Menjaga Izzah Muslimah sebenarnya bukan tentang membangun tembok tinggi yang kaku, melainkan tentang bagaimana kita memancarkan wibawa dan kehormatan diri dari dalam hati, sehingga orang lain dengan sendirinya akan menaruh hormat.
Menjaga kemuliaan diri sering kali disalahpahami sebagai sikap antisosial atau “galak”. Padahal, Islam mengajarkan keanggunan yang berpadu dengan ketegasan. Ini adalah perjalanan self-healing yang luar biasa, karena saat kita tahu cara menghargai diri sendiri di hadapan Allah, kita tidak akan lagi merasa haus akan validasi atau takut akan penilaian manusia. Yuk, kita pelajari bagaimana cara bersikap tegas namun tetap santun agar Izzah kita tetap terjaga.
1. Memahami Hakikat Izzah: Kemuliaan yang Datang dari Allah
Sahabat Muslim, hal pertama yang perlu kita tanamkan di dalam hati adalah bahwa kemuliaan (Izzah) itu murni milik Allah, dan Dia memberikannya kepada hamba-Nya yang beriman.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
”…Padahal kemuliaan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin…” (QS. Al-Munafiqun: 8).
Saat kita menyadari bahwa nilai diri kita ditentukan oleh ketakwaan, bukan oleh seberapa “asyik” kita di mata lawan jenis, maka secara alami getaran kepercayaan diri itu akan muncul. Kita tidak perlu merendahkan diri hanya agar diterima dalam pergaulan.
2. Seni Berbicara: Tegas dalam Isi, Santun dalam Nada
Salah satu cara paling efektif dalam Menjaga Izzah Muslimah adalah melalui lisan. Islam mengajarkan kita untuk tidak “melembut-lembutkan” suara di depan lawan jenis yang bukan mahram agar tidak menimbulkan fitnah, namun tetap harus berkata yang baik.
Qaulan Ma’rufa (Perkataan yang Baik)
Gunakanlah kata-kata yang profesional dan langsung pada poinnya. Hindari gurauan yang berlebihan atau pembicaraan yang terlalu personal.
- Tegas: Menyampaikan pendapat atau menolak permintaan dengan jelas tanpa keraguan.
- Santun: Tetap menggunakan kata “tolong”, “terima kasih”, dan “maaf” di saat yang tepat tanpa kehilangan wibawa.
Sesuai pesan Allah dalam Al-Qur’an:
”…maka janganlah kamu tunduk (melemahlembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 32).
3. Belajar dari Putri Nabi Syuaib AS: Malu yang Berwibawa
Pernahkah Sahabat Muslim merenungi kisah putri Nabi Syuaib AS saat bertemu dengan Nabi Musa AS? Al-Qur’an menggambarkan cara berjalannya dengan sangat indah, yakni ’ala-stihya’ (dengan rasa malu).
Malu di sini bukanlah rasa minder, melainkan “perisai” yang membuat seseorang enggan melakukan hal yang tidak pantas. Saat kita memiliki rasa malu yang benar, kita akan menjaga jarak yang aman secara alami, dan itulah yang membuat lawan jenis merasa enggan untuk bersikap kurang ajar atau meremehkan kita.
4. Menetapkan Batasan (Boundaries) Tanpa Rasa Bersalah
Banyak Muslimah merasa tidak enak hati saat harus menolak ajakan makan siang berdua atau masuk ke ruang obrolan yang tidak bermanfaat. Sahabat Muslim, ketahuilah bahwa menetapkan batasan adalah bentuk self-love yang paling tinggi.
- Berani Berkata “Tidak”: Jika ada situasi yang berpotensi melanggar syariat seperti khalwat (berdua-duaan), katakan dengan jujur dan sopan bahwa Sahabat tidak merasa nyaman.
- Fokus pada Profesionalitas: Jika di kantor, arahkan pembicaraan selalu pada pekerjaan. Ini akan memberi sinyal bahwa Sahabat adalah pribadi yang serius dan menghargai waktu.
5. Bahasa Tubuh yang Memancarkan Wibawa
Wibawa tidak hanya terpancar dari kata-kata, tapi juga dari bagaimana kita membawa diri. Menjaga Izzah Muslimah juga melibatkan bahasa tubuh yang terjaga.
- Kontak Mata yang Terukur: Menatap secukupnya saat berbicara tanpa maksud menggoda atau menantang.
- Postur Tubuh yang Tegak: Menunjukkan bahwa kita adalah pribadi yang berdaya dan memiliki prinsip.
- Jarak Fisik: Selalu pastikan ada jarak fisik yang cukup agar tidak terjadi persentuhan yang tidak sengaja.
6. Pakaian sebagai Identitas dan Pelindung
Hijab dan pakaian longgar bukan sekadar kain, Sahabat Muslim. Pakaian kita adalah pernyataan diam (silent statement) tentang siapa kita dan bagaimana kita ingin diperlakukan. Saat kita berpakaian sesuai syariat, kita sebenarnya sedang memberikan instruksi manual kepada dunia: “Hargailah aku karena pikiranku dan imanku, bukan karena bentuk tubuhku.”
7. Mengandalkan Doa agar Tetap Istiqomah
Kita manusia biasa yang hatinya sering kali goyah. Mintalah kepada Allah agar senantiasa diberikan kekuatan untuk menjaga kehormatan diri. Salah satu doa yang bisa dirutinkan adalah memohon perlindungan dari fitnah dan kejelekan akhlak.
Kesimpulan
Kesimpulannya, Menjaga Izzah Muslimah adalah sebuah seni menyeimbangkan antara ketegasan prinsip dan kelembutan akhlak. Saat kita menjadikan Allah sebagai pusat dari segala interaksi kita, maka rasa takut diremehkan itu akan hilang berganti dengan ketenangan jiwa. Tegaslah pada aturan Allah, namun tetaplah santun sebagai cermin keindahan Islam.
Ingatlah Sahabat Muslim, kamu terlalu berharga untuk membiarkan martabatmu turun demi kesenangan sesaat atau pengakuan manusia. Tetaplah bersinar dengan caramu yang paling mulia.
Ingin tahu lebih banyak tentang tips pengembangan diri Islami, rahasia ketenangan hati, atau informasi terpercaya seputar perjalanan Umroh yang aman dan nyaman? Yuk, perkaya wawasan keislaman Sahabat dengan membaca artikel inspiratif lainnya di umroh.co. Mari kita terus belajar dan bertumbuh bersama untuk menjadi Muslimah yang lebih bertaqwa dan berwibawa. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!





