Sudah Benar Hijabmu? 3 Fakta Hukum Punuk Unta Hijab!

25 Januari 2026

5 Menit baca

Zulfugar karimov mhTuDFhVikQ unsplash

​Memahami Hukum Punuk Unta Hijab adalah langkah awal yang sangat indah untuk memastikan bahwa mahkota yang kita jaga dengan hijab ini benar-benar sesuai dengan tuntunan syariat dan membawa ketenangan bagi jiwa.

​Sering kali kita melihat tren hijab yang menjulang tinggi di bagian belakang kepala agar terlihat lebih jenjang atau modis. Namun, sebagai Muslimah yang rindu akan ilmu, tentu kita ingin tahu: apakah gaya tersebut sekadar tren atau ada batasan yang perlu kita jaga? Mari kita duduk sejenak, melepas penat, dan membahasnya dengan hati yang lapang tanpa merasa dihakimi.

​1. Menyimak Pesan Cinta dari Rasulullah SAW

​Sahabat Muslim, Islam adalah agama yang sangat mendetail dalam menjaga kehormatan wanita. Salah satu rujukan utama dalam pembahasan ini adalah hadis yang sangat masyhur dari lisan mulia Rasulullah SAW. Beliau menceritakan tentang tanda-tanda zaman yang perlu kita waspadai sebagai bentuk kasih sayang kepada umatnya.

​Rasulullah SAW bersabda:

​”Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: … wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, bergaya lenggak-lenggok, rambut mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya…” (HR. Muslim no. 2128).

​Membaca hadis ini mungkin terasa berat di hati, namun pandanglah ini sebagai “rambu penyelamat”. Istilah “berpakaian tapi telanjang” bisa merujuk pada pakaian yang terlalu ketat atau transparan, sementara “punuk unta yang miring” merujuk pada hiasan kepala atau sanggul yang sengaja dibuat menonjol secara berlebihan di bagian atas atau belakang kepala untuk menarik perhatian.

​2. Mengapa Hukum Punuk Unta Hijab Perlu Diperhatikan?

​Mungkin muncul rasa ingin tahu di benak Sahabat Muslim: “Mengapa urusan sanggul saja diatur sedemikian rupa?” Jawabannya ada pada esensi hijab itu sendiri.

​Menjaga Esensi Kesederhanaan

​Tujuan utama berhijab adalah untuk menutupi perhiasan dan meredam perhatian yang tidak perlu dari lawan jenis. Allah SWT berfirman:

​”…dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…” (QS. An-Nur: 31).

​Ketika hijab kita justru diberi tambahan volume yang mencolok di bagian belakang, fokus orang yang melihat bukan lagi pada kepatuhan kita, melainkan pada bentuk yang menonjol tersebut. Islam ingin kita dikenal karena akhlak dan kecerdasan kita, bukan karena siluet tubuh atau hiasan kepala yang mencuri perhatian.

​Mencegah Sikap Berlebihan (Ghuluw)

​Sesuatu yang berlebihan biasanya akan menjauhkan kita dari ketenangan. Dengan mengikuti Hukum Punuk Unta Hijab, kita diajak untuk belajar merasa “cukup”. Cukup dengan apa yang ada, tanpa perlu menambah-nambah sesuatu yang sifatnya hanya untuk kemegahan semu di mata manusia.

​3. Batasan Sanggul yang Diperbolehkan

​Lalu, apakah kita sama sekali tidak boleh mengikat rambut saat berhijab? Tentu tidak begitu, Sahabat Muslim. Kita tetap butuh kenyamanan agar rambut tidak keluar atau berantakan saat beraktivitas. Para ulama memberikan penjelasan yang sangat menyejukkan mengenai hal ini:

  • Ikatan untuk Kerapihan: Mengikat rambut dengan tujuan agar rapi dan tidak keluar dari kain hijab hukumnya diperbolehkan.
  • Tidak Menjulang Tinggi: Yang dilarang adalah sengaja menumpuk kain, spons, atau mengikat rambut sangat tinggi di atas kepala sehingga terlihat menonjol secara tidak wajar layaknya punuk unta.
  • Posisi yang Natural: Usahakan ikatan rambut berada di posisi yang natural (di tengkuk atau bagian belakang kepala yang rendah) dan tidak sengaja diperbesar untuk menarik perhatian.

​Jadikan proses merapikan hijab ini sebagai momen self-healing. Setiap gerakan tanganmu yang merapikan kain dengan niat menjaga kehormatan adalah butiran pahala. Tidak perlu tergiur dengan tren yang membuat kepala terasa berat dan hati was-was.

​Tips Berhijab Nyaman dan Tetap Syar’i

​Agar Sahabat Muslim tetap merasa cantik tanpa melanggar Hukum Punuk Unta Hijab, berikut beberapa tips praktis:

  • Gunakan Ikat Rambut yang Simpel: Hindari penggunaan ikat rambut berbahan spons tebal (scrunchie jumbo) yang tujuannya hanya untuk menambah volume.
  • Posisi Ikatan Rendah: Ikatlah rambut di bagian bawah agar siluet hijab terlihat jatuh secara alami mengikuti bentuk kepala.
  • Pilih Bahan Hijab yang Pas: Gunakan dalaman hijab (inner) yang tidak licin agar Sahabat tidak perlu sering-memperbaiki posisi hijab yang bisa memicu keinginan untuk mengikat rambut terlalu kencang/tinggi.

​Kesimpulan

​Kesimpulannya, memahami Hukum Punuk Unta Hijab adalah bentuk cinta kita kepada diri sendiri dan kepada Sang Pencipta. Hijab bukan hanya soal selembar kain, tapi tentang bagaimana kita membawa diri dengan penuh kewibawaan dan kesederhanaan. Dengan menghindari model sanggul yang berlebihan, kita sebenarnya sedang membebaskan diri dari beban ekspektasi manusia dan memilih untuk fokus pada pandangan Allah semata.

​Sahabat Muslim, perjalanan hijrah memang setapak demi setapak. Jangan berkecil hati jika hari ini kita masih belajar memperbaiki cara berpakaian. Allah melihat setiap niat tulusmu untuk taat.

​Ingin mengetahui lebih dalam tentang fiqh wanita, rahasia kecantikan muslimah, atau informasi terpercaya seputar perjalanan ibadah ke tanah suci? Yuk, kunjungi dan baca artikel-artikel inspiratif serta menyejukkan lainnya di umroh.co. Mari kita terus membasahi hati dengan ilmu yang bermanfaat agar hidup senantiasa berada dalam naungan rida-Nya. Sampai jumpa di artikel berikutnya, Sahabat Muslim!

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

6 Rahasia Kesehatan Muslimah Lansia: Kuat Ibadah & Tawaf!

​Menjaga Kesehatan Muslimah Lansia sebenarnya adalah tentang bagaimana kita menghargai fase “lemah yang membawa berkah” ini dengan memberikan nutrisi dan perhatian yang tepat bagi ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Boleh Warna Terang? 4 Fakta Hukum Warna Baju Wanita!

​Memahami Hukum Warna Baju Wanita sebenarnya adalah tentang menemukan titik keseimbangan antara mengekspresikan rasa syukur atas keindahan dan menjaga kemuliaan diri sebagai seorang Muslimah. ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

5 Fakta Unik Kisah Rayhanah binti Zaid yang Jarang Diketahui

​Kisah Rayhanah binti Zaid adalah sebuah potret nyata tentang bagaimana hidayah bekerja dengan cara yang sangat personal dan penuh ketenangan di dalam lingkaran terdekat ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Belum Punya Anak? Ini 2 Kisah Ajaib yang Menyejukkan Hati

​Melatih diri untuk Sabar Belum Punya Anak memang bukan perkara mudah, apalagi saat melihat orang-orang di sekitar kita dengan mudahnya menimang buah hati, sementara ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

Bolehkah Pakai Kacamata Hitam Saat Ihram? Cek 3 Aturannya!

​Memahami hukum mengenakan Kacamata Hitam Saat Ihram menjadi hal penting agar kita bisa menjalankan rukun demi rukun dengan nyaman tanpa rasa was-was di dalam ... Read more

Baluran

26 Januari 2026

7 Rahasia Sabar dalam Poligami: Kunci Surga & Hati Tenang

​Melatih rasa Sabar dalam Poligami bukanlah tentang menekan rasa sakit, melainkan sebuah proses transformasi jiwa untuk menemukan ketenangan hakiki yang hanya bersandar pada rida ... Read more