3 Hukum Memakai Henna: Agar Cantikmu Tetap Syar’i, Cek Yuk!

23 Januari 2026

5 Menit baca

James douglas KG m htyWp8 unsplash

​Hukum Memakai Henna dalam Islam pada dasarnya adalah mubah (boleh), bahkan sangat dianjurkan bagi wanita sebagai pembeda antara tangan wanita dan pria, asalkan tetap memperhatikan batasan-batasan syar’i agar tidak jatuh pada perilaku berlebihan atau tabarruj. Pernahkah Sahabat Muslim merasa bimbang saat ingin mengukir tangan dengan henna namun takut jika hal tersebut justru dilarang saat berada di tempat umum atau di depan orang yang bukan mahram?

Rasa ragu ini sebenarnya adalah sinyal indah dari imanmu yang ingin memastikan bahwa setiap jengkal kecantikan yang kamu tunjukkan tidak melanggar aturan Sang Pencipta, sehingga memahaminya secara mendalam bisa menjadi proses self-healing yang membebaskan jiwamu dari rasa was-was saat ingin berhias diri.

​Mari kita pelajari bersama panduan ahli (expert guide) ini agar Sahabat Muslim bisa tampil anggun dengan henna tanpa harus mengkhawatirkan keabsahan ibadah maupun batasan sosialnya.

​Mengapa Henna Begitu Spesial dalam Islam?

​Sahabat Muslim, dalam sejarah Islam, mewarnai tangan dengan inai atau henna adalah tradisi yang sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Beliau sangat menganjurkan para wanita untuk mewarnai tangannya agar tampak feminin dan berbeda dari tangan laki-laki.

​Hadits yang Menenangkan Hati

​Diriwayatkan dari Aisyah RA, beliau menceritakan bahwa ada seorang wanita yang memberikan surat kepada Rasulullah SAW dari balik tabir. Rasulullah menutup tangannya dan bersabda: “Aku tidak tahu, apakah ini tangan laki-laki atau tangan wanita?” Wanita itu menjawab, “Tentu saja tangan wanita.” Beliau bersabda: “Jika kamu seorang wanita, seharusnya kamu mengubah (mewarnai) kuku-kukumu dengan henna.” (HR. Abu Daud & An-Nasa’i).

​Hadits ini menunjukkan bahwa menghias tangan dengan henna adalah sesuatu yang disenangi oleh Nabi SAW untuk menjaga fitrah kecantikan wanita. Jadi, Sahabat tidak perlu merasa “salah” saat ingin memakainya.

​3 Batasan Penting: Henna di Depan Non-Mahram

​Meskipun diperbolehkan, ada beberapa “pagar” yang perlu Sahabat Muslim perhatikan agar kecantikan tersebut tetap mendatangkan berkah, terutama saat berhadapan dengan orang yang bukan mahram.

​1. Menghindari Desain yang Terlalu Mencolok (Tabarruj)

​Islam melarang wanita untuk menonjolkan perhiasannya secara berlebihan di depan publik. Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nur ayat 31:

“…Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…”

​Jika henna yang Sahabat gunakan memiliki desain yang sangat rumit, menutupi seluruh tangan hingga lengan, dan sengaja digunakan untuk menarik perhatian laki-laki di tempat umum, maka hal ini bisa masuk dalam kategori tabarruj yang dilarang. Pilihlah desain yang sederhana jika Sahabat sering beraktivitas di luar rumah.

​2. Niatkan untuk Pasangan dan Diri Sendiri

​Kecantikan terbaik seorang muslimah adalah kecantikan yang disimpan untuk mereka yang halal baginya. Mengenakan henna sebagai bentuk pengabdian kepada suami atau sekadar untuk membahagiakan diri sendiri (self-reward) akan mendatangkan ketenangan batin yang luar biasa. Saat Sahabat merasa bahagia dengan diri sendiri, aura positif itu akan terpancar secara natural.

​3. Tidak Menyerupai Tato (Permanen)

​Henna yang diperbolehkan adalah yang sifatnya sementara dan hanya meninggalkan warna pada kulit (menyerap), bukan yang melapisi kulit secara permanen atau menyakitkan seperti tato. Hindari juga menggunakan “Henna Hitam” kimiawi yang sering kali mengandung bahan berbahaya dan bisa menutup pori-pori secara total.

​Henna dan Sahnya Wudhu: Apa yang Perlu Diketahui?

​Ini adalah poin yang paling sering membuat Sahabat Muslim merasa khawatir. “Kalau aku pakai henna, wudhuku tembus nggak ya?”

​Berbeda dengan kuteks konvensional yang menciptakan lapisan plastik di atas kuku, henna alami (pacar) hanya meninggalkan warna yang meresap ke dalam pori-pori kulit dan kuku. Karena tidak ada lapisan tebal yang menghalangi jalannya air, maka wudhu dan mandi wajib Sahabat tetap SAH.

​Namun, pastikan Sahabat menggunakan henna yang asli dari daun inai. Hati-hati dengan produk henna instan yang terkadang mengandung zat perekat seperti lem yang bisa menghalangi air. Cobalah untuk mengetesnya terlebih dahulu; jika henna tersebut bisa dikelupas seperti plastik, sebaiknya hindari saat akan melakukan ibadah shalat.

​Tips Memilih dan Memakai Henna yang Menenangkan

​Agar pengalaman Sahabat dalam berhias menjadi momen yang menyejukkan hati, coba ikuti tips berikut:

  • Pilih Henna Organik: Bahan alami jauh lebih ramah di kulit dan memberikan aroma terapi yang menenangkan.
  • Warna yang Lembut: Warna oranye atau kemerahan alami memberikan kesan elegan tanpa terlihat terlalu agresif di mata orang lain.
  • Jadikan Momen Relaksasi: Pakailah henna sambil mendengarkan murottal atau dzikir. Biarkan waktu menunggu henna kering menjadi momen Sahabat untuk melakukan deep breathing dan bersyukur atas segala nikmat-Nya.

​Kesimpulan

​Memahami Hukum Memakai Henna membuat kita menyadari bahwa Islam adalah agama yang sangat indah dan memperhatikan detail kecil dalam hidup seorang wanita. Selama Sahabat menjauhi sikap berlebihan dan menjaga aurat di depan yang bukan mahram, menghias tangan dengan henna adalah salah satu cara untuk mensyukuri fitrah kecantikanmu. Jangan biarkan standar kecantikan dunia yang melelahkan mengaturmu; kembalilah pada batasan syariat yang justru memerdekakan hatimu.

​Semoga dengan tangan yang terhias cantik dan hati yang dipenuhi rasa syukur, setiap aktivitas yang Sahabat lakukan menjadi ladang pahala yang tak terputus.

​Ingin mengetahui lebih banyak tentang fiqih kecantikan muslimah, doa-doa penyejuk hati, hingga panduan lengkap persiapan spiritual untuk umrah yang meneduhkan jiwa?

​Jangan biarkan rasa ingin tahumu berhenti di sini, Sahabat Muslim! Mari terus perkaya ilmu dan iman agar setiap langkah hidup kita selalu bernilai ibadah. Sahabat bisa menemukan ribuan artikel inspiratif lainnya, tips manajemen emosi islami, hingga informasi terbaru seputar dunia Islam di website umroh.co. Mari bersama-sama kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, lebih cerdas, dan lebih tenang dalam menjalankan syariat.

Yuk, kunjungi umroh.co sekarang untuk informasi seputar keislaman dan kehidupan muslim yang lebih lengkap!

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

6 Rahasia Kesehatan Muslimah Lansia: Kuat Ibadah & Tawaf!

​Menjaga Kesehatan Muslimah Lansia sebenarnya adalah tentang bagaimana kita menghargai fase “lemah yang membawa berkah” ini dengan memberikan nutrisi dan perhatian yang tepat bagi ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Boleh Warna Terang? 4 Fakta Hukum Warna Baju Wanita!

​Memahami Hukum Warna Baju Wanita sebenarnya adalah tentang menemukan titik keseimbangan antara mengekspresikan rasa syukur atas keindahan dan menjaga kemuliaan diri sebagai seorang Muslimah. ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

5 Fakta Unik Kisah Rayhanah binti Zaid yang Jarang Diketahui

​Kisah Rayhanah binti Zaid adalah sebuah potret nyata tentang bagaimana hidayah bekerja dengan cara yang sangat personal dan penuh ketenangan di dalam lingkaran terdekat ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Belum Punya Anak? Ini 2 Kisah Ajaib yang Menyejukkan Hati

​Melatih diri untuk Sabar Belum Punya Anak memang bukan perkara mudah, apalagi saat melihat orang-orang di sekitar kita dengan mudahnya menimang buah hati, sementara ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Bolehkah Pakai Kacamata Hitam Saat Ihram? Cek 3 Aturannya!

​Memahami hukum mengenakan Kacamata Hitam Saat Ihram menjadi hal penting agar kita bisa menjalankan rukun demi rukun dengan nyaman tanpa rasa was-was di dalam ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

7 Rahasia Sabar dalam Poligami: Kunci Surga & Hati Tenang

​Melatih rasa Sabar dalam Poligami bukanlah tentang menekan rasa sakit, melainkan sebuah proses transformasi jiwa untuk menemukan ketenangan hakiki yang hanya bersandar pada rida ... Read more