5 Fakta Unik Kisah Rayhanah binti Zaid yang Jarang Diketahui

26 Januari 2026

5 Menit baca

Nelly g zk3zsQgKWSY unsplash

​Kisah Rayhanah binti Zaid adalah sebuah potret nyata tentang bagaimana hidayah bekerja dengan cara yang sangat personal dan penuh ketenangan di dalam lingkaran terdekat Rasulullah SAW. Pernahkah Sahabat Muslim merasa bahwa perjalanan menuju iman yang lebih baik itu penuh dengan keraguan dan pergolakan batin yang melelahkan? Jika iya, maka menengok sejenak pada perjalanan hidup sosok Rayhanah bisa menjadi sebuah self-healing yang luar biasa bagi jiwa kita.

​Seringkali kita mengenal istri-istri Nabi seperti Ibunda Khadijah atau Aisyah, namun sosok Rayhanah binti Zaid seringkali terlewatkan dalam pembicaraan sehari-hari. Padahal, melalui dirinya, kita belajar tentang penghormatan Islam terhadap proses batin seseorang dan bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan hati yang sedang mencari jalan pulang. Mari kita duduk sejenak, ambil napas dalam-dalam, dan selami kisah yang menyejukkan ini.

​1. Asal-Usul dan Keteguhan Hati Sang Wanita Bangsawan

​Rayhanah berasal dari kabilah Yahudi Banu Nadir (beberapa riwayat menyebut Banu Qurayza melalui pernikahan). Beliau adalah seorang wanita bangsawan yang dikenal memiliki paras menawan dan kecerdasan yang luar biasa. Namun, takdir membawanya masuk ke dalam lingkaran Islam setelah peristiwa pengepungan Banu Qurayza.

​Bagi Sahabat Muslim, bayangkan betapa berat beban mental yang ia pikul saat itu. Kehilangan keluarga dan kedudukan dalam sekejap tentu bukan hal mudah. Di sinilah kita melihat sisi kemanusiaan yang sangat dalam. Rasulullah SAW tidak memaksanya, melainkan memberinya ruang untuk berduka dan berpikir.

​2. Pilihan di Tangan: Meneladani Sifat Rasulullah yang Lembut

​Salah satu momen paling mengharukan dalam Kisah Rayhanah binti Zaid adalah ketika Rasulullah SAW menawarkan pilihan kepadanya. Beliau tidak pernah memaksa Rayhanah untuk langsung memeluk Islam. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:

​”Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat…” (QS. Al-Baqarah: 256).

​Rasulullah SAW menawarkan: jika ia memilih Islam, beliau akan menikahinya dan ia akan menjadi Ummul Mukminin. Namun, di awal pertemuannya, Rayhanah sempat memilih untuk tetap pada agamanya semula sambil berada di bawah naungan Rasulullah. Apa reaksi Nabi? Beliau tetap memperlakukannya dengan sangat terhormat dan lembut. Inilah bukti betapa Islam sangat menghargai privasi dan keputusan hati.

​3. Detik-Detik Hidayah Menyapa Jiwa

​Penantian Rasulullah SAW akan hidayah untuk Rayhanah berbuah manis. Suatu ketika, saat Rasulullah sedang berkumpul dengan para sahabat, terdengar suara ketukan pintu. Itu adalah utusan yang membawa kabar bahwa Rayhanah telah mengucapkan syahadat dengan tulus dari hatinya.

​Kegembiraan Rasulullah SAW saat itu bukan hanya karena ia menjadi bagian dari keluarga beliau, tetapi karena satu jiwa telah menemukan ketenangan dalam Islam.

  • Pelajaran bagi kita: Hidayah tidak bisa dipaksa, ia datang seperti embun di pagi hari—tenang, lembut, dan menyejukkan saat waktunya telah tepat.
  • Proses batin: Jangan pernah merasa bersalah jika proses hijrahmu terasa lambat, karena Allah lebih melihat ketulusan prosesmu daripada kecepatanmu.

​4. Perbedaan Pendapat Ulama: Istri atau Tawanan yang Dimuliakan?

​Dalam literatur sejarah Islam (seperti Siyar A’lam al-Nubala oleh Imam adz-Dzahabi atau Thabaqat al-Kubra oleh Ibnu Sa’d), terdapat dua pendapat mengenai status Rayhanah:

  1. Sebagai Istri: Beliau dimerdekakan dan dinikahi oleh Rasulullah SAW secara resmi dengan mahar yang sama dengan istri-istri lainnya.
  2. Sebagai Sariyah (Tawanan yang Dimuliakan): Beliau tetap memilih status tersebut karena merasa lebih nyaman dengan kesederhanaannya.

​Namun, terlepas dari perbedaan teknis tersebut, para ulama sepakat bahwa Rayhanah adalah wanita salehah yang menjaga kehormatan dirinya dan sangat dicintai oleh Rasulullah SAW. Beliau mendampingi Nabi hingga akhir hayat beliau dengan penuh ketaatan dan kasih sayang.

​5. Meneladani Kesederhanaan dalam Keimanan

​Setelah memeluk Islam, Rayhanah binti Zaid dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga hijab dan kesuciannya. Beliau tidak terbuai dengan kedekatannya dengan pemimpin umat. Bagi Sahabat Muslim yang sedang merasa “lelah” dengan tuntutan dunia yang serba pamer, kehidupan Rayhanah mengajarkan bahwa kebahagiaan itu ada pada “ketidaknampakkan” kita di mata manusia, namun sangat dikenal di langit.

​Beliau wafat tak lama setelah Rasulullah SAW pulang dari Haji Wada’ dan dimakamkan di Al-Baqi’, Madinah. Beliau meninggalkan warisan kisah tentang bagaimana cinta dan kelembutan bisa meruntuhkan tembok keras keraguan batin.

​Hikmah Self-Healing dari Kisah Rayhanah

​Saat Sahabat merasa tidak percaya diri dengan masa lalu atau merasa berat dengan sebuah pilihan, ingatlah Rayhanah:

  • ​Berikan waktu pada hatimu untuk sembuh.
  • ​Percayalah bahwa Allah menyiapkan jalan yang lebih baik meski lewat cara yang tidak terduga.
  • ​Ketaatan adalah soal rasa, bukan paksaan.

​Kesimpulan

Kisah Rayhanah binti Zaid adalah pengingat bahwa setiap orang memiliki waktu “mekar” yang berbeda dalam keimanannya. Jangan pernah membandingkan proses hijrahmu dengan orang lain. Belajarlah dari kelembutan Rasulullah yang memberikan ruang bagi Rayhanah untuk menemukan Allah dengan kemauan sendiri.

​Jika Sahabat sedang mencari makna ketenangan dalam berislam, jadikanlah kisah ini sebagai cermin bahwa Islam hadir untuk memuliakan wanita, memberikan hak atas hatinya, dan menuntunnya menuju surga dengan penuh cinta.

​Ingin mengetahui lebih banyak tentang kisah para sahabat Nabi yang menggetarkan hati, rahasia kedamaian hidup dalam Islam, atau info menarik seputar ibadah Umroh dan Haji? Yuk, perkaya wawasan keislaman Sahabat dengan membaca artikel inspiratif lainnya di umroh.co. Mari kita terus belajar membasahi hati dengan ilmu agar hidup senantiasa tenang di bawah lindungan-Nya. Sampai jumpa di artikel berikutnya, Sahabat Muslim!

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

6 Rahasia Kesehatan Muslimah Lansia: Kuat Ibadah & Tawaf!

​Menjaga Kesehatan Muslimah Lansia sebenarnya adalah tentang bagaimana kita menghargai fase “lemah yang membawa berkah” ini dengan memberikan nutrisi dan perhatian yang tepat bagi ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Boleh Warna Terang? 4 Fakta Hukum Warna Baju Wanita!

​Memahami Hukum Warna Baju Wanita sebenarnya adalah tentang menemukan titik keseimbangan antara mengekspresikan rasa syukur atas keindahan dan menjaga kemuliaan diri sebagai seorang Muslimah. ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

5 Fakta Unik Kisah Rayhanah binti Zaid yang Jarang Diketahui

​Kisah Rayhanah binti Zaid adalah sebuah potret nyata tentang bagaimana hidayah bekerja dengan cara yang sangat personal dan penuh ketenangan di dalam lingkaran terdekat ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Belum Punya Anak? Ini 2 Kisah Ajaib yang Menyejukkan Hati

​Melatih diri untuk Sabar Belum Punya Anak memang bukan perkara mudah, apalagi saat melihat orang-orang di sekitar kita dengan mudahnya menimang buah hati, sementara ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Bolehkah Pakai Kacamata Hitam Saat Ihram? Cek 3 Aturannya!

​Memahami hukum mengenakan Kacamata Hitam Saat Ihram menjadi hal penting agar kita bisa menjalankan rukun demi rukun dengan nyaman tanpa rasa was-was di dalam ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

7 Rahasia Sabar dalam Poligami: Kunci Surga & Hati Tenang

​Melatih rasa Sabar dalam Poligami bukanlah tentang menekan rasa sakit, melainkan sebuah proses transformasi jiwa untuk menemukan ketenangan hakiki yang hanya bersandar pada rida ... Read more