi penduduk Madinah dan siapa pun yang wafat di kota tersebut.
Keutamaan Baqi dalam Hadits dan Dalil Syar’i
Sahabat Muslim, mengapa banyak orang sangat ingin dimakamkan di Baqi? Hal ini dikarenakan Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap tempat ini.
1. Doa Khusus dari Rasulullah SAW
Setiap kali Rasulullah SAW melewati Baqi, beliau selalu mendoakan penghuninya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Malaikat Jibril mendatangi Nabi dan berkata: “Tuhanmu memerintahkanmu untuk mendatangi penghuni Baqi dan memohonkan ampunan bagi mereka.” (HR. Muslim).
2. Orang yang Pertama Dibangkitkan
Ada riwayat yang menyebutkan bahwa penduduk Baqi akan termasuk golongan orang-orang pertama yang dibangkitkan pada hari kiamat setelah Rasulullah SAW, Abu Bakar, dan Umar bin Khattab. Ini adalah kemuliaan yang luar biasa bagi mereka yang beristirahat di sana.
Siapa Saja Tokoh Besar yang Dimakamkan di Baqi?
Baqi adalah “ruang tamu” bagi keluarga dan sahabat Nabi. Meskipun saat ini makam-makam tersebut tidak memiliki nisan bertuliskan nama demi menghindari praktik kesyirikan, catatan sejarah Islam telah memetakan siapa saja yang berbaring di sana.
Keluarga Nabi (Ahlul Bait)
Hampir seluruh keluarga inti Rasulullah SAW dimakamkan di sini, di antaranya:
- Putri-putri Nabi: Fatimah Az-Zahra, Ruqayyah, Zainab, dan Ummu Kulthum.
- Istri-istri Nabi (Ummahatul Mukminin): Kecuali Ibunda Khadijah (di Makkah) dan Maimunah (di Sarif). Di Baqi terdapat makam Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti Umar, Saudah, Zainab binti Khuzaimah, Zainab binti Jahsy, Ummu Salamah, Juwairiyah, Safiyyah, dan Ummu Habibah.
- Putra Nabi: Ibrahim bin Muhammad yang wafat saat masih kecil.
- Paman dan Bibi Nabi: Al-Abbas bin Abdul Muthalib dan Safiyyah binti Abdul Muthalib.
- Cucu Nabi: Hasan bin Ali bin Abi Thalib.
Para Sahabat Utama
Di bagian dalam yang lebih luas, terdapat makam Uthman bin Affan RA (Khalifah ketiga). Sejarah mencatat bahwa awalnya makam beliau berada di luar batas Baqi (di tempat bernama Hash-shaukab), namun setelah perluasan di era Umayyah, makam beliau masuk ke dalam area Baqi. Selain itu, ada pula sahabat besar lainnya seperti Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, dan Abdullah bin Mas’ud.
Tabel: Tokoh-Tokoh Utama di Pemakaman Baqi
| Kelompok | Nama Tokoh Terkenal | Lokasi Perkiraan (Tradisi Sejarah) |
|---|---|---|
| Keluarga Inti | Ibrahim (Putra Nabi) | Bagian Utara |
| Istri Nabi | Aisyah, Hafshah, Ummu Salamah, dll. | Bagian Tengah |
| Khalifah | Uthman bin Affan RA | Bagian Belakang (Timur) |
| Ahlul Bait | Abbas bin Abdul Muthalib, Hasan bin Ali | Dekat pintu masuk utama |
| Imam Mazhab | Imam Malik bin Anas | Area tengah |
Transformasi Baqi dari Zaman ke Zaman
Sahabat Muslim perlu memahami bahwa tampilan Baqi saat ini sangat berbeda dengan abad-abad sebelumnya. Dahulu, terdapat kubah-kubah besar yang menaungi makam tokoh-tokoh penting. Namun, pada awal abad ke-20, bangunan-bangunan tersebut diratakan oleh pemerintah Arab Saudi untuk mengikuti paham yang melarang pembangunan permanen di atas makam (tajshish) demi menjaga kemurnian tauhid.
Kini, Baqi terlihat sebagai hamparan tanah berpasir dengan batu-batu kecil sebagai penanda. Kesederhanaan ini justru menambah suasana khusyuk dan mengingatkan kita bahwa di hadapan Allah, semua manusia sama, yang membedakan hanyalah ketakwaannya.
Adab Berziarah ke Pemakaman Baqi
Bagi Sahabat Muslim yang berkesempatan mengunjungi Madinah, berziarah ke Baqi adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Berikut adalah adab yang harus dijaga:
- Mengucapkan Salam: “Assalamu’alaikum dara qaumin mukminin…” (Salam sejahtera bagi kalian penghuni negeri kaum mukmin).
- Mendoakan Penghuni: Memohonkan ampunan (istighfar) bagi para sahabat dan keluarga Nabi.
- Larangan Syirik: Dilarang meminta-minta kepada penghuni kubur atau mengusap-usap tanah makam.
- Menjaga Lisan: Tidak mengucapkan perkataan yang sia-sia atau meratap secara berlebihan.
- Waktu Ziarah: Biasanya dibuka untuk laki-laki setelah shalat Subuh dan shalat Ashar. Untuk Muslimah, cukup melihat dan mendoakan dari luar pagar sesuai dengan fatwa yang berlaku di sana.
Hikmah di Balik Sejarah Pemakaman Baqi
Mempelajari Sejarah Pemakaman Baqi memberikan kita pelajaran berharga tentang kefanaan dunia. Orang-orang yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW pun pada akhirnya kembali ke tanah. Namun, nama mereka tetap harum karena pengabdian mereka kepada Islam.
Bagi kita, Baqi adalah pengingat bahwa tujuan akhir kita adalah kematian, dan sebaik-baiknya persiapan adalah amal shalih. Berada di Madinah bukan hanya soal belanja atau foto, tapi soal merasakan detak perjuangan yang terkubur di dalam tanah Baqi.
Kesimpulan: Warisan Keimanan yang Tak Pernah Padam
Sejarah Pemakaman Baqi adalah bukti nyata bahwa Madinah adalah kota yang diberkati. Di setiap jengkal tanahnya, tersimpan jasad para syuhada dan shalihin yang telah menjamin tegaknya bendera Islam hingga sampai ke tangan kita hari ini. Menghormati mereka berarti menjaga warisan nilai-nilai yang mereka tinggalkan.
Sahabat Muslim, apakah kisah ini membuat hati Anda semakin rindu untuk bersujud di Masjid Nabawi dan mengirimkan salam langsung kepada para penghuni Baqi? Atau Anda ingin tahu lebih banyak tentang sejarah tempat-tempat suci lainnya di Makkah dan Madinah?
Jangan lewatkan beragam informasi keislaman, tips umroh praktis, hingga kisah sejarah Nabi yang menyentuh hati hanya di umroh.co. Mari kita terus belajar dan memperdalam ilmu agama agar setiap ibadah kita memiliki makna yang lebih dalam. Temukan inspirasi hijrah Anda setiap hari bersama kami!
Referensi Referensi Utama:
- Ibnu Katsir. Al-Bidayah wan Nihayah. (Catatan sejarah awal Madinah).
- Syaikh Safiyyurrahman al-Mubarakfuri. Ar-Raheeq Al-Makhtum. (Sejarah pemakaman Uthman bin Mazh’un).
- Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani. Sejarah Madinah Munawwarah. (Detail geografis dan perluasan Baqi).
- Hadits Shahih Bukhari & Muslim. (Bab tentang Ziarah Kubur dan Keutamaan Madinah).




