7 Tips Umrah Membawa Bayi: Ibadah Tenang & Anak Nyaman!

26 Januari 2026

5 Menit baca

Windi setyawan F 8juAWIfaM unsplash

​Menjalankan Umrah Membawa Bayi memang membutuhkan persiapan yang lebih detail, namun percayalah, ini adalah perjalanan cinta yang akan mempererat ikatan antara orang tua, anak, dan Sang Pencipta.

​Anak adalah perhiasan dunia sekaligus amanah yang Allah titipkan kepada kita. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

​”Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia…” (QS. Al-Kahf: 46).

​Membawa si kecil ke rumah Allah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan cara kita mengenalkan cahaya iman sejak dini. Mari kita bahas dengan hati tenang bagaimana strategi agar ibadah tetap khusyuk dan si kecil tetap ceria selama di Tanah Suci.

​1. Menata Niat dan Kelapangan Hati

​Sebelum menyiapkan koper, siapkanlah hati terlebih dahulu. Sahabat Muslim, sadarilah bahwa saat kita membawa bayi, kecepatan ibadah kita mungkin tidak akan sama dengan jemaah lainnya. Ini adalah bentuk self-healing untuk melatih kesabaran. Ingatlah betapa lembutnya Rasulullah SAW terhadap anak-anak, bahkan saat beliau sedang shalat.

​Rasulullah SAW bersabda:

​”Aku sedang melakukan shalat dan aku ingin memanjangkannya, lalu aku mendengar tangisan bayi, maka aku pun meringankan shalatku karena aku tahu betapa gelisahnya ibunya karena tangisannya.” (HR. Bukhari).

​Hadits ini mengajarkan kita bahwa Islam sangat menghargai kenyamanan ibu dan bayi. Jadi, jangan merasa berdosa jika harus sedikit melambat demi kenyamanan si kecil.

​2. Daftar Barang Wajib: “Amunisi” di Tanah Suci

​Persiapan fisik dimulai dari apa yang kita bawa. Untuk memastikan Umrah Membawa Bayi berjalan lancar, pastikan barang-barang berikut ada di dalam tas kabin atau tas harian Sahabat:

  • Diaper dan Alas Ganti: Bawa lebih banyak dari biasanya karena suhu di Saudi bisa membuat frekuensi buang air bayi berubah.
  • Stroller Ringan (Cabin Size): Pilih yang mudah dilipat. Stroller sangat membantu saat berada di bandara atau saat berjalan dari hotel ke Masjidil Haram/Masjid Nabawi.
  • Gendongan (Carrier): Sangat penting saat Tawaf dan Sa’i jika Sahabat tidak menggunakan jasa kursi roda atau skuter.
  • Peralatan Susu dan MPASI: Botol susu, susu formula (jika tidak ASI eksklusif), dan makanan instan bayi yang praktis.
  • Obat-obatan Pribadi: Termasuk termometer, penurun panas, obat kembung, dan balm penenang.

​3. Strategi Mengatur Waktu Ibadah

​Kunci ketenangan saat Umrah Membawa Bayi adalah mengikuti ritme tidur si kecil. Jangan memaksakan anak mengikuti jadwal kita, tapi kitalah yang menyesuaikan diri.

  • Ibadah Bergantian: Jika pergi bersama suami, Sahabat bisa bergantian menjaga bayi di hotel agar salah satu bisa fokus shalat berjamaah atau beri’tikaf di masjid.
  • Pilih Waktu Tawaf yang Teduh: Lakukan Tawaf saat subuh atau malam hari ketika suhu udara lebih bersahabat bagi kulit sensitif bayi.
  • Manfaatkan Waktu Tidur Bayi: Saat si kecil tidur pulas di stroller, itulah waktu emas bagi Sahabat untuk memperbanyak Tadarus atau dzikir.

​4. Menjaga Kenyamanan Bayi di Lingkungan Baru

​Tanah Suci memiliki suhu dan kelembapan yang berbeda dengan tanah air. Sahabat Muslim perlu ekstra waspada agar bayi tidak dehidrasi atau stres.

  • Pakaian yang Nyaman: Gunakan bahan katun yang menyerap keringat. Bawa jaket atau selimut kecil karena AC di dalam masjid biasanya sangat dingin.
  • Hidrasi adalah Kunci: Jika masih ASI, susui lebih sering. Jika sudah MPASI, pastikan ia cukup minum air zam-zam yang sudah suhu ruang (bukan yang dingin).

​5. Menggunakan Stroller di Masjidil Haram

​Penting untuk diketahui bahwa saat ini stroller tidak diperbolehkan dibawa ke area Mataf (lantai dasar tempat Tawaf). Namun, Sahabat bisa menggunakan stroller di lantai 2 atau area khusus skuter. Jika ingin tetap berada di lantai dasar, gendongan bayi (baby carrier) adalah pilihan terbaik. Pastikan Sahabat selalu mengikuti arahan petugas (Asykar) agar tetap aman di tengah kerumunan.

​6. Menciptakan Momen Healing Bersama Buah Hati

​Jangan lihat keribetan ini sebagai beban. Lihatlah saat-saat Sahabat menyusui di sudut Masjid Nabawi atau saat si kecil tertawa melihat burung merpati di pelataran masjid sebagai momen penyembuhan jiwa. Allah sedang melihat perjuanganmu sebagai ibu. Setiap peluh dan langkahmu yang berat saat menggendongnya di jalur Sa’i adalah investasi pahala yang luar biasa.

​7. Perlindungan Ekstra dengan Doa

​Selain persiapan teknis, jangan lupa membentengi si kecil dengan doa perlindungan. Rasulullah SAW sering membacakan doa perlindungan untuk cucu-cucunya, Hasan dan Husain. Sahabat bisa membacakannya setiap sebelum keluar hotel:

“U’idzukuma bikalimatillahit tammah, min kulli syaithanin wa hammah, wa min kulli ‘ainin lammah.”

(Aku berlindung untuk kalian dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan dan binatang berbisa, dan dari setiap mata jahat yang memandang).

​Kesimpulan

​Kesimpulannya, menjalankan Umrah Membawa Bayi adalah sebuah seni menyeimbangkan ketaatan kepada Allah dan tanggung jawab sebagai orang tua. Dengan persiapan barang yang matang, pengaturan waktu yang fleksibel, dan hati yang penuh tawakal, perjalanan ini akan menjadi kenangan terindah dalam hidup Sahabat. Jangan takut repot, karena Allah selalu menolong hamba-Nya yang berniat baik.

​Sahabat Muslim, perjalanan spiritual ini baru saja dimulai. Setiap tantangan yang Sahabat hadapi bersama si kecil akan menjadi cerita yang mengharukan saat ia dewasa nanti.

​Ingin mendapatkan tips lebih lengkap mengenai fiqh wanita saat umrah, rekomendasi hotel ramah anak di Mekkah, atau panduan keberangkatan umroh terpercaya? Yuk, perkaya wawasan Sahabat dengan membaca berbagai artikel inspiratif lainnya di umroh.co. Mari jemput impian ke Tanah Suci dengan persiapan yang paripurna. Sampai jumpa di Baitullah, Sahabat Muslim!

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

6 Rahasia Kesehatan Muslimah Lansia: Kuat Ibadah & Tawaf!

​Menjaga Kesehatan Muslimah Lansia sebenarnya adalah tentang bagaimana kita menghargai fase “lemah yang membawa berkah” ini dengan memberikan nutrisi dan perhatian yang tepat bagi ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Boleh Warna Terang? 4 Fakta Hukum Warna Baju Wanita!

​Memahami Hukum Warna Baju Wanita sebenarnya adalah tentang menemukan titik keseimbangan antara mengekspresikan rasa syukur atas keindahan dan menjaga kemuliaan diri sebagai seorang Muslimah. ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

5 Fakta Unik Kisah Rayhanah binti Zaid yang Jarang Diketahui

​Kisah Rayhanah binti Zaid adalah sebuah potret nyata tentang bagaimana hidayah bekerja dengan cara yang sangat personal dan penuh ketenangan di dalam lingkaran terdekat ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Belum Punya Anak? Ini 2 Kisah Ajaib yang Menyejukkan Hati

​Melatih diri untuk Sabar Belum Punya Anak memang bukan perkara mudah, apalagi saat melihat orang-orang di sekitar kita dengan mudahnya menimang buah hati, sementara ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Bolehkah Pakai Kacamata Hitam Saat Ihram? Cek 3 Aturannya!

​Memahami hukum mengenakan Kacamata Hitam Saat Ihram menjadi hal penting agar kita bisa menjalankan rukun demi rukun dengan nyaman tanpa rasa was-was di dalam ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

7 Rahasia Sabar dalam Poligami: Kunci Surga & Hati Tenang

​Melatih rasa Sabar dalam Poligami bukanlah tentang menekan rasa sakit, melainkan sebuah proses transformasi jiwa untuk menemukan ketenangan hakiki yang hanya bersandar pada rida ... Read more