3 Hukum Jam Tangan Mewah: Biar Gaya Tetap Berkah!

25 Januari 2026

5 Menit baca

Zulfugar karimov lT6F1Xaphho unsplash

Hukum Jam Tangan Mewah dalam Islam pada dasarnya adalah mubah atau diperbolehkan, selama benda tersebut tidak terbuat dari material yang dilarang (seperti emas bagi laki-laki) dan tidak digunakan dengan niat untuk merendahkan orang lain atau menunjukkan kesombongan. Pernahkah Sahabat muslim merasa bimbang saat ingin mengenakan aksesoris mahal, takut jika kesenangan tersebut justru mengotori hati dengan sifat riya atau pamer?

Rasa khawatir ini sebenarnya bisa menjadi sarana self-healing yang menenangkan, karena dengan memahami batasan syariat, Sahabat tidak perlu lagi merasa bersalah saat menikmati hasil kerja keras, asalkan tetap menjaga kerendahan hati dan keseimbangan hidup agar tidak terjebak dalam gaya hidup yang berlebihan.

​Dalam panduan ahli (Expert Guide) ini, kita akan menyelami bagaimana Islam mengatur urusan perhiasan dan gaya hidup agar setiap langkah kita tetap dalam rida-Nya.

​1. Keindahan adalah Fitrah: Allah Mencintai Keindahan

​Sahabat muslim, Islam bukanlah agama yang melarang hamba-Nya untuk tampil rapi dan indah. Justru, merawat diri dan menggunakan nikmat yang Allah berikan adalah bentuk rasa syukur. Selama jam tangan tersebut dibeli dari harta yang halal dan tidak digunakan untuk menindas perasaan orang lain, maka itu adalah hak Sahabat.

​Ada sebuah hadist indah yang bisa menenangkan hati kita. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim).

​Dari hadist ini, kita belajar bahwa memiliki barang yang bagus bukanlah sebuah dosa. Yang menjadi masalah adalah “penyakit hati” yang muncul setelahnya, yaitu saat kita mulai merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain hanya karena apa yang melingkar di pergelangan tangan kita.

​2. Batasan “Israf” dan “Tabdzir” dalam Bergaya

​Meskipun diperbolehkan, Islam memberikan “pagar” agar kita tidak terjatuh dalam lubang pemborosan. Sahabat muslim pasti setuju bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu melelahkan bagi jiwa.

​Memahami Konsep Cukup

​Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31).

​Dalam konteks Hukum Jam Tangan Mewah, berlebihan bisa diartikan dalam beberapa hal:

  • Kapasitas Finansial: Memaksakan diri membeli jam tangan mewah hingga harus berhutang atau mengabaikan nafkah keluarga yang wajib.
  • Fungsi vs Gengsi: Jika tujuannya semata-mata hanya untuk dipuji (Riya), maka keberkahan barang tersebut akan hilang.
  • Material Terlarang: Khusus bagi laki-laki, jam tangan yang terbuat dari emas murni hukumnya haram, sesuai dengan sabda Nabi SAW yang melarang emas dan sutra bagi kaum laki-laki umatnya.

​3. Menjaga Hati agar Tetap Teduh (Tips Self-Healing)

​Bagaimana cara memakai barang mewah namun hati tetap terasa ringan dan tenang? Ini adalah seni mengelola batin agar tidak terjerumus dalam kesombongan.

  • Niatkan sebagai Syukur: Setiap kali melihat jam tangan tersebut, bisikkan dalam hati, “Ini adalah titipan Allah, bukan karena hebatku, tapi karena murah-Nya Allah padaku.”
  • Tingkatkan Empati: Jika Sahabat memakai barang mewah, pastikan tangan yang memakai jam tangan itu juga lebih rajin dalam memberi sedekah. Jangan sampai harga jam tangan kita lebih mahal daripada bantuan yang kita berikan kepada yatim piatu.
  • Sensitivity Check: Saat berada di lingkungan yang sedang kesulitan, alangkah baiknya jika kita tidak terlalu menonjolkan kemewahan tersebut sebagai bentuk tenggang rasa.
  • Ingat Keabadian: Sebagus apa pun jam tangan kita, ia hanyalah alat penunjuk waktu yang akan usang. Fokuslah pada bagaimana kita mengisi waktu tersebut dengan amal shalih.

​Strategi Menikmati Nikmat Tanpa Pamer

​Agar Sahabat muslim tetap bisa menikmati gaya hidup tanpa kehilangan arah, berikut adalah langkah praktisnya:

  1. Self-Audit: Sebelum membeli, tanya pada diri sendiri, “Kenapa aku menginginkan ini?” Jika jawabannya karena kualitas dan apresiasi seni, silakan. Jika karena ingin dianggap “wah”, mungkin perlu ditunda.
  2. Prioritas Zakat: Pastikan zakat mal dan infak sudah beres sebelum mengalokasikan dana untuk barang mewah.
  3. Low Profile: Milikilah barang tersebut untuk kepuasan pribadi, bukan untuk dipamerkan secara vulgar di media sosial yang bisa memicu rasa dengki (Hasad) orang lain.

​Kesimpulan

​Pada akhirnya, Hukum Jam Tangan Mewah kembali kepada niat dan cara kita menggunakannya. Islam adalah agama yang sangat manusiawi; ia memperbolehkan kita menikmati indahnya dunia, namun selalu mengingatkan agar hati kita tidak tertambat padanya. Ketenangan sejati (Self-healing) muncul saat Sahabat menyadari bahwa nilai diri Sahabat di mata Allah ditentukan oleh ketakwaan, bukan oleh merek barang yang dikenakan.

​Jadilah muslimah dan muslim yang anggun di luar, namun tetap bersahaja dan luas kasih sayangnya di dalam.

​Ingin mengetahui lebih banyak tentang fiqih harian, tips manajemen hati yang islami, hingga panduan persiapan spiritual umrah yang menenangkan jiwa?

​Jangan biarkan pencarian ilmumu berhenti di sini, Sahabat muslim! Mari terus perkaya wawasan keislamanmu agar hidupmu semakin tenang dan penuh berkah. Sahabat bisa menemukan ribuan artikel inspiratif lainnya, panduan gaya hidup halal, hingga informasi terbaru seputar persiapan ibadah ke Tanah Suci di website umroh.co. Mari bersama-sama kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak, lebih sabar, dan selalu dalam rida-Nya.

Yuk, kunjungi umroh.co sekarang untuk informasi seputar keislaman dan kehidupan muslim yang lebih lengkap!

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

6 Rahasia Kesehatan Muslimah Lansia: Kuat Ibadah & Tawaf!

​Menjaga Kesehatan Muslimah Lansia sebenarnya adalah tentang bagaimana kita menghargai fase “lemah yang membawa berkah” ini dengan memberikan nutrisi dan perhatian yang tepat bagi ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Boleh Warna Terang? 4 Fakta Hukum Warna Baju Wanita!

​Memahami Hukum Warna Baju Wanita sebenarnya adalah tentang menemukan titik keseimbangan antara mengekspresikan rasa syukur atas keindahan dan menjaga kemuliaan diri sebagai seorang Muslimah. ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

5 Fakta Unik Kisah Rayhanah binti Zaid yang Jarang Diketahui

​Kisah Rayhanah binti Zaid adalah sebuah potret nyata tentang bagaimana hidayah bekerja dengan cara yang sangat personal dan penuh ketenangan di dalam lingkaran terdekat ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Belum Punya Anak? Ini 2 Kisah Ajaib yang Menyejukkan Hati

​Melatih diri untuk Sabar Belum Punya Anak memang bukan perkara mudah, apalagi saat melihat orang-orang di sekitar kita dengan mudahnya menimang buah hati, sementara ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Bolehkah Pakai Kacamata Hitam Saat Ihram? Cek 3 Aturannya!

​Memahami hukum mengenakan Kacamata Hitam Saat Ihram menjadi hal penting agar kita bisa menjalankan rukun demi rukun dengan nyaman tanpa rasa was-was di dalam ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

7 Rahasia Sabar dalam Poligami: Kunci Surga & Hati Tenang

​Melatih rasa Sabar dalam Poligami bukanlah tentang menekan rasa sakit, melainkan sebuah proses transformasi jiwa untuk menemukan ketenangan hakiki yang hanya bersandar pada rida ... Read more