Memahami Cara Merawat Hijab dengan benar adalah salah satu bentuk rasa syukur kita atas rezeki yang Allah titipkan melalui pakaian yang kita kenakan setiap hari.
Bagi seorang Muslimah, hijab adalah mahkota kemuliaan. Terkadang, kita rela menyisihkan tabungan untuk membeli koleksi hijab berkualitas demi kenyamanan dan penampilan yang rapi saat beribadah maupun bersosialisasi. Namun, kain yang indah membutuhkan sentuhan yang lembut pula. Merawat hijab dengan penuh perhatian bukan hanya soal menjaga penampilan, tapi juga tentang menghargai titipan-Nya agar tidak menjadi perilaku mubazir (israf). Mari kita pelajari bersama cara menjaga koleksi kesayangan Sahabat tetap cemerlang.
1. Mencuci dengan Kasih Sayang: Hindari Mesin Cuci
Langkah pertama dalam Cara Merawat Hijab yang paling krusial adalah metode pencuciannya. Kain hijab premium seperti silk, satin, atau ultrafine voile biasanya memiliki serat yang sangat halus.
- Gunakan Tangan (Hand Wash): Gesekan mesin cuci yang terlalu kuat bisa merusak struktur serat kain dan memicu bulu-bulu halus keluar. Cukup rendam hijab dalam air suhu ruang.
- Pilih Detergen Lembut: Gunakan sampo bayi atau detergen cair khusus kain halus. Detergen bubuk sering kali meninggalkan residu yang membuat kain kaku.
- Jangan Dikucek Terlalu Keras: Cukup celup-celupkan dan usap bagian yang terkena noda (seperti bekas keringat atau makeup) secara perlahan dengan jari.
Ingatlah pesan Rasulullah SAW:
”Sesungguhnya Allah itu Indah dan mencintai keindahan.” (HR. Muslim).
Menjaga hijab tetap bersih dan indah adalah bagian dari mencintai keindahan yang Allah sukai.
2. Rahasia Menjaga Warna: Hindari Matahari Langsung
Pernahkah Sahabat Muslim merasa hijab yang tadinya berwarna cerah perlahan menjadi kusam? Sinar ultraviolet dari matahari adalah musuh utama pigmen warna kain.
- Jemur di Tempat Teduh: Saat mengeringkan, cukup gantung hijab di area yang berangin namun tidak terkena paparan matahari langsung.
- Balik Hijab: Biasakan menjemur dengan posisi bagian dalam menghadap ke luar untuk meminimalisir pudarnya warna pada bagian depan.
- Hindari Pengering Mesin: Suhu panas dari mesin pengering bisa membuat kain hijab menyusut atau menjadi rapuh.
3. Menyetrika dengan Suhu yang Tepat
Menyetrika hijab dengan suhu yang terlalu panas adalah kesalahan yang sering terjadi. Ini bisa menyebabkan kain “terbakar” atau tampak mengkilap secara tidak alami (gosong).
- Gunakan Suhu Rendah ke Sedang: Sesuaikan suhu setrika dengan label jenis kain. Jika ragu, mulailah dari suhu paling rendah.
- Gunakan Lapisan Kain: Untuk hijab bahan satin atau sutra, letakkan selembar kain tipis di atas hijab saat menyetrika agar panas tidak langsung mengenai serat sensitif.
- Gunakan Setrika Uap (Steamer): Jika memungkinkan, steamer adalah pilihan terbaik karena lebih aman untuk menjaga tekstur asli kain hijab Sahabat.
4. Bijak dalam Memilih Jarum dan Peniti
Luka pada kain hijab sering kali diawali dari penggunaan jarum yang tumpul atau peniti yang berkarat. Ini adalah aspek detail dalam Cara Merawat Hijab yang sering terlupakan.
- Gunakan Jarum Pentul Tajam: Pilihlah jarum pentul berkualitas yang permukaannya sangat halus agar tidak merobek serat kain.
- Gunakan Klip Hijab: Jika Sahabat ingin kain tetap utuh tanpa lubang, beralihlah menggunakan klip hijab magnet atau klip besi yang tidak menusuk kain.
- Simpan di Tempat Kering: Pastikan koleksi jarum Sahabat tidak berkarat. Karat yang menempel pada hijab sangat sulit dibersihkan.
5. Penyimpanan yang Menenangkan Jiwa
Melihat lemari yang rapi bisa menjadi sarana self-healing tersendiri di pagi hari sebelum memulai aktivitas. Cara menyimpan pun mempengaruhi keawetan bentuk hijab.
- Gantung Menggunakan Hanger Khusus: Menggantung hijab dengan ring hanger membantu mencegah lipatan yang permanen pada kain.
- Jangan Menumpuk Terlalu Banyak: Jika dilipat, pastikan tumpukan tidak terlalu tinggi agar hijab di bagian bawah tidak kusut karena beban.
- Berikan Ruang Napas: Jangan menyimpan hijab di tempat yang lembap. Gunakan serap air atau silica gel di dalam lemari untuk mencegah pertumbuhan jamur.
6. Menghindari “Tabzir” dengan Merawat Barang
Dalam Islam, kita diajarkan untuk tidak boros dan merusak barang. Dengan merawat hijab, kita sedang mempraktikkan sikap Qana’ah (merasa cukup) dan menghargai nikmat yang ada.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
”Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid…” (QS. Al-A’raf: 31).
Maksud dari “bagus” di sini bukan harus selalu baru, melainkan pakaian yang terawat, bersih, dan pantas. Dengan merawat hijab yang lama agar tetap terlihat seperti baru, Sahabat Muslim sedang menjalankan perintah Allah untuk berhias secara layak tanpa harus terjebak dalam perilaku konsumtif yang berlebihan.
Kesimpulan
Kesimpulannya, Cara Merawat Hijab adalah kombinasi antara teknik yang tepat dan niat yang tulus untuk menjaga amanah berupa harta. Saat hijab kita bersih, wangi, dan warnanya tetap cemerlang, kepercayaan diri kita sebagai Muslimah akan meningkat, dan ibadah pun terasa lebih tenang. Merawat barang-barang kesayangan adalah bentuk terapi kecil yang bisa menenangkan hati dan melatih kesabaran kita.
Semoga koleksi hijab Sahabat Muslim selalu terjaga keindahannya dan menjadi teman setia dalam setiap langkah menuju rida-Nya.
Ingin tahu lebih banyak tentang tips gaya hidup muslimah, manajemen rumah tangga islami, atau info perjalanan Umroh yang inspiratif? Jangan lupa untuk terus memperdalam ilmu dan wawasan keislaman Sahabat dengan membaca artikel-artikel menyejukkan lainnya di umroh.co. Mari kita terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik, lebih rapi, dan lebih bertakwa setiap harinya!





