Universitas Al-Azhar adalah bukti nyata tentang bagaimana sebuah tempat sujud bisa bertransformasi menjadi pusat peradaban intelektual yang menyinari dunia selama lebih dari satu milenium. Pernahkah Sahabat Muslim merasa gelisah di tengah dunia yang terasa begitu dangkal dan cepat berubah, hingga merindukan sebuah pegangan ilmu yang kokoh, tenang, dan tidak lekang oleh waktu?
Bagi kita yang saat ini mungkin sedang mencari ketenangan batin melalui ilmu agama, menyelami sejarah dan peran Al-Azhar bisa menjadi bentuk self-healing yang sangat mendalam. Kita akan belajar bahwa ilmu bukan sekadar untuk diperdebatkan, melainkan untuk diamalkan demi kedamaian jiwa. Mari kita duduk sejenak, tenangkan pikiran, dan mari kita mulai perjalanan spiritual menuju jantung intelektual Islam di Mesir ini.
Akar Sejarah: Bermula dari Sebuah Sujud di Kairo
Sahabat Muslim, mari kita putar kembali jarum jam menuju tahun 970 Masehi. Di bawah komando Panglima Jawhar al-Siqilli dari Dinasti Fatimiyah, peletakan batu pertama sebuah masjid dimulai di kota Kairo yang baru saja didirikan. Masjid ini awalnya diberi nama Al-Mansuriyyah, namun kemudian diubah menjadi Al-Azhar—sebuah nama yang diambil dari julukan putri Rasulullah ﷺ, Fatimah Az-Zahra.
Pembangunan ini selesai pada tahun 972 Masehi. Awalnya, ia hanyalah sebuah masjid tempat para tentara dan penduduk shalat berjamaah. Namun, karena semangat Islam yang sangat mencintai ilmu, mimbar-mimbar masjid tersebut perlahan berubah menjadi lingkaran-lingkaran diskusi (halaqah). Inilah pelajaran pertama bagi kita: segala sesuatu yang besar dan bermanfaat luas, sering kali bermula dari niat yang sederhana untuk beribadah kepada Allah SWT.
Transformasi Menakjubkan: Dari Mimbar Masjid ke Menara Dunia
Bagaimana sebuah masjid bisa menjadi universitas tertua kedua di dunia (setelah Al-Qarawiyyin)? Jawabannya terletak pada konsistensi. Sahabat Muslim, pada tahun 988 Masehi, Khalifah Al-Aziz Billah secara resmi menjadikan Al-Azhar sebagai institusi pendidikan dengan menunjuk 35 ulama untuk mengajar secara tetap di sana.
Melewati Berbagai Dinasti
Sejarah Universitas Al-Azhar adalah sejarah tentang ketangguhan. Ia melewati berbagai pergantian kekuasaan:
- Dinasti Fatimiyah: Masa awal berdirinya sebagai pusat penyebaran paham Syiah.
- Dinasti Ayyubiyah: Di bawah kepemimpinan Salahuddin Al-Ayyubi, Al-Azhar sempat mengalami masa transisi besar menuju paham Sunni (Syafii) yang bertahan hingga hari ini.
- Dinasti Mamluk: Masa keemasan di mana Al-Azhar menjadi pusat ilmu pengetahuan terbesar di dunia Islam setelah Baghdad luluh lantak oleh serangan Mongol.
- Dinasti Utsmaniyah: Al-Azhar tetap dihormati dan menjadi rujukan fatwa dunia.
Pelajaran bagi kita: meskipun keadaan di sekitar kita berubah, bahkan ketika kepemimpinan dalam hidup kita berganti, jika kita tetap teguh pada nilai-nilai kebenaran, Allah akan menjaga eksistensi kita.
Cahaya Wasatiyyah: Moderasi Islam sebagai Penyejuk Hati
Sahabat Muslim, di tengah dunia yang sering kali terjebak dalam ekstremisme, Universitas Al-Azhar tetap berdiri sebagai mercusuar Wasatiyyah (moderasi). Inilah yang membuat hati kita tenang saat belajar di sana atau mendengarkan para ulamanya.
Moderasi di Al-Azhar berarti:
- Menghargai Perbedaan Madzhab: Di sini, Sahabat akan menemukan empat madzhab besar (Syafii, Maliki, Hanafi, Hambali) diajarkan dengan penuh rasa hormat.
- Keseimbangan antara Akal dan Wahyu: Al-Azhar mengajarkan kita untuk menggunakan akal demi memahami wahyu, bukan untuk menentangnya.
- Keterbukaan terhadap Ilmu Modern: Sejak reformasi besar pada tahun 1961, Al-Azhar juga membuka fakultas-fakultas umum seperti Kedokteran, Teknik, dan Sains, membuktikan bahwa agama dan ilmu umum tidak pernah bertentangan.
Inilah obat bagi hati yang sering cemas karena perdebatan agama yang keras. Al-Azhar mengajarkan bahwa Islam adalah “Rahmatan lil ‘Alamin”—rahmat bagi semesta alam.
Rahasia Keberkahan Al-Azhar dalam Dalil Agama
Mengapa Al-Azhar bisa bertahan begitu lama? Sebagai Expert Guide, saya ingin menunjukkan bahwa kemuliaan tempat ini sejalan dengan nilai-nilai yang Allah tetapkan dalam wahyu-Nya.
Ayat Al-Qur’an tentang Keutamaan Ilmu
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11: “…Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat…”
Para ulama Al-Azhar telah mengamalkan ayat ini selama 10 abad. Mereka tidak mengejar kekayaan duniawi, tapi mereka mengejar derajat di sisi Allah, sehingga dunia pun akhirnya mengejar mereka.
Hadist Tentang Cahaya Ilmu
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).
Al-Azhar telah menjadi “jalan” bagi jutaan Muslim dari seluruh penjuru dunia untuk mencari cahaya tersebut. Ini adalah pengingat bagi Sahabat Muslim: ketika Sahabat merasa hidup ini rumit, kembalilah mencari ilmu. Ilmu akan menyederhanakan masalahmu dan melapangkan jalanmu.
Pelajaran Self-Healing dari Lorong-Lorong Al-Azhar
Sahabat Muslim, jika suatu saat nanti Allah izinkan Sahabat berkunjung ke Al-Azhar, masuklah ke area masjid tuanya. Rasakan keheningan di sana. Ada pelajaran psikologis dan spiritual yang sangat dalam di tempat ini:
- Pentingnya Ruang Hening: Di tengah hiruk-pikuk Kairo yang sangat padat, Al-Azhar tetap hening. Ini mengajarkan kita untuk selalu menyediakan “ruang hening” di dalam hati kita untuk berzikir dan merenung, meskipun dunia luar sedang sangat berisik.
- Belajar dari Kesederhanaan: Lihatlah bagaimana para mahasiswa Al-Azhar dari berbagai negara hidup sederhana demi ilmu. Ketenangan batin tidak datang dari fasilitas yang mewah, melainkan dari tujuan hidup yang jelas.
- Kekuatan Silaturahmi Intelektual: Di Al-Azhar, Muslim dari Indonesia, Afrika, hingga Eropa duduk di karpet yang sama. Ini menyembuhkan luka kesepian; kita menyadari bahwa kita adalah bagian dari umat yang besar dan penuh kasih.
Tokoh-Tokoh Besar: Mutiara dari Al-Azhar
Hampir semua ulama dan pemikir besar Islam pernah bersentuhan dengan institusi ini. Ibnu Khaldun, sang bapak sosiologi dunia, pernah mengajar di sini. Al-Suyuti, sang ulama ensiklopedis, menulis karya-karya besarnya di bawah naungan Al-Azhar. Hingga di masa modern, kita mengenal sosok-sosok seperti Syekh Mutawalli Al-Sya’rawi yang tafsirnya sangat menyejukkan hati.
Kehadiran tokoh-tokoh ini memberikan kita kepercayaan diri bahwa Islam memiliki sejarah intelektual yang sangat kaya. Sahabat Muslim tidak perlu merasa minder dengan kemajuan bangsa lain, karena kita memiliki akar yang sangat kuat.
Cara Menjaga Semangat Al-Azhar dalam Keseharian
Meskipun kita tidak belajar secara formal di sana, kita bisa membawa semangat Universitas Al-Azhar ke dalam rumah kita:
- Membaca Buku Bermutu: Jadikan waktu membaca sebagai kebutuhan, bukan sekadar hobi.
- Menghindari Debat Kusir: Amalkan sikap moderat Al-Azhar dengan menghargai pendapat orang lain yang berbeda dalam masalah furu’iyah (cabang).
- Mencari Guru yang Bersanad: Pastikan ilmu agama yang kita serap memiliki silsilah yang jelas, seperti para ulama Al-Azhar yang sanad ilmunya menyambung hingga Rasulullah ﷺ.
Kesimpulan
Universitas Al-Azhar adalah simbol bahwa selama ilmu tetap dijaga, maka harapan bagi umat ini tidak akan pernah padam. Dari sebuah masjid sederhana milik Dinasti Fatimiyah, ia tumbuh menjadi pohon raksasa yang buahnya dinikmati oleh seluruh dunia. Ia mengajarkan kita bahwa kejayaan sejati adalah ketika ilmu membawa kita pada ketakwaan dan ketenangan jiwa.
Semoga artikel ini memberikan oase bagi hati Sahabat Muslim yang sedang merindukan ilmu. Ingatlah, perjalanan mencari ilmu adalah perjalanan menuju Allah, dan setiap langkahnya adalah penghapus dosa.
Apakah Sahabat ingin tahu lebih banyak tentang sejarah peradaban Islam di tempat lain, atau tips praktis bagaimana memulai belajar agama secara mandiri di rumah? Jangan biarkan rasa ingin tahu Sahabat berhenti di sini.
Yuk, temukan panduan spiritual lainnya, tips harian muslim, hingga informasi terlengkap seputar dunia Islam hanya di umroh.co. Mari kita perkaya hati dan pikiran kita agar setiap langkah kita di dunia ini selalu dalam naungan cahaya ilmu dan rahmat-Nya.
Baca artikel inspiratif lainnya dan temukan ketenangan spiritualmu di umroh.co sekarang!





