Hukum Wanita Berenang pada dasarnya adalah mubah atau diperbolehkan, bahkan aktivitas ini bisa bernilai ibadah jika diniatkan untuk menjaga kesehatan tubuh sebagai amanah dari Allah SWT. Namun, pernahkah Sahabat Muslim merasa ragu atau tidak nyaman saat ingin menyeburkan diri ke kolam renang karena khawatir akan privasi dan batasan aurat yang mungkin terabaikan?
Berenang adalah salah satu olahraga yang sangat dianjurkan. Air memiliki kemampuan alami untuk menenangkan pikiran, melepas penat, dan memberikan efek terapi bagi tubuh yang lelah. Namun, bagi kita para Muslimah, kenyamanan batin saat berenang hanya bisa didapat jika kita yakin bahwa apa yang kita lakukan tetap berada dalam rida-Nya. Mari kita bahas bersama bagaimana cara menikmati olahraga air ini dengan hati yang tenang dan terjaga.
1. Menyelami Anjuran Olahraga dalam Islam
Islam sangat menghargai kekuatan fisik. Tubuh yang sehat adalah modal utama untuk menjalankan ketaatan, mulai dari shalat, mengurus keluarga, hingga berdakwah. Terkait olahraga air, terdapat pesan yang sangat masyhur dari Khalifah Umar bin Khattab RA yang berkata:
“Ajarkanlah anak-anakmu berenang, memanah, dan menunggang kuda.”
Meski kutipan ini sering ditujukan secara umum, pesan tersiratnya adalah bahwa berenang merupakan keterampilan penting bagi setiap Muslim dan Muslimah. Selama Sahabat memperhatikan batasan, olahraga ini bisa menjadi sarana syukur atas nikmat sehat.
2. Memahami Batasan Aurat Antar Sesama Wanita
Meskipun kolam renang yang Sahabat kunjungi dikhususkan untuk wanita, bukan berarti kita bisa bebas menampakkan tubuh begitu saja. Dalam Hukum Wanita Berenang, kita harus tetap memperhatikan aurat di depan sesama wanita.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa aurat wanita di depan wanita lain adalah antara pusar hingga lutut. Namun, demi menjaga kehormatan dan menghindari fitnah, sangat disarankan untuk tetap mengenakan pakaian yang sopan dan tidak terlalu ketat. Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka… atau sesama perempuan Islam mereka…” (QS. An-Nur: 31).
3. Syarat Utama: Kolam Renang Khusus Wanita yang Terjamin
Kunci utama ketenangan saat berenang adalah lokasi. Memilih kolam renang “Ladies Only” adalah sebuah keharusan. Namun, Sahabat Muslim perlu memastikan beberapa detail keamanan berikut:
- Tertutup dari Pandangan Luar: Pastikan tidak ada celah atau kaca transparan yang memungkinkan orang dari luar melihat ke area kolam.
- Staf yang Bertugas: Pastikan seluruh petugas, mulai dari lifeguard hingga petugas kebersihan, adalah wanita.
- Larangan Kamera: Pastikan pengelola memiliki aturan tegas mengenai larangan membawa ponsel atau kamera ke area kolam untuk menghindari penyebaran foto secara tidak sengaja.
4. Waspada Terhadap Hadis Mengenai “Hammam” (Pemandian Umum)
Mungkin Sahabat pernah mendengar hadis yang melarang wanita melepas pakaian di luar rumah. Rasulullah SAW bersabda:
“Mana saja wanita yang melepas pakaiannya di selain rumah suaminya, maka ia telah merobek tirai penutup antara dirinya dengan Allah.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Tenang, Sahabat Muslim, para ulama menjelaskan bahwa hadis ini merujuk pada wanita yang sengaja membuka auratnya di tempat yang tidak aman dan bisa dilihat oleh laki-laki yang bukan mahram. Jika Sahabat berada di kolam renang yang benar-benar tertutup, aman, dan pakaian tetap terjaga sesuai batasan sesama wanita, maka hal ini diperbolehkan demi keperluan kesehatan atau pengobatan.
5. Tips Memilih Baju Renang Muslimah yang Nyaman
Memilih baju renang bukan hanya soal model, tapi soal fungsi dan syariat. Berikut adalah poin penting yang bisa Sahabat terapkan:
- Pilih Bahan yang Tidak Menempel: Gunakan bahan khusus baju renang yang tidak terlalu menempel di kulit saat basah.
- Gunakan Model Longgar (Burkini): Saat ini banyak tersedia baju renang muslimah yang memiliki potongan seperti tunik sehingga menyamarkan lekuk tubuh.
- Gunakan Penutup Kepala (Ciput): Pastikan rambut tertutup rapi dengan penutup kepala yang tidak mudah lepas saat melakukan gerakan renang.
6. Berenang Sebagai Sarana Self-Healing
Manfaatkan waktu di air untuk benar-benar terhubung dengan diri sendiri dan Allah. Saat merasakan air menyentuh kulit, renungkanlah betapa luar biasanya ciptaan Allah. Air adalah sumber kehidupan. Dengan berenang, Sahabat sedang meredakan stres (kortisol) dan memicu hormon kebahagiaan (endorfin). Hati yang tenang akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih sabar dan bersyukur dalam menghadapi ujian hidup.
7. Adab Sebelum dan Sesudah Berenang
Agar aktivitas ini semakin berkah, jangan lupakan adab-adab sederhana:
- Membaca Bismillah: Mengawali segala sesuatu dengan nama Allah agar dijaga dari gangguan setan dan marabahaya.
- Menjaga Pandangan: Tetap menjaga pandangan dari aurat wanita lain yang mungkin kurang terjaga.
- Segera Menutup Diri: Setelah keluar dari kolam, segeralah bilas dan kenakan pakaian lengkap. Jangan terbiasa bersantai terlalu lama dengan pakaian renang yang basah di area terbuka meskipun hanya di depan sesama wanita.
Kesimpulan
Kesimpulannya, aktivitas berenang bagi wanita adalah sesuatu yang sangat positif selama Sahabat tetap teguh menjaga batasan syariat. Hukum Wanita Berenang menjadi sarana ibadah ketika Sahabat mampu menyeimbangkan antara kebutuhan kesehatan fisik dengan kewajiban menutup aurat. Jadikan momen ini sebagai waktu berkualitas untuk mencintai diri sendiri sebagai bentuk syukur kepada Allah.
Sahabat Muslim, perjalanan untuk terus belajar dan memperbaiki diri adalah perjalanan seumur hidup. Semoga langkah kita selalu dibimbing oleh-Nya dalam setiap aktivitas, termasuk saat berolahraga.
Ingin mengetahui lebih banyak tentang fiqh wanita sehari-hari, tips hidup sehat ala Nabi, atau informasi terpercaya seputar perjalanan Umroh yang penuh makna? Jangan ragu untuk memperkaya wawasan keislaman Sahabat dengan membaca artikel inspiratif lainnya di umroh.co. Mari bertumbuh bersama dalam iman dan amal salih. Sampai jumpa di artikel selanjutnya, Sahabat Muslim!





